Hak untuk orang lain

Rabu pagi, saya diberitahu bahwa kawan lama bapak sesama bikers yang hobby balapan dijalur Priok-Komdak waktu muda dulu, meninggal dunia karena sakit lever, malamnya saya diceritakan kembali, saat para tetangga dan pengurus RT/RW menyiapkan untuk penguburannya, ada seorang pengepul barang bekas yang sering berkeliling dikampung kami turut takziah, saya memanggilnya Babeh karena memang tidak tahu namanya, usianya sekitar 50tahun, si Babeh ini adalah pengepul langganan yang rutin menyambangi kami untuk membawa koran-koran dan majalah bekas dari rumah.
 
Saat ada pengurus RT yang kebagian berangkat ke TPU Pd. Kelapa untuk mengurus administrasi serta mengurusi pekerjaan para penggali kubur, si babeh minta ikut, gerobaknya ditinggalkan dekat rumah almarhum.
ketika urusan administrasi selesai, babeh ga ikutan balik dan minta ditinggalkan saja, ternyata si babeh membantu tukang gali untuk menggali kuburan, saya jadi ingat saat tahun lalu ada tetangga meninggal dunia dan akan dikuburkan dipemakaman keluarga (kampung tempat tinggal saya masih banyak pemakaman keluarga yang berada dekat rumah) , si babeh turut membantu menggali kubur, dan saat saya tanyakan kenapa jika saat ada yang meninggal dan babeh sedang berkeliling babeh takziah dan turut membantu mengurus pemakaman bagi yang meninggal dunia, dan jawabannya seolah diluar logika, “saya mah bisa bantunya cuma tenaga aja, dan kalo saya meninggal nanti ga ada yang bantuin ngurusin gimana? ini kan itung-itung menabung kalo saya meninggal nanti kan kita juga ada haknya sama-sama orang muslim
 
Sederhana sekali, tapi sangat dalam maknanya.
 
*Selamat makan siang semuanya, dan jangan lupa shalat jumat bagi para lelaki muslim.
Advertisements

Nissan vs Konsumen

Membaca berita tentang Nissan vs Ibu Ludmilla, saya jadi teringat dengan komen saya untuk mbak Katerina di jurnal perusuh ini
 
Balik lagi ke berita tentang Nissan, awalnya Pak Aryo komplain karena tidak puas terhadap konsumsi bahan bakar pada Nissan March-nya dengan membuat stiker dan ditempelkan dipintu mobilnya.
 
Pict : Sumber
 
Intinya Pak Aryo protes dengan konsumsi BBM mobilnya yang dirasa jauh dari yang di iklankan Nissan yaitu 21,8km/liter.*detik
Bahkan akhirnya ada seorang konsumen lainnya yaitu Ibu Ludmila melakukan gugatan kepada Nissan agar kembali membeli mobilnya karena dianggap tidak jujur dalam beriklan **Detik
tapi pihak Nissan menuntut balik ibu Ludmilla ***detikoto
 
Ada yang aneh? tidak, itu adalah proses yang biasa dilakukan jika salah satu pihak yang dirugikan akan balik menuntut. Tapi jika dilihat dari sudut Word Of Mouth Marketing, sudah jelas Nissan mendapat black campaign.
1. Stiker yang dibuat dan ditempel Pak Aryo itu sangat efektif mengkampanyekan tentang hal ga bagus buat Nissan March, secara ga langsung pak Aryo telah bertindak sebagai detractor terhadap produk Nissan March yang dimilikinya.
2. Ada pengaruh terhadap user lain, yaitu ibu Ludmilla yang akhirnya mengajukan gugatan terhadap Nissan melalui BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, dan dimenangkan oleh ibu Ludmilla, saat ini jika melihat berita yang ada, sedang menunggu apakah pihak Nissan akan melakukan kasasi atau tidak.
3. Para pemilik Nissan March yang tergabung dalam “peduli Nissan March Irit” akan melakukan gugatan Class Action, tinggal ditunggu bagaimana kelanjutannya.
 
Ada baiknya memang pihak Nissan harus “belajar” dari hal ini.
Jika pihak Nissan mengklaim berita tentang “keiritan” bukan dari pihaknya tapi dari Media yang melakukan test drive, tapi bukti yang dipunyai ibu Ludmilla dengan brosur yang dimilikinya berkata lain. Toh jika memang Nissan menganggap itu adalah berita jurnalistik, dan itu tidak sesuai dengan fakta bisa saja Nissan memberikan pengumuman, tapi mana lah mau hal tersebut dilakukan, karena hal tersebut adalah “pencitraan” terhadap brand Nissan March.
 
Seandainya Nissan melakukan seperti yang dilakukan Apple terhadap Casey Neistat yang kecewa karena baterai Ipodnya tidak sesuai dengan fakta, dan membuat black campaign ttg Ipod tapi karena penanganan yang tepat, akhirnya Casey Neistat menjadi Evangelist…

Maaf membuatmu menunggu

Maaf
membuatmu menunggu
 
tidak perlu
kukatakan
sejuta alasan
 
karena
engkau pasti
akan mengerti
 
kewajiban dengan-Nya
lebih utama
dari
segalanya

Ga Ada Yang Namanya Kebetulan

Tidak pernah terbayang sebelumnya saya akan berada disini, dirumah Allah, banyak kejadian yang membuat saya tidak habis pikir.
 
Saat itu jam 1 lewat, saya baru akan beranjak tidur, samar-samar terdengar suara getaran selular diatas meja.
Ketika saya tengok, ada 10 missed call dan 1 message dari teman dikamar sebelah yang mengajak untuk shalat malam dan melakukan thawaf sunnah.
dengan sedikit pusing saya bangun, berwudhu dan menunggu didepan kamar teman.
 
Tidak lama berselang, kami berjalan menuju Masjidil Haram, jaket kain yang saya gunakan cukup membantu menahan angin yang bisa menembus hingga kulit.
Setelah melakukan shalat malam, kami melakukan thawaf sunnah, ternyata malam itu sangat penuh, tidak seperti malam sebelumnya saat saya melakukan thawaf sunnah seorang diri, selesai thawaf saya berdo’a didepan multazam agar dimudahkan untuk menemani kedua teman saya yang bermaksud mencium hajar aswad. Saya berada diposisi paling belakang, menjaga teman saya agar tidak terlepas dan bisa mengarah ke hajar aswad, perjuangan begitu berat dibanding malam sebelumnya, bahkan saya diganduli seorang anak kira-kira berusia 14-15 tahun, yang tidak bisa saya lepaskan, karena jika saya coba lepaskan maka penjagaan terhadap teman saya akan terlepas.
 
Akhirnya kedua teman saya berhasil mencium hajar aswad, sedangkan anak yang menganduli saya saat dekat hajar aswad tiba-tiba terdorong orang lain, dia sempat mencengkeram bahu saya tapi akhirnya terlepas, saat itu dada saya begitu sesak, sulit untuk bernafas, salah satu penyebabnya mungkin karena diganduli anak tersebut dileher saya, dan juga karena saya berada ditengah-tengah orang yang tinggi, jadi udara terasa terasa menyesakan, oksigen yang dihirup sangat sedikit.
 
Teman saya sang dosen UI terlepas, saya tidak sempat menarik, alhamdulillah teman yang satu bisa keluar dari himpitan, saya tidak bisa menyusul teman saya tersebut, nafas tersengal-sengal, batuk dan badan terasa lemas sekali, pandangan sedikt kabur saya hanya pasrah jika memang sekarang waktunya ya saya akan terima, lalu sesuatu tidak terduga terjadi, tiba-tiba disekeliling saya menjadi lapang, dua meter didepan belakang kiri dan kanan saya tidak ada orang, yang thawaf sepertinya menjauhi saya yang sedang kesulitan bernafas, saya hirup udara untuk memasuki bagian tubuh, sedikit lega tapi masih lemas, dalam hitungan detik ada orang menuju arah saya berlawanan dengan arah orang-orang thawaf, orang tersebut tiba-tiba mendekati saya dan menotok dada saya beberapa kali, perubahan langsung saya rasakan, nafas saya langsung lancar, tidak lemas dan segar kembali, saya hanya sempat mengucapkan “syukron” lalu orang tersebut berjalan melewati saya, ketika saya menengok, orang tersebut sudah tidak ada dan ketika saya berbalik kedepan ruang yang tadinya lowong tiba-tiba sudah penuh kembali dengan orang yang melakukan thawaf.
Saya percaya semua peristiwa itu tidak ada yang namanya kebetulan, tapi itu semua sudah diatur oleh Allah SWT.