Lelakon hari ini

Lelakon hari ini jadi IT Man Palsu, pasang jaringan buat adek-adek yang bakal bantuin riset.
kemarin baru sempat setting satu PC tapi keburu ngantuk akhirnya pulang, nah siang ini mulai lagi, satu PC udah bisa.
Pas mo setting lagi buat lainnya ga bisa, dua jam bolak balik ngecek, semua langkahnya udah sama, tetep aja ga bisa nyambung,
pas nge-ping dari PC yang udah disetting ga bisa connect, lupa ternyata pas tadi mau makan siang listrik sempat mati, dan server ga dinyalain lagi, ya jelas aja ga bakal mau nyambung.
#tendang2server

 

 
 
Advertisements

Mandi Basah

Nah hari ini lagi rame karena Jokowi beserta wawali, sekda dan ketua DPRD serta dido’akan rohaniawan dari 6 agama, mengadakan ritual Jamasan untuk Esemka, banyak pro dan kontra akan hal ini.
img6234609
 
 
Mungkin kalau lihat dari slogannya Solo’s Future is Solo’s Past ya ga salah juga, lha bisa aja itu maksudnya menggabungkan kebudayaan masa lalu dengan tujuan masa depan yang diwakili oleh Esemka.
Sebenernya sih kalau mau ga kontra gampang aja, ritual jamasan dengan kembang 7 rupa diganti dengan 7 macam merek shampoo pencuci mobil, ritual mencuci dilakukan oleh para wanita cantik
dan sexy kayak gini dijamin bakal banyak yang datang untuk melihat dan makin banyak yang meliput.
cuci-mobil-1
 
Sumber : Otodetik
 
 
Pasti ada alasan tertentu dengan dilakukan hal tersebut, nah kalo yang penasaran kan bisa tanya langsung ama Jokowi sang walikota @jokowi_do2 , ingat ya.. itu akun twitter lho..
Jangan salah nanya ke idsupport@multiply.com ya, kalo nanya kesitu berarti salah alamat, kalo mau tanya kesitu yang berhubungan dengan pasartempat multiply kayak yang dilakukan Mbak Dep saat merasakan pertamakali disini 😀
 
Baiklah…. Selamat beraktifitas dan jangan lupa buat pria muslim untuk melaksanakan ibadah shalat jum’at, dan paling enggak mandi dulu sebelum ke masjid, tapi ga usah jamas pakai kembang 7 rupa ya apalagi ditambah pakai air dari 7 sumber mata air, bikin ribet aja 🙂

Gembok

Kemarin saya janji dengan teman lama, saat datang kekantor ternyata dia sudah tidak dikantor tapi diwarnet daerah kebon baru karena inet dikantornya sedang down dan dia butuh mengirim file kebeberapa daerah.
Akhirnya saya numpang nge-charge hp, setelah itu diboncengkan oleh OB nya menuju warnet tersebut. Sampai warnet setelah bertemu, saya baru ingat meninggalkan hape yang saya charge tsb, Teman saya telp OB untuk minta tolong mengantarkan barang yang tertinggal ke warnet, tapi HP nya tidak aktif, akhirnya saya meminjam motor teman saya kembali menuju kantor tersebut.
 
Sampai diwarnet, saya kembalikan kunci motor ke teman saya, pekerjaannya masih belum selesai, masih ada yang di revisi, dan dia mengeluarkan gembok dari dalam tas nya, meminta tolong saya untuk menggembok motornya.
Saya ambil lalu, lalu saya keluar dan menggembok tepat di Cakram.
Sambil menunggu, saya ngobrol dengan teman saya, rupanya ada seorang bapak yang merasa terganggu dan memarahi saya “kalau mau ngobrol jangan disini, berisik.. sana ngobrolnya diluar”
Teman saya rada sewot dan dibalas “itu suara anak-anak yang main game lebih kenceng, tapi bapak ga marahin mereka”
Bapak tersebut makin sewot “kamu mau ngelawan ya, mereka kan anak-anak, wajar kalo rame”
Saya akhirnya menendang kaki teman saya agar kita mengalah saja, toh kalau diladeni kita berarti sama warasnya dengan jembatan ambrol eh sama bapak tersebut :p
 
Setelah selesai, saya dan teman saya keluar, di parkir warnet sedang ramai, banyak orang mengerumuni motor disebelah motor teman saya, dan ternyata bapak yang memarahi kami sedang bertolak pinggang sambil misuh-misuh
“dasar anjing, siapa ini orang yang gembok motor saya“, penjaga warnet yang turut keluar hanya diam.
Akhirnya si bapak tersebut mengeluarkan uang dan meminta tolong tukang ojek untuk membeli gergaji besi.
Saya langsung meminta kunci motor dari teman dan saya keluarkan motornya tentu saja tanpa membuka gembok, karena saya salah memasang gembok di motor bapak tersebut yang kebetulan jenis dan warnanya sama yaitu Vega R.
Akhirnya saya janji keteman saya untuk mengganti gemboknya, tapi teman saya malah bilang “kalau tau gitu tadi pasangin 10 gembok aja mas, biar sampe tengah malam tuh digergaji”
 
Pesan moralnya sih kudu ati-ati buat menggembok motor sama ati-atinya kalau mau menggembok hati wanita :p :p :p

Komunitas Para “Orang Gila”

Pada jurnal yang lalu saya menuliskan tentang komunitas* yang mempunyai suatu kesamaan sebagai user dari suatu produk tertentu, nah selain itu ternyata banyak “orang gila” yang tergabung dalam komunitas yang bukan user dari suatu produk/jasa tertentu, melainkan kesamaan untuk peduli dan berbagi dengan sesama (yang bukan orang gila).
 
Anggota komunitas tersebut dibilang gila karena kadang kalau menurut pandangan secara logika mereka kok ya mau bersusah payah untuk ikutan peduli ama orang lain, kan lebih baik memanfaatkan waktu dan materi untuk kehidupan pribadinya daripada untuk orang lain yang bahkan belum tentu dikenal.
Tapi, itulah hebatnya mereka ga pakai pamrih mau membantu, banyak cibiran jalan terus karena didalam hati mereka terdapat satu ruang yang berisikan kepedulian.
Yang Hadir
 
Sabtu lalu, para “orang gila” dari berbagai macam komunitas tersebut berkumpul bahasa kerennya gathering, saa terkejut karena para “orang gila” tersebut ada yang masih SMP dan SMA, tapi mereka mau meluangkan waktu disela-sela waktu sekolah untuk berbagi.
 
Pembukaan oleh Bayu Gawtama
 
 
Relawan dari Bandung
 
 
Komunitas Lebah (semanis madu :p)
 
Disini juga saya bertemu kembali dengan bude Kiswanti, Jadi ingat saat pertama kali bertemu dengan Bude dan adek2 dari Warabal.
yang masih ingat dengan saya, padahal sudah hampir lima tahun, dan beliau menceritakan anak yang saya gendong saat itu sekarang sudah kelas 4 SD 😀
Bude Kiswanti & Bang Iroel
 
 
Sahabat Peduli
 
 
Hal yang menarik adalah adik-adik dari SMA di bogor dengan gerakan 1000 senyum, gerakan ini bukan memberikan senyum ke 1000 orang atau senyum bareng 1000 orang lalu difoto dan dimasukan ke jejaring sosial, tapi ini adalah gerakan yang menggagas untuk mengumpulkan uang dari tiap pelajar sebanyak Rp 1000 setiap minggu, kecil memang dibanding uang jajan mereka, tapi besar artinya, jadi dari rupiah yang terkumpul mereka gunakan salah satunya untuk perbaikan sarana umum yaitu mushala.
 
Jadi malu ama anak-anak SMA itu… *ngintip dari balik jendela*
 



baiklahh…. Selamat makan siang dan istirahat sejenak sebelum beraktifitas kembali 🙂
 

Anda Siapa?

Lupa dengan orang itu biasa terjadi, seperti saat Ultah MPID tahun lalu, saya terlupa dengan Ai yang pernah bertemu, lupa nama om Dedy padahal sering liat foto najisnya dimana-mana.
 
Dan ternyata ga butuh waktu lama saya mendapatkan balasan, saat acara pestawirausaha saya mengunjungi booth nya omali, saya sapa apa kabar, dan dijawab baik, dari sini omali kelihatan bingung, saya ini sebenarnya siapa?.
Perbincangan berlanjut, Omali menanyakan rambut saya kok tidak gondrong? saya bingung, karena saya bertemu omali hanya saat ultah MPID dan hanya sempat bertanya kabar, dan rambut saya sudah tidak gondrong lagi, saya menangkap omali masih meraba siapa ini lawan bicaranya, mau menanyakan nama langsung pasti malu lah 😀
 
Lalu saya menanyakan apakah ada MPers yang sudah datang, omali bilang belum ada, kecuali Ai yang katanya akan datang.
Saya sebenarnya hanya ingin memberikan clue kalau saya ini mpers juga, dari hal tersebut, omali sudah tidak terlalu kaku, mulai mencair tapi tetap saja masih bingung terlihat diwajahnya.
 
Setelah ngobrol kesana kemari, lalu saya bilang akan memotret omali untuk saya kirimkan ke group bb nya MP, dari sini omali tersenyum sumringah, karena sudah mendapat jawaban secara tidak langsung, dalam group itu hanya ada 3 pria, omali, om Dedy dan saya, lainnya emak-emak semua :p
baru deh omali berbicara yang menunjukan dia kenal siapa saya “ente masih seneng aja pakai hitam-hitam”
 
Disatu sisi saya mau memberitahu omali dari awal, tapi disisi lain saya tersenyum kecut bahwa ini sepertinya balasan karena saya juga pernah seperti omali, yang lupa dengan nama teman 🙂
 
Sudah jam satu.. saatnya kembali kerja…. Selamat bekerja buat semuanya, semoga teman-teman tidak lupa dengan kenalan atau teman yang sudah lama tidak berjumpa 🙂

Komunitas – Pagar Kerjasama dengan Tanaman

Sebuah komunitas bisa lahir karena adanya satu persamaan dan rasa memiliki terhadap kesamaan tersebut tentu saja juga ditambah dengan interaksi antar para pelakunya hingga terjalin suatu hubungan yang positif tentu saja.
 
Banyak sekali contoh sekali komunitas yang eksis dan guyub, ada yang berawal dari pecinta produk tertentu, lalu berinteraksi melalui mailing list adapula tanpa mailing list atau web tapi terus berinteraksi.
Pembuatan komunitas terhadap suatu Brand biasanya ada yang melalui izin terhadap Brand tersebut dan ada yang tidak melalui izin.
Contoh yang tidak melalui izin dan banyak terjadi adalah dibidang otomotif.
 
Saya beri contohnya para rider pencinta kalajengking yang sering berinteraksi melalui mailing list (Milys), disini terbentuk tanpa izin dari pihak Yamaha sebagai pemilik Brand, karena Yamaha sendiri juga sudah punya wadah yaitu YSC dibawah YRC.
Tapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pihak Yamaha, karena secara ga langsung juga membuat Brandingnya makin terkenal. Komunitas terbentuk awalnya tanpa ad/art tapi tetap bisa berjalan dan hal ini dilihat oleh salah satu Brand yaitu PT Tarakusuma Indah selaku Produsen beberapa merek Helm, dan menjadikan komunitas pecinta kalajengking sebagai Brand Ambassador untuk merek INK. Mereka memberikan 100 buah helm untuk komunitas dengan logo komunitas, nah para pecinta kalajengking saja yang mempunyai nomor teregistrasi sudah lebih dari 700 member, belum lagi yang hanya simpatisan tampa mempunyai no. anggota.
Jadi 100 member yang mendapatkan helm diharapkan akan menjadi corong word of mouth, dan itu terbukti dengan pesanan dari anggota komunitas.
Bagaimana dengan pihak Yamaha sendiri, apakah mereka merasa dirugikan? tentu tidak karena mereka juga mempunyai wadah sendiri dan diterangkan dengan jelas merek-merek apa saja yang termasuk dalam wadah YRC tersebut, justru mereka secara tidak langsung juga mendapat promosi gratis bahwa ada komunitas diluar wadah yang bisa melakukan kegiatan dan menggunakan produk mereka, bahkan ada beberapa orang dari pihak Yamaha yang merupakan anggota komunitas, jadi segala aspirasi mengenai keinginan pencinta kalajengkin, saran masukan mereka dengarkan, tampung dan dilakukan perbaikan, kerap jika ada hajatan undangan juga dikirimkan ke komunitas tersebut, mereka turut merangkul walau komunitas pencinta kalajengking adalah orang-orang yang lebih bebas tapi secara ga langsung juga merupakan bagian dari Rider Yamaha.
Saya sendiri ikut komunitas ini karena awalnya berkenalan dengan black doel salah satu dengan no member 012, saat itu saya masih asyik masyuk dengan Thunder 250, tapi setelah diskusi dan diajak melihat secara langsung komparasinya akhirnya saya terkena racun kalajengking dan turut ikut serta dalam komunitas bahkan bisa menjadi racun bagi 3 orang teman yang menjual tunggangan mereka untuk beralih. secara tidak sadar saya juga menjadi corong bagi pihak Yamaha terhadap merek kalajengking 🙂
 
Contoh lain adalah komunitas para pembaca majalah Cosmopolitan, komunitas ini terbentuk dari Tiara Gunawan (@gwsukaoranye) yang membuat mailing list dan meminta izin terlebih dahulu kepada pihak Majalah, setelah diizinkan lalu dibuatlah milis tersebut.
Milis tersebut biasa disebut dengan nama Milco, awalnya masih dihandel oleh Tiara, untuk kegiatan online dan offline. Untuk kegiatan online tentu saja terdapat diskusi mengenai topik yang sedang in atau berbagai macam topik lainnya, untuk offline uniknya Tiara mengajak member berpartisipasi sebagai EO, jadi semuanya dikerjakan bersama, tapi setelah makin membesar akhirnya pihak Majalah mengambil alih. Mengambil alih bukan secara paksa, tapi mereka juga melihat milco ini sebagai komunitas yang mempunyai value, selain sebagai pembaca yang pastinya membeli juga sebagai asset yang bisa dijual keluar.
Jika membaca majalah Cosmopolitan sudah tentu berbicara tentang gaya hidup dan ini tidak lepas dari Brand yang ada didalamnya. Hal ini yang dilakukan oleh pihak Cosmopolitan bekerjasama dengan komunitas dan brand untuk membuat event.
Contoh terakhir adalah kerjasama antara Cosmopolitan-Milco-Starbuck untuk membuat kelas memasak.
Sayangnya saya tidak bisa ikut padahal udah diajak oleh Tiara, Teringat waktu pertamakali gabung tahun 2004, mengadakan event ke Jogja sekaligus charity sudah ada Brand besar yang turut bekerjasama salah satunya yang saya ingat adalah Blue Bird dan dari organisasi lain yaitu Rotaract.
 
Dari dua hal diatas, bisa dilihat bagaimana pemilik Brand dari komunitas secara tidak langsung mendapatkan iklan gratis kalau bahasa yang dikenal sekarang adalah pencitraan terhadap brand nya, dan untuk Brand lain juga bisa merangkul komunitas sebagai brand ambassador. tapi bisa dilihat, semua itu terjadi dengan adanya komunikasi antara pihak pemilik Brand dan Komunitas yang berlangsung dengan baik, bukan hanya komunikasi searah antara pihak komunitas dengan tembok eh jembatan eh pihak pemilik brand maksud saya 🙂
 
Jadi kangen sama black doel n Tiara.. dan ternyata keduanya saling mengenal tanpa saya tahu… bisa dibayangkan jika misalnya salah satu diantaranya tidak puas dengan brand komunitasnya, lalu saling bercerita, bisa dilihat efek yang ditimbulkan karena kedua orang tersebut adalah pentolan dimasing-masing komunitasnya.
Yang saya salut dengan keduanya mereka juga membangun komunitas (dibantu teman-teman lainnya tentu saja) tanpa ada keinginan rebutan kursi untuk masuk dalam lingkaran perusahaan pemilik brand atau bertindak dengan anggota komunitas lainnya sebagai geng yang mengacau, justru mereka bekerjasama dengan baik.
 
Terakhir, komunitas yang saya ikuti adalah komunitas (blogger) di mul
tiply, saya rasa mau membandingakn dengan dua komunitas lainnya kok ga ada ide. 😀
Mungkin teman-teman punya cerita tentang komunitas (blogger) multiply (MPID)? silakan dibuat postingannya, siapa tahu ada yang tertarik membaca dan malah dijadikan lomba menulis “antara aku dan komunitas MPID” lalu memberikan hadiah kan lumayan 🙂
 
Selamat hari jum’at, selamat menikmati libur sabtu-minggu 🙂

Kualat

Sebenernya ini ga ada korelasinya, tapi kalau diingat-ingat bikin mikir walau ga penting-penting banget.
Jadi waktu SMP dulu, saya pernah dihukum oleh guru matematika karena ketahuan memanjat tembok sekolah SD diseberang sekolah, dan akibatnya saya beserta beberapa teman “nangkring” di tiang depan ruang guru sekitar setengah jam, persoalan lain saya juga pernah memberikan contekan kepada seorang teman, dan guru matematika tersebut mendekati saya, duduk disebelah saya lalu memperbandingkan dengan kakak saya yang juga pernah diajarnya, dari situ saya benci dengan pelajaran matematika dan juga dengan gurunya.
 
Saat SMA, saya pernah mendebat guru matematika tentang pembuatan bujursangkar, jadi kami diminta membuat bujursangar dari besi, saya bilang diameter besinya makin besar otomatis mempengaruhi diagonal yang berpengaruh pada volume, guru saya bilang ga ada pengaruhnya, tapi karena kadung ribut, ujung-ujungnya saat pembagian raport saya mendapat nilai 5, satu-satunya angka bertinta merah yang saya peroleh selama sekolah. Saya benci setengah mati dengan guru tersebut, untung saja semester berikutnya guru matematika diganti oleh guru wanita yang cantik, dan karena kelamaan menatap wajah cantiknya saya disuruh maju untuk mengerjakan soal, plus dapat bonus dibilang bego, padahal soal saya kerjakan dengan benar hanya kurang satu angka dibelakang koma saya hanya menuliskan dua desimal, tidak mendengar yang diminta tiga desimal. makin ga suka saja saya dengan matematika.
 
Ketika kuliah, saat final test MK Statistik teman-teman saya nyontek berjamaah, dan kebetulan saya berada diantara para nyonteker tersebut, saat nilai keluar saya mendapat C, saat konfirmasi dibilang bahwa saya ikutan kaum nyonteker, mangkel rasanya, argumentasi malah ga diterima, akhirnya saya mengulang tapi dengan dosen yang berbeda.
Disini saya berpikir, kenapa sih selalu ada masalah dengan guru dan pelajaran matematika, benci banget pokoknya dengan yang berhubungan dengan Matematika dan statistik, tapi kayaknya saya kuwalat, pekerjaan saya ternyata berhubungan dengan data dan hitung menghitung alias statistik…
Beneran kualat kayaknya nih… kudu minta ampun saya sepertinya nih agar ga mumet kalo ngadepin angka 😀
 
Masih ada waktu buat tidur sebelum ngeliat ernestprakasa “manggung” disini