Ga Ada Yang Namanya Kebetulan

Tidak pernah terbayang sebelumnya saya akan berada disini, dirumah Allah, banyak kejadian yang membuat saya tidak habis pikir.
 
Saat itu jam 1 lewat, saya baru akan beranjak tidur, samar-samar terdengar suara getaran selular diatas meja.
Ketika saya tengok, ada 10 missed call dan 1 message dari teman dikamar sebelah yang mengajak untuk shalat malam dan melakukan thawaf sunnah.
dengan sedikit pusing saya bangun, berwudhu dan menunggu didepan kamar teman.
 
Tidak lama berselang, kami berjalan menuju Masjidil Haram, jaket kain yang saya gunakan cukup membantu menahan angin yang bisa menembus hingga kulit.
Setelah melakukan shalat malam, kami melakukan thawaf sunnah, ternyata malam itu sangat penuh, tidak seperti malam sebelumnya saat saya melakukan thawaf sunnah seorang diri, selesai thawaf saya berdo’a didepan multazam agar dimudahkan untuk menemani kedua teman saya yang bermaksud mencium hajar aswad. Saya berada diposisi paling belakang, menjaga teman saya agar tidak terlepas dan bisa mengarah ke hajar aswad, perjuangan begitu berat dibanding malam sebelumnya, bahkan saya diganduli seorang anak kira-kira berusia 14-15 tahun, yang tidak bisa saya lepaskan, karena jika saya coba lepaskan maka penjagaan terhadap teman saya akan terlepas.
 
Akhirnya kedua teman saya berhasil mencium hajar aswad, sedangkan anak yang menganduli saya saat dekat hajar aswad tiba-tiba terdorong orang lain, dia sempat mencengkeram bahu saya tapi akhirnya terlepas, saat itu dada saya begitu sesak, sulit untuk bernafas, salah satu penyebabnya mungkin karena diganduli anak tersebut dileher saya, dan juga karena saya berada ditengah-tengah orang yang tinggi, jadi udara terasa terasa menyesakan, oksigen yang dihirup sangat sedikit.
 
Teman saya sang dosen UI terlepas, saya tidak sempat menarik, alhamdulillah teman yang satu bisa keluar dari himpitan, saya tidak bisa menyusul teman saya tersebut, nafas tersengal-sengal, batuk dan badan terasa lemas sekali, pandangan sedikt kabur saya hanya pasrah jika memang sekarang waktunya ya saya akan terima, lalu sesuatu tidak terduga terjadi, tiba-tiba disekeliling saya menjadi lapang, dua meter didepan belakang kiri dan kanan saya tidak ada orang, yang thawaf sepertinya menjauhi saya yang sedang kesulitan bernafas, saya hirup udara untuk memasuki bagian tubuh, sedikit lega tapi masih lemas, dalam hitungan detik ada orang menuju arah saya berlawanan dengan arah orang-orang thawaf, orang tersebut tiba-tiba mendekati saya dan menotok dada saya beberapa kali, perubahan langsung saya rasakan, nafas saya langsung lancar, tidak lemas dan segar kembali, saya hanya sempat mengucapkan “syukron” lalu orang tersebut berjalan melewati saya, ketika saya menengok, orang tersebut sudah tidak ada dan ketika saya berbalik kedepan ruang yang tadinya lowong tiba-tiba sudah penuh kembali dengan orang yang melakukan thawaf.
Saya percaya semua peristiwa itu tidak ada yang namanya kebetulan, tapi itu semua sudah diatur oleh Allah SWT.
Advertisements

84 comments on “Ga Ada Yang Namanya Kebetulan

  1. pancaputri08 said: subhanallah,,,tidak sembarang orang yg bisa mendapatkan pengalamn spiritual seperti itu lo mas

    kemungkinan banyak orang yang mengalami, tapi mungkin juga kurang menyadari mbak Mia

  2. uniquepoenya said: h. Aduuh jd kangen Baitullah… Smg diberi umur panjang, kelapangan rejeki tuk bersama Hubby ke Baitullah..

    aamiin…. moga haji nya bisa terlaksana ya mbak…

  3. intan0812 said: tidak ada yang kebetulan sepertinya, semua sudah diatur Nyasemoga saya dan suami disegerakan berkunjung ke rumah Allah, amin

    iya mbak… betul… seperti saya melihat suami mbak intan disana :)aamiin….

  4. enkoos said: Sudah pulangkah? Kalau belum nitip doa semoga kami sekeluarga bisa kesana. Amiin.

    sudah mbak…. aamiin…. saya sms kan ke teman yang ada disana mbak.. 🙂

  5. wayanlessy said: Alhamdulillah..semoga momen tersebut senantiasa tersimpan dengan baik untuk menjadi pengingat dan penyemangat ya mas Wib.

    iya mbak…. semoga bisa terus begitu.. dan membawa perubahan bagi saya

  6. grasakgrusuk said: Subhanallah, suka pengen nangis kalo dngr cerita begini. Kapan ya bisa kesana..

    Wewet pasti bisaaa… hayo niatkan yg kuat wet..

  7. remangsenja said: Tuuuu kaaaaan tiap denger cerita dr sanaa pasti gimanaaaaaaaa gituuuu…Btw, mas wib bareng mbak Yuni Sambodja ya?

    yaaa… begitulah mbak… saya awalnya juga sering denger2, ternyata mengalami sendiri..Mbak yuni ternyata senior mbak Arie ya? :)sempitnya dunia 🙂

  8. Apapun bentuknya, keajaiban selalu memiliki vibrasi energy lebih tinggi. Manusialah yang menghalangi tercapainya vibrasi energy yang memungkinkan terjadinya keajaiban dengan ego dan keserakahannya sendiri

  9. wib711 said: iya mbak… betul… seperti saya melihat suami mbak intan disana :)aamiin….

    punya pengalaman ngelihat org yg ndak lagi di Tanah SUci jg kah? Uniq ngalamin jg nih, waktu itu sempat beberapa detik tertegun, ketika melihat seorang teman. tapi akhirnya sadar kalau dia saat itu lagi di kntr.. :Dwaktu uniq ceritakan ama ybs, dia langsung bilang Aamiin, semoga orang yg kita lihat itu diberi umur panjang dan bisa ke Baitullah jg yaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s