Episode Tentang Nita

Pukul 23.03 ada misscall, tapi saya tidak mendengar karena sudah terlelap, saat bangun satu jam setelahnya saya baru memperhatikan yang telp ada lah mbak Niez, saya sms bertanya ada apa, dan mendapat balasan jika Nita telah tiada, tidak percaya saya langsung telepon mbak Niez, dan diberitahu kembali bahwa Nita kita telah tiada, saya terdiam mencoba konsentrasi atas apakah saya mimpi atau salah dengar, lantas dilanjutkan bahwa mbak Niez melihat dari FB nya Nita, kakaknya yang menuliskan berita tersebut.
Tidak banyak percakapan dengan mbak Niez, saya sempat terdiam dan mengambil beberapa kemungkinan apakah berita ini bohong atau tidak, bisa saja ada yang membuka FB Nita dan menuliskan hal tidak benar, sambil mencoba membuka multiply, muncul sebuah pikiran yang tidak masuk akal, saya sms ke hp Nita, tidak ada balasan

Saat Multiply terbuka, terdapat beberapa QN mengabarkan berita duka tersebut, belum sempat saya buka satu persatu telpon saya bergetar, rupanya Nita menelpon saya, saya angkat yang muncul adalah keheningan, lalu terdengar suara lelaki yang memperkenalkan diri sebagai adiknya Nita, dan menanyakan apakah saya mas Wibi temannya Nita, saya jawab iya dan dijelaskan oleh Edwin bahwa berita tersebut benar adanya.

Lemas saya mendengarnya tidak menduga hal tersebut terjadi, lalu saya baca QN satu demi satu yang mengabarkan berita tersebut hingga saya tertidur dengan hp masih tergenggam ditangan.

Pagi hari berbarengan dengan mbak Arni menuju kediaman orangtua Nita, kami waswas tidak sempat melihat Nita untuk yang terakhir kali, untungnya saat melewati mesjid terdengar pengumuman yang memberitahu untuk men-shalat-kan almarhumah, setengah berlari saya meninggalkan mbak Arni untuk ikut serta dalam barisan jamaah shalat jenazah.
Dipemakaman saya menyalami ayahanda Nita dan memperkenalkan diri, tanpa saya duga saya dipeluk dan ayahanda Nita berlinang airmata sambil berkata “maafkan Nita nak Wib… maafkan” hal tersebut berulang kali terucap. Saya hanya mampu memapah, ditemani oleh salah seorang tetangganya.
Terus terang saat tangan saya digenggam erat saya terbayang itu adalah bapak saya sendiri sedang menyalami teman-teman saya…

Saat akan dikebumikan, teringat kembali episode-episode bagaimana bertemu dengan Nita, dimulai kopdar bagi panci di danau UI, dilanjutkan dengan menemani cak Nono berkeliling Jakarta naik busway hingga terakhir bertemu saat di Gandaria City menanyakan perihal surat cinta.

31 May adalah pertama kali saya di sms Nita, rupanya berlanjut dengan kulSms, yang kadang saya tanggapi atau kalau sedang ga mood tidak saya balas.
4 Juli, saya di sms tentang kegalauannya, dan dia merasa ambruk, tapi tetap berusaha agar orang lain tidak tahu. Saya sempat sedikit berdebat dengannya tentang masalah ini.
30 Agustus, Nita sms minta izin untuk posting tentang saya, saya izinkan karena pasti ada hal lucu didalamnya
4 September, Nita mengucapkan terimakasih dan mulai beraktifitas melupakan kegalauannya, saya cuma berpesan agar dilancarkan dan mendapat hal-hal seru.
29 September, sms terakhir dari Nita memberitahu sudah membalas twit saya, disini adalah titik balik bagi saya untuk belajar, saya berkenalan dengan Angkie Yudistia dan banyak ngobrol tentang disabilitas dan dari sini saya kagum dengan Nita yang berusaha mengedukasi orang-orang tentang masalah disabilitas.

Hingga akhirnya saya mendapat kabar diawal postingan jurnal ini, saya teringat kembali dengan tulisan ini bahwa kita terlahir sebagai seorang pemenang tapi apakah akan berakhir sebagai pemenang?
Nita telah membuktikannya, begitu banyak yang telah dilakukannya, dibalik kekurangannya Nita menunjukan hal luar biasa yang belum tentu bisa dilakukan orang normal tanpa diasbilitas.

Selamat jalan Nita, semoga engkau mendapat kebahagian disana, kami semua juga telah mempunyai kartu antrian tapi nomornya hanya menjadi rahasia Allah
Oh iya, jika bertemu dengan bidadari di Surga, tolong bisikan padanya agar menjelma ke dunia untuk menemani saya ya.

Advertisements

69 comments on “Episode Tentang Nita

  1. anazkia said: Haduh :(Gimana Mbak Nita gak murung?Dia kan baru resign kerjaDia serius nyari kerjaanDan usaha jualan mainan itu dia *wew, diriku gak kuat melanjutkan…Ingat dia aply kerja ke beberapa tempatMeninggalkan nomor hape di tetangganya, seumuran dengan diaTapi apa laucr, kalau ada telpon gak disampeinDia blusukan ke pasar2 untuk mencari mainanWeh :((

    Anaz, salam kenal, aku sedih baca yang ini, hiks, Nita blusukan ke pasar cari mainanaku nyesel cuma beli beberapa aja, padahal anak2ku seneng banget main helikopter2, bekel dan mainan lipat itu :(semoga Nita bahagia disana, betapa kita mengenalnya sebagai anak baik penuh semangat

  2. enkoos said: ternyata aku tidak sendirian :((berkelana dari satu postingan ke postingan lainnya. Inbox diset network demi bisa membaca postingan yang berhubungan dengan Nita.

    saya melakukan hal yang sama :-((dan sekarang saya kembali menangis

  3. miapiyik said: kalimat di akhir postingan sungguh mengacaukan mood, OWmau mewek batal karena pengen senyum…..

    wkwkwk bener banget :p kirain tuh bidadarinya disuruh nungguin .. wkwkwk eh malah di suruh turun ke bumi hahaha

  4. Insya Allah kematiannya husnul khotimah ุขู…ููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุงุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ

  5. Sedihnya stlh 4 hari ga online baca berita duka ini, selamat jalan Nita. Walopun cuma ketemu 2x tp pertemuan itu sangat berkesan. We will never forget u. Thnx mas wib uda sharing.

  6. wib711 said: 4 Juli, saya di sms tentang kegalauannya, dan dia merasa ambruk, tapi tetap berusaha agar orang lain tidak tahu. Saya sempat sedikit berdebat dengannya tentang masalah ini.

    apakah nita sebenarnya sakit ya om wib? saya menangis lagi :(, padahal saya sudah janji untuk lebih tenang membaca berita2 ttg nita..:(

  7. miapiyik said: Anaz, salam kenal, aku sedih baca yang ini, hiks, Nita blusukan ke pasar cari mainanaku nyesel cuma beli beberapa aja, padahal anak2ku seneng banget main helikopter2, bekel dan mainan lipat itu :(semoga Nita bahagia disana, betapa kita mengenalnya sebagai anak baik penuh semangat

    Salam kenal juga, MbakAmin, amin, amin Allahumma amin…

  8. dieend18 said: Anaz : aku jd inget, girangnya Nita waktu berhasil nemu congklak item pesenanku.. Ternyata dia nyari smpe blusukan ke pasar2.. ๐Ÿ™‚

    Iyah, Mbak. Dia luar biasa! :)Belajar senyum sekarang ketika mengingat dia

  9. debapirez said: Wah…mgkn ortunya Nita berharap om W jd mantunya ๐Ÿ™‚

    Ah, Mas Deba…Tentunya bukan ituMas Wib, SMS Mbak Nita tertanggal 20 oktober”Na, tinggal sehari lagi, tapi sudah 7 hari demam panas dingin, badan pada sakit, kliyengan, tensi rendah. Gak enak sama ibu jadi ikutan repot. Ok, jaga kesehatan yah, Na.”Sender:Mbak NitaReceived20-10-2011

  10. sama spt mb Niez, saya masih berkeliaran membaca berbagai kisah teman2 tentang hubungannya dgn mbNitabetapa orang baik meninggalkan kesan baik yg begitu mendalam pada teman atau sekedar kenalan yg ditinggalkan ya *termenung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s