Pedagang Pintar

Kalau orang berdagang didalam Buskota ngecap ngalor ngidul itu udah biasa, tapi hal yang ga biasa jika orang yang berdagang tersebut selain menguasai “knowledge” produk yang dijajakannya juga bisa melihat profil (penumpang bus) calon pembelinya dan sekaligus memanfaatkan momen.
 
Hal ini saya temukan dalam Bus Patas AC 05 Bekasi-Blok M, hanya terdapat satu pedagang mungkin karena tadi pagi Bekasi diguyur hujan.
Produk yang ditawarkan adalah “Magic Towel” yang saya lihat sepintas mirip dengan Kanebo,
Pedagang tersebut menawarkan dengan memberitahu kegunaan MT tersebut untuk mengeringkan/menghisap air, membersihkan kotoran.. hal itu sudah biasa bukan? tapi ada lanjutannya “bahwa bapak/bunda/mas dan mbak pasti punya perangkat elektronik, TV LCD atau Monitor LED yang touchscreen, sayang jika dibersihkan dengan lap biasa, tapi lebih baik dengan MT, begitu juga dengan laptop, blekberi dan android walau ada screen protector lebih baik dibersihkan dengan MT, sayang jika barang-barang yang bagus tergores layarnya karena di lap dengan kain lap atau lap dari bekas baju, apalagi saat hujan begini tas bapak/bunda/mas dan mbak jika menggunakan lap ini akan cepat sekali menyerap air”
 
lalu penjaja dagangan tersebut memberikan barangnya kesetiap penumpang (ini adalah taktik yang biasa) setelahnya dia kembali kedepan dan “mempromosikan” kembali barang nya, bahwa MT tersebut sangat kuat, tidah mudah robek hal tersebut di buktikan dengan mengeluarkan sample yang sudah dibuka, ditekuk dan digantungkan dibesi pegangan bus yang berada ditengah, lalu penjaja tersebut mengangkat tubuhnya /bergelantungan pada MT. mengangkat tubuhnya tiga kali.
 
Trik yang sangat bagus, tapi ada penutup yang membuat saya tersenyum, diberitahukan bahwa harganya jika di toko atau carrefour sekitar Rp 29,900 tapi karena dia mengakui hanya menjual barang tersebut hingga tahun baru saja didiskon harganya menjadi Rp 10,000.
Setelah barangnya diambil kembali dari para penumpang, saya menghitung (kebetulan saya duduk paling belakang dan menghitung ucapan terimakasih kepada yang membeli) ada sekitar 12 orang penumpang yang merelakan uang Rp 10,000 berpindah tangan.
 
Cara berdagang yang pintar dan unik, melihat profiling calon pembeli yang kebanyakan penumpang adalah pekerja kantoran disertai sedikit aksi dan memberikan harga psikologis.
Ya.. sekali lagi sungguh pedagang yang pintar.
Advertisements

Kerupuk sebagai pencetus Inflasi

Tahun 2012 sudah dalam hitungan beberapa hari saja, dan saya perhatikan dari beberapa informasi yang saya baca akan segera dilaksanakannya redenominasi ini.
Ternyata redenominasi ini sudah diwacanakan pada Mei 2010. (JPN)* , tapi beritanya kembali menghangat di bulan desember 2011 ini, jika membaca dari link tersebut, tahun 2011-2012 adalah tahun untuk pelaksanaan sosialisasi, tapi kenyataannya di tahun 2011 hanya gencar muncul diakhir tahun.
 
Ada apa sih dengan redenominasi itu? apakah ada masalah dengan (Rp) uang rupiah ?
ternyata “Kebijakan redenominasi ini diambil setelah hasil riset Bank Dunia menyebutkan bahwa uang pecahan Rupiah Indonesia Rp 100.000 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Dong Vietnam (VND) 500.000.” (wiki)**
Jadi uang indonesia adalah termasuk uang “sampah” karena pecahan terbesar terlalu banyak Nol nya.
 
Pengertian tentang “Redenominasi Rupiah adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1.
Hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah. Untuk penjelasan lebih lengkap, bisa ke situsnya (redenominasi)*
 
Jika redenominasi terlaksana yang akan terjadi adalah dengan gambaran seperti ini :
Misalkan seseorang bergaji Rp 1.000.000 (satu juta) per bulan, maka orang tersebut akan menerima gaji dalam uang lama sebesar Rp 1.000.000, namun jika dia dibayar dengan uang baru, maka dia akan menerima Rp 1.000. Begitu juga dengan pembelian barang, misal untuk membeli TV LED seharga Rp 6.000.000, maka dapat dibayar dengan Rp 6.000.000, uang pecahan lama atau Rp. 6.000 uang baru, begitu juga untuk pembelian kendaraan bermotor baik sepeda motor ataupun mobil, Nilai keduanya sama, tapi ini berlangsung selama masa transisi yaitu selama uang (pecahan) lama belum ditarik keseluruhan yang direncanakan ditarik dalam jangka waktu 5 tahun hingga tahun 2018.
 
Sepertinya tidak ada masalah, semuanya akan berjalan baik sesuai dengan rencana.
tapi hasil perbincangan saya dengan beberapa teman lama saat acara Conference Marketing* kita membahas bagaimana nilai (redenominasi) rupiah pada barang-barang kecil misalnya kita akan membeli nasi goreng yang harganya Rp 8,000 atau Rp 8 untuk uang baru tapi bisa terjadi efek psikologis dari penjual kok cuma Rp 8 ya, akhirnya digenapkan menjadi Rp 10, bisa juga saat membeli kerupuk yang harganya Rp 1.500 atau Rp 1,5 tapi akhirnya dibulatkan menjadi Rp 2.
Kecil memang kelihatannya, tapi jika itu terjadi pada barang-barang kecil lainnya seperti sembako dan dihitung secara makro akan mengakibatkan inflasi yang berarti harga-harga akan lebih mahal dari seharusnya, atau dengan nilai yang sama barang yang diperoleh akan lebih sedikit.
Ini Berarti nilai uang yang dimiliki akan menurun, baik itu yang disimpan di Bank atau dibawah kasur, jadi lebih baik uang tersebut diinvestasikan yang jika Inflasi terjadi nilainya tetap cenderung bertahan adalah pada tanah, properti ataupun Logam Mulia.
 
Selamat menikmati liburan dan selamat berinvestasi.

Manipulatif

 
Manipulatif, itu yang dikatakan oleh Sari pada QN saya yang ini.
Pengertian manipulatif adalah suatu tindakan memanipulasi yang berasal dari kata dasar Manipulasi yang berarti adalah sebuah proses rekayasa dengan melakukan penambahan, pensembunyian, penghilangan atau pengkaburan terhadap bagian atau keseluruhan sebuah realitas, kenyataan, fakta-fakta ataupun sejarah yang dilakukan berdasarkan sistem perancangan sebuah tata sistem nilai, manipulasi adalah bagian penting dari tindakan penanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu. (1)
 
Sebenarnya hidup didunia ini penuh dengan tindakan manipulasi,mulai dari masa kecil,
anak kecil bisa memanipulasi orangtuanya dengan tidak mau berangkat ke sekolah dengan alasan masih mengantuk, bangun kesiangan atau sakit. Tetapi belum tentu faktanya demikian, bisa saja pada saat hari tersebut ada suatu pelajaran yang anak tersebut sangat tidak suka sehingga melakukan tindakan tersebut, pun kita itu terkadang diakui atau tidak, kerap memanipulasi bisa dilihat juga tentang manipulasi dijurnal ini (2)
 
Manipulasi bisa membutakan sesaat, bisa dilihat saat mendekati Lebaran, Natal & Tahun baru, pusat perbelanjaan memanipulasi agar konsumen datang berbelanja dengan iming-iming diskon hingga puluhan persen, baju model terbaru yang diiklankan oleh artis sebagai manipulator ulung.
Manipulasi juga bisa digunakan untuk mempercantik sesuatu, misalnya manipulasi foto dengan menggunakan photoshop, agar foto pemandangan tampaklebih “keluar” warnanya, bahkan bisa juga mempercantik foto seseorang untuk menghilangkan sebuah jerawat yang menganggu atau membuat lebih putih kulit seseorang. (3)
 
Jika ada yang bilang “saya tidak tidak pernah di manipulasi atau memanipulasi” Syukurlah, berarti orang tersebut sangat beruntung, karena mempunya sistem nilai yang sudah sangat agung.
Menurut saya pribadi, semua hal didunia ini adalah sebuah bentuk manipulatif terstruktur, tinggal bagaimana mencapai “tujuan akhir” dengan semua hal tersebut.
 
Jadi, sudahkah anda memanipulasi/dimanipulasi hari ini?

Undangan Pita Biru

Masih ingat dengan jurnal saya tentang Angkie Yudistia penyandang disabilitas Tuna Rungu?
Nah, setelah balik dari Perancis, Angkie akan launching bukunya seperti yang saya tulis di jurnal ini.
 
Di TL Twitter ada gerakan #pitabiru,
 
Gerakan Sosial #pitabiru adalah sebuah gerakan peduli terhadap penyandang “disability” yang dipelopori oleh @angkieyudistia yang juga merupakan salah seorang penyandang disabilitas ( tunarungu ) Gerakan Sosial #pitabiru ini tidak hanya berfokus kepada penyandang tunarungu saja, kedepannya gerakan sosial ini akan berkembang ke “disability” lainnya juga. Namun untuk memberikan bukti bahwa gerakan ini mampu membuahkan hasil positif, Angkie dibantu dengan beberapa teman di social media mengawalinya dari penyandang tunarungu. Dalam gerakan awal ini Angkie berencana akan menjual “Ear Mov” kepada publik, agar masing-masing bisa merasakan, seperti apakah rasanya menjadi tuna rungu? seperti apakah rasanya kesulitan mendengarkan suara? Hasil dari Ear Mov ini kemudian ditargetkan Angkie untuk memberikan alat bantu dengar kepada para penyadang Tunarungu Perlu diketahui bahwa alat bantu dengar ini dipasaran mempunyai kisaran harga 3 – 10juta an.
 
Selain itu ini saya copas sebagian dari twitter tentang gerakan Pita Biru..
 
Talk about disability with @AngkieYudistia , mrk yg disable blm tentu ga bs apa2 #pitabiru
 
Masalah edukasi menjadi slh satu masalah kompleks bagi penderita tunarungu. #pitabiru
Ternyata gak cm skedar diskusi disability, tp gerakan #pitabiru menggalang dana utk alat bantu dgr para penderita tunarungu
 
#pitabiru @AngkieYudistia “diskriminasi dan penolakan sudah srg terjadi. Kita sama2 manusia, punya hak yg sama”
 
#pitabiru gak cuma perjuangkan alat bantu dengar bg tunarungu kurang mampu, tp jg berjuang utk lap kerja kaum tunarungu.
 
@agiprabu ini walaupun menggunakan hearing aid, tp dia bisa menghasilkan foto yg luar biasa. Ya, ia photographer profesional #pitabiru
 
#pitabiru @AngkieYudistia akan melaunching buku ttg tunarungu , presscon serta perform anak2 disable pd selasa tgl 20 des 2011
 
==============================================================
 
Ada yang berminat mau datang ke acara launching tersebut PM jika ada yang berminat saya kebetulan ada satu undangan buat yang ingin mengikuti acara launching bukunya Angkie, pada hari :
Selasa, 20 Desember 2011, pukul 10.00 – 12.00
 
 
 
 
Selamat berakhir pekan teman…

Sahabat itu adalah………

Artikel ini ditulis salah satu sahabat baik saya, kami bersahabat sebelum kenal dengan multiply, saat di multiply, meninggalkan multiply dan tetap keep in touch saat saya di Jakarta dia di Tengah Laut, Saya di Medan dia di Jakarta, saya di Pedalaman Aceh dia di Karawang dan saya kembali ke Jakarta dia Pergi ke Medan.

Paragraf terakhir adalah perenungan paling mendalam atas tulisannya tersebut. Selamat membaca

Thanks tetap menjadi sobat saya hingga sekarang.

Sumber : http://iwan95.multiply.com/journal/item/148/Teman

==================================================================================================

 

Teman.

Satu kata yang multi intepretasi.

Masing-masing orang punya definisi yg berbeda tentang makna kata ’Teman’

Konsep ’teman’ di benak saya pada mulanya adalah seseorang yg selalu setia kemana pun saya pergi. Seseorang yang selalu sependapat dengan pendapat saya. Seseorang yang akan selalu membela dan menyelamatkan saya ketika dalam bahaya. Dan tentu saja tidak berkhianat.

Dan konsep itu juga berlaku sebaliknya pada saya. Saya merasa belum menjadi ’teman’ seseorang ketika saya tak mampu berlaku setia, selalu meng-amini pendapatnya, selalu membela dan menyelamatkannya ketika ia dalam bahaya (bahkan tak peduli apakah ia dalam posisi benar atau salah sekalipun)

Konsep tersebut bertahan cukup lama dalam alam pikiran saya. Kemudian seiring waktu mengalami sedikit pergeseran perlahan tanpa saya sadari. ’Teman’ bagi saya kemudian menjadi seseorang yang selalu siap dijadikan tempat berkeluh kesah, tempat berbagi dalam suka & duka, tempat menceritakan ide-ide gila, tempat melontarkan harapan-harapan masa depan, bahkan menjadi tempat kita menitipkan rahasia-rahasia pribadi saya.

Konsep ’Teman adalah Segalanya’ juga menghinggapi alam pikiran saya. Memiliki teman sebanyak-banyaknya adalah obsesi saya. Namun untuk mengejar obsesi tersebut juga memiliki konsekuensi logis, yaitu tidak sanggup berlaku adil dan jujur kepada hati nurani saya. Ketika ada seorang teman berbuat kesalahan kepada teman yang lain, saya tak sanggup untuk mengingatkan/menegur degan cara terbaik terhadap kesalahannya itu. Hal ini bisa terjadi karena saya terlalu takut kehilangan teman. Saya berpikir ”Jika saya menegurnya jangan-jangan nanti ia akan berbalik memusuhi saya, dan pada gilirannya saya akan memiliki musuh yang besar kemungkinan akan bertambah jumlahnya”.

Saya merasa amat sangat sedih dan teramat susah tidur ketika mengetahui ada satu saja orang yg memusuhi saya, terlebih dia sebelumnya adalah orang yang saya anggap ’teman’ saya. Alhasil, dalam dunia ’pertemanan’ saya tumbuh menjadi pribadi yang terlalu akomodatif dan serba maklum terhadap semua sikap/perilaku teman bahkan tak jarang menjadi orang yang tak berprinsip. (atau jangan-jangan prinsip saya waktu itu adalah ya itu tadi, teman adalah segalanya di atas kebenaran itu sendiri). Dan bisa jadi ada beberapa orang yang kemudian menganggap saya telah berkhianat kepadanya karena saya hanya bisa diam ketika ia disakiti oleh teman saya yang lain.

Pendeknya, rasa takut dimusuhi dan kehilangan teman menjadikan saya buta akan nilai-nilai kebenaran yang seharusnya diletakkan pada prioritas utama. Saya menjadi seorang pengecut untuk berkata benar sesuai fakta. Bahkan terlalu pengecut untuk menjadi saksi dari kezaliman yang terjadi di depan mata saya sendiri.

Sampai Akhirnya….

Berbagai peristiwa hidup membuat saya terus belajar dan berusaha mencari hikmah dibaliknya walau seringkali terlalu mahal harganya.

Teman & Musuh dalam Hidup adalah Keniscayaan. Bagi anda yang percaya konsep adanya mahluk Tuhan bernama Setan (kata ’Setan’ ini lebih tepat sebagai kata yang menunjukkan PERAN untuk membujuk manusia ke jalan keburukan, karena Setan bisa berujud jin maupun manusia) maka pasti akan meyakini pula bahwa orang yang dicintai Tuhan adalah orang yang sangat dimusuhi Setan dan sebaliknya. Dan selalu terbuka kemungkinan bahwa orang-orang yang selama ini kita anggap ’teman’ sesungguhnya telah menjalankan peran-peran ’setan’ dalam mempengaruhi kita. Juga sebaliknya, kita sendiri bisa jadi memainkan peran ’setan’ kepada teman-teman kita.

Kemudian saat ini, saya mendefinisikan teman adalah seseorang yang ketika berinteraksi dengannya (atau dalam beberapa kasus bahkan hanya cukup dengan mengingatnya) membuat kita kembali mengingat Tujuan Besar Hidup kita di dunia ini. Dan terbuka peluang bagi kita untuk berbuat sebaliknya kepadanya.

Bagi anda yg percaya Tuhan, percaya Kehidupan Setelah Mati, percaya Konsep Dosa & Pahala maka teman yg baik adalah orang yg ketika berinteraksi dengannya akan membawa anda kembali ke pertanyaan dasar tentang Hakikat Hidup dan Kehidupan anda. Pertanyaan-pertanyaan dasar seperti; “Untuk apa aku harus hidup?”, “Mengapa hidupku harus seperti ini?” mungkin akan menjadi trigger/pemicu untuk kembali menggali makna sejati tentang Hidup dan Kehidupan Diri.

Dengan definisi ‘Teman’ yang terakhir ini Insya Allah akan menjadi rangkuman dari definisi-definisi saya tentang ’Teman’ sebelumnya. Artinya, ketika saya memutuskan berteman dengan seseorang yang saya duga sebagai orang yang menularkan ‘virus’ ketaatan pada Tuhan yang saya yakini (beserta segala konsekuensi dari keyakinan tersebut) maka paling tidak orang tersebut minimal juga akan berlaku amanah terhadap ‘pertemanan’ kami. Insya Allah pertemanan atas dasar sebuah IDE yang lebih HAKIKI akan lebih immortal atau abadi. ‘Teman’ seperti ini Insya Allah juga akan ikut merasa sakit ketika kita disakiti, ikut bahagia ketika kita berbahagia, lebih setia dalam menjaga rahasia-rahasia kita, lebih berani membela ketika kita dalam bahaya. Dan setidaknya ia tak kan berkhianat.

Pipis Nikmat

 
Pernah beli jajanan di pinggir jalan kan? seperti mie ayam, bakso, soto, es doger, ketropak, tahu gejrot yang para pedagangnya memakai gerobak dengan atau tanpa roda.
Pernah iseng-iseng suka ngobrol ga ama mereka, bukan tentang berapa lama dagang, rumahnya dimana, keluarganya, pendapatannya dari hasil berdagang, atau nanya resep/racikan dari dagangannya tersebut? salah satunya paling tidak pernah ditanyakan apalagi kalo lagi iseng nungguin.
 
Tapi apakah pernah bertanya pertanyaan sepele, bagaimana jika mereka pipis, maksudnya pipisnya dimana?
Untuk yang berdagang di pusat makanan udah pasti ada fasilitas toilet umunya, yang berkeliling masih bisa cari fasum lah buat pipis ke mesjid atau wc umum, tapi buat yang mangkal tidak ada toiletnya dimanakah mereka pipis? mungkin setelah pipis dibawah pohon, lupa cuci tangan lagi langsung mengambil mie untuk direbus buat konsumen yang membeli mie ayam, atau mengelap tangannya di celana atau bahkan mengelap dengan lap yang untuk membersihkan mangkok.
 
Saya pernah beberapa kali bertanya, dan mereka menjawab dengan santai, kencing dibawah pohon, atau disamping pagar/tembok, saya tanya lagi apakah membawa air untuk membasuh bekas pipisnya atau mengelap dengan tissue, sebagian besar dari mereka jawab tidak, paling banter ya itu tadi mengelap di celana yang mereka pakai. Mungkin anda pikir saya mengada-ada dan jorok, ya ga apa tapi sesekali perlu diperhatikan hal tersebut, toh makanan yang dimakan tetap terasa nikmat 🙂