Komunitas – Pagar Kerjasama dengan Tanaman

Sebuah komunitas bisa lahir karena adanya satu persamaan dan rasa memiliki terhadap kesamaan tersebut tentu saja juga ditambah dengan interaksi antar para pelakunya hingga terjalin suatu hubungan yang positif tentu saja.
 
Banyak sekali contoh sekali komunitas yang eksis dan guyub, ada yang berawal dari pecinta produk tertentu, lalu berinteraksi melalui mailing list adapula tanpa mailing list atau web tapi terus berinteraksi.
Pembuatan komunitas terhadap suatu Brand biasanya ada yang melalui izin terhadap Brand tersebut dan ada yang tidak melalui izin.
Contoh yang tidak melalui izin dan banyak terjadi adalah dibidang otomotif.
 
Saya beri contohnya para rider pencinta kalajengking yang sering berinteraksi melalui mailing list (Milys), disini terbentuk tanpa izin dari pihak Yamaha sebagai pemilik Brand, karena Yamaha sendiri juga sudah punya wadah yaitu YSC dibawah YRC.
Tapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pihak Yamaha, karena secara ga langsung juga membuat Brandingnya makin terkenal. Komunitas terbentuk awalnya tanpa ad/art tapi tetap bisa berjalan dan hal ini dilihat oleh salah satu Brand yaitu PT Tarakusuma Indah selaku Produsen beberapa merek Helm, dan menjadikan komunitas pecinta kalajengking sebagai Brand Ambassador untuk merek INK. Mereka memberikan 100 buah helm untuk komunitas dengan logo komunitas, nah para pecinta kalajengking saja yang mempunyai nomor teregistrasi sudah lebih dari 700 member, belum lagi yang hanya simpatisan tampa mempunyai no. anggota.
Jadi 100 member yang mendapatkan helm diharapkan akan menjadi corong word of mouth, dan itu terbukti dengan pesanan dari anggota komunitas.
Bagaimana dengan pihak Yamaha sendiri, apakah mereka merasa dirugikan? tentu tidak karena mereka juga mempunyai wadah sendiri dan diterangkan dengan jelas merek-merek apa saja yang termasuk dalam wadah YRC tersebut, justru mereka secara tidak langsung juga mendapat promosi gratis bahwa ada komunitas diluar wadah yang bisa melakukan kegiatan dan menggunakan produk mereka, bahkan ada beberapa orang dari pihak Yamaha yang merupakan anggota komunitas, jadi segala aspirasi mengenai keinginan pencinta kalajengkin, saran masukan mereka dengarkan, tampung dan dilakukan perbaikan, kerap jika ada hajatan undangan juga dikirimkan ke komunitas tersebut, mereka turut merangkul walau komunitas pencinta kalajengking adalah orang-orang yang lebih bebas tapi secara ga langsung juga merupakan bagian dari Rider Yamaha.
Saya sendiri ikut komunitas ini karena awalnya berkenalan dengan black doel salah satu dengan no member 012, saat itu saya masih asyik masyuk dengan Thunder 250, tapi setelah diskusi dan diajak melihat secara langsung komparasinya akhirnya saya terkena racun kalajengking dan turut ikut serta dalam komunitas bahkan bisa menjadi racun bagi 3 orang teman yang menjual tunggangan mereka untuk beralih. secara tidak sadar saya juga menjadi corong bagi pihak Yamaha terhadap merek kalajengking 🙂
 
Contoh lain adalah komunitas para pembaca majalah Cosmopolitan, komunitas ini terbentuk dari Tiara Gunawan (@gwsukaoranye) yang membuat mailing list dan meminta izin terlebih dahulu kepada pihak Majalah, setelah diizinkan lalu dibuatlah milis tersebut.
Milis tersebut biasa disebut dengan nama Milco, awalnya masih dihandel oleh Tiara, untuk kegiatan online dan offline. Untuk kegiatan online tentu saja terdapat diskusi mengenai topik yang sedang in atau berbagai macam topik lainnya, untuk offline uniknya Tiara mengajak member berpartisipasi sebagai EO, jadi semuanya dikerjakan bersama, tapi setelah makin membesar akhirnya pihak Majalah mengambil alih. Mengambil alih bukan secara paksa, tapi mereka juga melihat milco ini sebagai komunitas yang mempunyai value, selain sebagai pembaca yang pastinya membeli juga sebagai asset yang bisa dijual keluar.
Jika membaca majalah Cosmopolitan sudah tentu berbicara tentang gaya hidup dan ini tidak lepas dari Brand yang ada didalamnya. Hal ini yang dilakukan oleh pihak Cosmopolitan bekerjasama dengan komunitas dan brand untuk membuat event.
Contoh terakhir adalah kerjasama antara Cosmopolitan-Milco-Starbuck untuk membuat kelas memasak.
Sayangnya saya tidak bisa ikut padahal udah diajak oleh Tiara, Teringat waktu pertamakali gabung tahun 2004, mengadakan event ke Jogja sekaligus charity sudah ada Brand besar yang turut bekerjasama salah satunya yang saya ingat adalah Blue Bird dan dari organisasi lain yaitu Rotaract.
 
Dari dua hal diatas, bisa dilihat bagaimana pemilik Brand dari komunitas secara tidak langsung mendapatkan iklan gratis kalau bahasa yang dikenal sekarang adalah pencitraan terhadap brand nya, dan untuk Brand lain juga bisa merangkul komunitas sebagai brand ambassador. tapi bisa dilihat, semua itu terjadi dengan adanya komunikasi antara pihak pemilik Brand dan Komunitas yang berlangsung dengan baik, bukan hanya komunikasi searah antara pihak komunitas dengan tembok eh jembatan eh pihak pemilik brand maksud saya 🙂
 
Jadi kangen sama black doel n Tiara.. dan ternyata keduanya saling mengenal tanpa saya tahu… bisa dibayangkan jika misalnya salah satu diantaranya tidak puas dengan brand komunitasnya, lalu saling bercerita, bisa dilihat efek yang ditimbulkan karena kedua orang tersebut adalah pentolan dimasing-masing komunitasnya.
Yang saya salut dengan keduanya mereka juga membangun komunitas (dibantu teman-teman lainnya tentu saja) tanpa ada keinginan rebutan kursi untuk masuk dalam lingkaran perusahaan pemilik brand atau bertindak dengan anggota komunitas lainnya sebagai geng yang mengacau, justru mereka bekerjasama dengan baik.
 
Terakhir, komunitas yang saya ikuti adalah komunitas (blogger) di mul
tiply, saya rasa mau membandingakn dengan dua komunitas lainnya kok ga ada ide. 😀
Mungkin teman-teman punya cerita tentang komunitas (blogger) multiply (MPID)? silakan dibuat postingannya, siapa tahu ada yang tertarik membaca dan malah dijadikan lomba menulis “antara aku dan komunitas MPID” lalu memberikan hadiah kan lumayan 🙂
 
Selamat hari jum’at, selamat menikmati libur sabtu-minggu 🙂
Advertisements

72 comments on “Komunitas – Pagar Kerjasama dengan Tanaman

  1. srisariningdiyah said: Eh lombanya dijadiin aja tuh, menyambut ultah april, tapi spt biasa bagi2 hadiahnya juli or agustus donk.. *ga mau rugi kalo ga bisa dateng hbs lairan*

    Usulan bagus, entar gwe cari sponsor dulu Rie…. mayan kan buat hadiah…

  2. srisariningdiyah said: Eh baru nyadar.. Jadwal tije lahir kira2 deketan ama ultah mpid… wackkk tije bakal jadi tukang oot juga!

    jadi namanya : Ooter Multije Patonidiyah :p

  3. Lah, saya belum lama di empe, embuh gak tahu gak punya ideOwh iya, tahunya di kompasiana juga banyak komunitasnya ternyataAda Canting, 1000 burung kertas, Planet kenthir, Desa Rangkat, Cengengesan Family wis, akehlah

  4. wib711 said: Ooter Multije Patonidiyah :p

    hahahaha namanya unik nihdan berhubung mbak Ari maunya dimulai dari Bya tinggal titambahin “B” depannya lahBooter Multije Patonidiyah

  5. rengganiez said: jadi mesem2 denger ada yang nyeletuk kok ada yah yang sering banget nulis soal mulpid, begitu cintanya po yah wkwkwkwkwk..

    siapa siapaaaaaaaaayang bilang begini?

  6. fightforfreedom said: Komunitas yg baik, secara tidak langsung akan mengangkat sebuah brand / merk.Jadi, kalo dianggap ampuh mengerek popularitas brand / merek, maka seharusnya komunitas itu tidak dianggap sebelah mata, perlu diadakan jalinan kerjasama yg saling menguntungkan, misalnya kerjasama dalam hal bisnis, kegiatan sosial, dll.

    Dan dalam kerja sama yang baik tentunya dibutuhkan komunikasi yang baik juga. Komunikasi dua arah, bukan komunikasi ala tembok dan jembatan ambrol.

  7. srisariningdiyah said: mpid persamaan anggotanya tukang OOTPertahankan!

    bwhahahahaha….Ketua APJ angkat bicara. yang belum tau APJ = Aliansi Perusak Jurnal alias OOTer.

  8. wib711 said: saat itu saya masih asyik masyuk dengan Thunder 250, tapi setelah diskusi dan diajak melihat secara langsung komparasinya akhirnya saya terkena racun kalajengking dan turut ikut serta dalam komunitas bahkan bisa menjadi racun bagi 3 orang teman yang menjual tunggangan mereka untuk beralih. secara tidak sadar saya juga menjadi corong bagi pihak Yamaha terhadap merek kalajengking 🙂

    Pengkianat nan kejaaaaamm!*Nunggang geledhek sambil ngunyak kalajengking goreng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s