Selamat Tahun Baru Yang Telat Buat Multiply ID & Perusuh

Sebenarnya berapa sih pengguna internet di Indonesia? Ternyata menurut riset yang dilakukan oleh MarkPlus Insight (dejavu) tentang pengguna internet di Indonesia yang disebutkan ada sekitar 55 juta pengguna * Daily Social
Angka yang sangat besar, karena itu tidaklah aneh jika para Netizen juga bermain-main di ranah jejaring sosial seperti facebook yang ternyata Indonesia menempati peringkat kedua untuk pengguna terbanyak *ibtimes
Sedangkan untuk Twitter sendiri, Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai pengguna terbanyak, bahkan saat weekend juga angka untuk nge-tweet termasuk tinggi dibandingkan negara lain. *salingsilang
 
Bahkan, karena begitu bangganya Pak Prihatin sampai menyampaikan hal tersebut* didepan para pengusaha Amerikah… Please deh pak, ga penting banget, kalau kuantaitas gitu mah ga usah dibanggain kali, apa mau menunjukan bahwa user twitter kebanyakan waktu luang kali ya :p
 
Berdasarkan data seperti itu, wajar aja jika para marketer ngiler melihat peluang besar didepan mata, inilah saatnya untuk berjualan, menggarap pasar didepan mata yang terlihat bagaikan kue yang siap diiris lalu dikunyah.
Para marketer ini selain perorangan tentu saja juga dari perusahaan, salah satunya adalah Multiply ID yang gencar mempergunakan kedua media tersebut untuk beriklan. Seperti yang telah diketahui Multiply yang pada awalnya suatu jejaring sosial berubah bentuk menjadi e-commerce platform, Kenapa Multiply berubah bentuk salah satunya adalah karena
“Multiply.com adalah pasar online terbesar di Indonesia. Multiply di Indonesia memiliki 52.000 penjual (dengan 2.000 penjual baru tiap bulannya), 2,3 juta akun terdaftar dan 7 juta kunjungan unik tiap bulannya” *Wiki
 
Balik lagi keatas, gencarnya iklan yang diterus menerus dilakukan Multiply ID termasuk Digital Strategy yaitu Multiply ID memberikan iklan dan pesan untuk menjual barang atau jasa.
Kalau digital strateginya dijalankan secara frontal yaitu dengan iklan terus menerus tanpa ada sesuatu yang membuat interaksi lebih unik, maka habislah Multiply ID, untuk menghindari hal tersebut salah satu cara yang dijalankan adalah dengan kuis yang dilakukan melalui Twitter dan Facebook, cara yang lazim dilakukan oleh perusahaan untuk menggaet para pelanggan.
 
Membaca jurnalnya Anaz* tentang “like” dahulu sebelum mengikuti kuis, itu adalah hal yang wajar, karena kelebihan dari Facebook adalah adanya Fans Page yang memang digunakan untuk menjaring para fans, Multiply ID menggunakan ini sih menurut saya salah satu alasannya agar bisa muncul di Search Engine yang mana di Multiply sendiri ga friendly dengan yang namanya SEO :p
 
Selain itu sasaran yang ingin dicapai Multiply ID dengan banyaknya fans, maka viral marketing (word of mouth marketing) akan berjalan, mungkin anda akan bilang bullshit, tapi itulah kenyataannya dalam dunia marketing di sosial media, hal ini pernah saya ikuti saat bantu jadi tim rusuh untuk Fans Page nya Om Kolonel Sanders.
 
Dari semuanya diatas masih ada satu lagi strategi yang harusnya bisa dijalankan tapi ga ditoleh sama sekali oleh Multiply ID yaitu Social Strategy, dimana salah satu caranya dengan mempergunakan Mpers atau bahkan jika mungkin Komunitas MPID sebagai salah satu bagian dari Viral Marketing, mungkin masih bisa dihitung berapa yang interaksi/transaksi para blogger dengan OS, tapi hal yang ga kalah penting Multiply ID bisa mendapatkan brand awareness melalui hal tersebut, toh jika blogger terlibat apalagi puas maka akan dengan senang hati akan menyebarkan kemana-mana, minimal melalui jurnal yang ditulisnya dan misalnya ada hal ga bagus kayak gini*
para mpers yang sudah merasa memiliki maka akan saling bantu, tapi yang terjadi tidak seperti itu, akhirnya bisa dilihat apa yang terjadi pada komentar-komentar yang ada.
 
Jika Multiply ID mau melihat komen-komen yang ada jangan langsung menjudge bahwa para Blogger itu perusuh, tapi seharusnya dilihat sebagai masukan untuk perbaikan, tapi terus terang aja setelah apa yang terjadi selama ini (ga usah disebutin kasusnya) sepertinya para Blogger yang komen “pedes” (sebenarnya ini adalah hal mengkritisi, bukan nyinyir atau mem-bully) akan tetap dianggap sebagai perusuh yang menjelek-jelekan Multiply ID, dan jika dibiarkan yang akan terjadi akan seperti hal diatas tersebut.
 
Balik lagi ke Jurnal ini terlihat komentar kekesalan para blogger, tapi jika melihat lebih jauh itu sebenarnya para blogger peduli akan keadaan di Multiply dan itu yang tidak dilihat oleh Multiply ID.
Dengan banyaknya blogger yang pindah ke jejaring lain dan meninggalkan Multiply mungkin merupakan berkah bagi Multiply karena hilangnya para perusuh, itu secara kasat mata, tapi apakah pernah terbayang jika ada blogger dari sebelah yg bertanya “kenapa ga di multiply lagi?” bisa jadi akan meluncur jawaban yang berkesan negatif dari A sampai Z.
 
Ah, terlalu panjang jurnal ini… saya pribadi lebih senang jika teman-teman saya ga meninggalkan multiply, jika punya beberapa blog yang disini tetap dijalankan, karena rasa kebersamaan itu sulit untuk dihilangkan, dan saya juga sangat senang dengan teman-teman yang tetap kritis (walau dibilang perusuh) daripada ngangguk-ngangguk dan saling menimbulkan kontra antara sesama Mpers untuk hal ini.
 
Selamat Tahun Baru (yang telat) buat semua.
Advertisements

53 comments on “Selamat Tahun Baru Yang Telat Buat Multiply ID & Perusuh

  1. aih…Jurnal terbaru mas Wib tentang Nissan bikin saya kembali ke tulisan cerdas ini.dan ternyata, saya baru sadar belum liat video yang mas kasih itu :DSaya mau liat videonya dulu ya mas :)Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s