Ketika saya salah dan nyaris ngeyel

Minggu lalu saat selesai meeting dengan pimpinan salah satu majalah bisnis dan management, sempat ada joke terlontar, jadi ceritanya ada seorang teman rekan saya berasal dari Jogja bekerja di Surabaya, Nah kalau di Jawa Timur kan sudah terkenal dengan boso jawatimuran yang kebetulan teman ini tidak mengerti secara dalam, terus berceritalah kepada rekan saya
“aku ga betah pak, aku mau pindah kerja aja, habis aku ga ngerti boss ku suka bilang gini
-jancuk…. kerjamu kreatif tenan- itu boss ku ngomongnya sambil senyum-senyum, terus pas lain waktu juga bilang -jancuk kerjamu itu gimana? gini aja ga becus”
jadi aku bingung sebenarnya kerjaku itu jelek atau bagus”
Walhasil teman ini akhirnya keluar dari kerjaanya dan kebetulan ditawari pekerjaan di Amerika, tapi ga lama teman ini cerita kembali ke rekan saya “wes, aku ini bingung tenan, disini boss ku suka bilang sama aku pas ngasih kerjaan “fucking good job man, terus dia juga suka bilang You are fucking bad” aku beneran ga ngerti kerjaanku itu good, bad atau fucking” aku mau balik aja ke Jogja, bantuin simbok tani ae lah”
 
Mungkin bagi teman-teman yang asal Jawa Timur atau yang pinter bahasa Inggris bisa langsung mengerti apa maksudnya, kalau saya terusterang saja bukan berasal dari Jawa Timur dan ga ngerti bahasa Inggris perlu ekstra lebih waktu untuk mengartikan dan bisa mengerti hal tersebut.
sama seperti saat saya posting disini terus terang saya ga ngerti apa artinya itu tulisan di kaus, cuma mengartikan selintas “gue ga respek” dan saya ditegur teman dari kantor lama yang suka baca MP saya.. “kamu kasar sekali dengan menuliskan hal seperti itu”
 
Dari sini saya mulai berpikir kalau menulis sesuatu yang berhubungan dengan kalimat apalagi yang berbentuk frasa kudu bener-bener tahu artinya, jangan cuma selintas mengartikan karena bisa saja artinya jauh dari apa yang dimaksud.
Saya juga membaca jurnal tentang Whistle Blower disini diterangkan arti dari kata tersebut, jadi orang yang membaca jurnal mengerti dengan apa yang dimaksud oleh penulis jurnal.
Sebaliknya saat saya membaca jurnal tentang membesarkan multiply indonesia disini
pada komen tersebut ada kalimat “get a life” tapi ternyata arti yang dimaksudkan ternyata berbeda dengan arti yang sebenarnya, hal itu diterangkan oleh mbak Irma.
 
Dalam bahasa indonesia pun juga ada frasa yang artinya negatif, hal ini pernah saya alami dengan beberapa teman ditempat lama, kami biasa saling email dan pada suatu saat membahas tentang personal branding, disini saya berkata agar kita untuk menjual diri agar mendapat uang lebih banyak, dari sekian teman tersebut ada yang protes dan bilang kalau saya dan teman2 dari riset sangat kasar, kebetulan teman yang protes tersebut dari bagian finance. Dan saya baru menyadari setelah ditegur, karena tidak semua yang ikut dalam email adalah orang riset yang berhubungan dengan bahasa marketing.
Apakah saya dan teman-teman riset merasa marah dibilang kasar? tidak, saya dan teman-teman riset tidak marah karena kami menyadari bahwa penerima email itu adalah semua teman-teman dari berbagai lintas divisi, justru dengan adanya hal tersebut saya dikoreksi, saya sih ga ngeyel mempertahankan pendapat kami karena saya yang salah dan memang berada pada forum lintas divisi, lain halnya jika hanya divisi riset saja yang berkata seperti itu, karena kami saling mengerti.
 
Dan saya juga menyadari bahwa ada kalimat yang salah dengan bilang “Kita menjual diri” sekali lagi “kita” itu adalah bahasa yang ditujukan untuk semua yang terlibat dalam email lintas divisi, padahal belum tentu semuanya mengerti dan setuju dengan maksud tersebut, memang seharusnya saya gunakan kalimat nama saya sendiri serta saya sebutkan nama yang lain satu persatu (yang mengerti) atau saya sebutkan divisinya.
 
Kesimpulannya sih (buat saya, terserah jika yang membaca setuju atau tidak) mau nulis dimanapun saat membahas sesuatu jika ada hal yang samar atau berindikasi membuat salah tafsir lebih baik dijelaskan lebih dahulu, apalagi untuk kalimat dari bahasa asing yang belum tentu arti sebenarnya sesuai dengan apa yang dimaksud.
 
Selamat bekerja kembali, dan selamat membuat kopi karena ini adalah “jam ngantuk”
*ini juga frasa yang salah.. mana aja jam ngantuk.. :p :p “
Advertisements

117 comments on “Ketika saya salah dan nyaris ngeyel

  1. anotherorion said: hahahaha dadi ongko 4 neng cino karo pelafalan kata mati ki yo mirip to? ngebayangke wong padu goro2 ngucapke kata2 kuwi

    ho oh.bukan cuma angka 4, tapi juga angka 10, 14, 44 yang pelafalannya mirip. Nek padu yo enggak juga seh, paling dipendeliki. hihihihi…

  2. prajuritkecil said: Wah… Postingan bersayap tambah2 bikin multitafsir yaaa

    Ini ga bersayap kok mbak, ini lagi belajar tentang frasa dan kalimat yang berkonotasi negatif… coba cek lagi yg multitafsir itu dimananya?

  3. cambai said: eh beneran ya.. om wib jarang serius…:P hehehe aih ini bukan berujud penulis, tapi inget omongan nyokap uni dulu, kalau udah bisa nyampein sesuatu via tulisan dan apa yang ditulis sama dengan yang dibaca pembaca, terus si pembaca tak bosan membacanya, berarti udah nyampe pesan yang disampaikan…ternyata oh sulitnya minta ampun ya om..btw… cerita om di bagian atas itu menggelitik banget, kisah nyata atau sekedar contoh buatan om>?

    iya Uni, teman-teman yang sering kontak juga bilang gitu, saya ga pernah serius.. :Dkalau untuk bacaan yang saya ga bosen bacanya cerita2 yang mengandung hikmah dan cerita2 lucu… penulisnya bisa menyampaikan pesan yang saya ingat terus heheheItu hanya cerita antara rekan kerja saya dan pimpinan majalah, saya juga ga nanya langsung… tapi kmungkinan hal itu benar2 juga ada

  4. penuhcinta said: Wahhh! Horeeee! Suminten disebut2 namanyaaaa! Asyik..asyik… ngetop…ngetoppp!

    saya cek berulang kali ga ada menyebut nama suminten, kayaknya mbak Irma salah lapak deh :p

  5. wishknew said: Lost in translation. :)Interesting posting though.

    iya mas.. saya pun sangat sering…. :Dkalau bahasa software salah translate bisa bahaya ga mas?

  6. wib711 said: saya cek berulang kali ga ada menyebut nama suminten, kayaknya mbak Irma salah lapak deh :p

    Ha…ha…ha… kembarannya Sum ada tuh, jadi ya Sum merasaaa…. berarti Sum sensitif dong ya…hi…hi…hi.

  7. eh, emang ‘get a life’ bisa diartikan lain ya, selain yang bermaksud mencemooh itu? aku begitu denger/baca ‘get a life’ konotasinya langsung ke satu arti tuh. jadi malah bingung kok bisa diartikan lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s