Surat Cinta Yang Pertama

Saat saya sedang beres-beres masa lalu, melihat dua buah album yang berisikan perangko, jadi perangko tersebut awalnya saya dan kakak saya kumpulkan mulai tahun 1987an, mulai dari beli di kantor pos, di gramedia matraman -dulu masih jual perangko bekas-, minta sama ibu dari surat-surat dikantornya sampai dari saling bertukar kartu lebaran dan kartu pos.
 
Perangko yang paling tua adalah perangko kantjil, dengan nilai yang tertera adalah 5 sen, dan kopi 15 sen, sayangnya tidak tertera tahunnya.
 
Seri perangko dalam negeri yang paling banyak adalah perangko seri Pak Harto mulai dari Rp 10,- tahun 1983 hingga Rp 700,- tahun 1990.

Trusted Kopdar

Ini udah lama sebenernya, waktu main ketempat cak Marto, tercetus pembicaraan tentang Trusted Blogger dari Cak Marto dan mas Ohtrie.
Jadi konsepnya sih meniru dari Trusted OS, tapi dulu kan kalo di OS kudu punya nominal transaksi tertentu baru bisa dapat kategori Trusted Seller, kalau di blogger sih ga wajib punya nominal tertentu atau bayar, tapi ada mekanisme tertentu, misalnya : Continue reading

Nganufacturing Hope 2 : Lelaki sangat cepat jika bertemu wanita hebat

Masih ingat kan dengan perintah saya untuk lebih mengintensifkan rapat secara melalui BBM, dan itu terbukti dengan turunnya jumlah rapat secara offline sejumlah 60%, selain itu anggaran rapat untuk camilan bisa dihilangkan walau tidak memungkiri bagian pengadaan camilan ini memotong penghasilan tambahan untuk mereka, AC dan lampu yang menyala bisa dikurangi ini sekaligus dalam rangka penghematan energi, jadi sekali dilakukan satu kali kebijakan, penghematan bisa mengena diseluruh lini, dan tentu saja membantu PLN dengan tidak membuang energi secara percuma.
 
Saya mempunyai banyak group dalam BBM, mulai dari bidang pangan, bidang gula, listrik (PLN) yang dalam PLN saja waktu itu saya mempunya tujuh group mulai dari general manager, manajer perencanaan, keuangan, manajer se indonesia timur dan se-Indonesia Barat dan se-Jawa-Bali. Semuanya bisa menampung keluhan dari masyarakat, tentang korupsi, pelayanan, hingga pengadaan tender.
 
Saat ini saya berencana akan membuat group BBM tentang transportasi, jadi nanti akan terdapat group para direksi transportasi udara, darat dan laut, lalu akan ada juga pada transportasi darat itu group sejumlah kadaops yang membawahi kereta api.
Khusus untuk kereta api, terutama KRL nantinya para masinis, tehnisi akan punya satu grup tersendiri, jadi jika rapat antar masinis bisa dilakukan pada saat masinis berada didalam kabinnya, tentunya dengan tidak lupa memperhatikan kaidah keselamatan dalam mengemudikan kereta api.
Masinis dan para teknisi berada dalam satu group dengan satu tujuan agar jika terjadi keterlambatan bisa segera diselesaikan dan agar ketahuan akar masalahnya dimana, jika akar masalahnya pada arus listrik yang kurang, itu tentu gampang saja, saya tinggal BBM ke grup direksi PLN, masa mengalirkan listrik untuk KRL saja ga becus.
Selain hal tersebut, yang sering terjadi adalah kereta mogok, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, jika Loko dipoles secantik Ayu Azhari atau Ayu Ting-Ting tetap saja tidak ada pengaruhnya, lha wong memang kereta yang sering mogok itu buatan tahun lawas, penggantian onderdil dengan cara kanibal juga tidak mungkin, cara yang sedang digodok saat ini adalah dengan membuat Loko Super, jadi saat kereta mogok tugas Loko Super secepat mungkin datang sambil membawa mekanik yang handal beserta peralatan dan perlengkapan kerjanya kalau-kalau ada pantograf yang rusak dan menarik kereta tersebut, jika diperhitungkan dengan tingkat kemogokan, maka cukuplah kira-kira dibuat 4 buah Loko Super untuk mengatasi tersebut pada semua jalur KRL.
 
Loko Super itu nantinya juga ga perlu di import, itu namanya ga tahu diri, lha wong kita punya PT INKA yang kualitasnya ga perlu diragukan lagi, dan sekaligus menghidupkan kembali PT INKA agar segera membuat Loko Super.
Saya juga ga mau kejadian seperti di menara pengawas pesawat terbang (ACT) yang segitu besar hanya berisi satu orang untuk mengatur lalulintas pesawat, hal ini tidak akan terjadi pada kereta, nanti akan dibentuk sebuah gugus tugas di stasiun, jadi keterlambatan announcer saat mengumumkan kedatangan dan pemberangkatan kereta dapat dihindari dan menghindari jatuhnya korban akibat terserempet kereta api.
Dan karena saya lebih senang dengan kaum muda, nanti gugus tugas tersebut berisi para anak-anak muda yang pintar dan berdedikasi tinggi pada tugasnya, jadi memang benar-benar orang terpilih untuk menjalankan tugas ini.
 
Selain anak-anak muda, saya juga akan mulai menaikan para wanita untuk menjabat diberbagai lini, seperti yang saya lakukan di PLN, sudah mulai banyak kepala cabang yang wanita. Mungkin ada yang bertanya kenapa harus wanita? itu disebabkan hal-hal yang berhubungan dengan publik dan kelihatannya angker harus mendapat sentuhan wanita agar lebih fleksibel dan feminim, Kereta api itu kan identik dengan kecepatan, nah jika terlalu banyak laki-laki inginnya selalu cepat-cepat dan akibatnya mogok ditengah jalan, sehingga mengakibatkan ketidakpuasan dipihak lainnya.
Kecepatan itu perlu, tapi kepuasan semua pihak tidak kalah penting, para wanita lebih ahli dalam hal ini (maaf ini bukan gender) karena ketelitian dan kemampuan para wanita yang bisa multitasking sangat dibutuhkan.
 
Bayangkan jika para pemegang jabatan di per-keretaapi-an adalah para wanita, mulai dari wakil dirut, -ga mungkin dirut ya karena saya baru saja mengangkat anak muda yang pintar dan berbakat sebagai dirut-, para kepala stasiun, masinis dan bagian IT, kalau untuk yang bagian angkat-angkat bantalan rel dan membetulkan pantograf yang rusak, biarlah para pria saja. Mereka tentu akan memanfaatkan grup BBM dengan sangat baik sekali, jika ada hal tidak beres langsung di-sounding ke grup, bahkan langsung difoto dimana ada hal yang tidak benar dan langsung di-send, jadi penanggulangan hal-hal yang mengganggu perjalanan krl akan cepat direspon, begitu pula untuk bagian pengadaan barang, keahlian wanita sangat dibutuhkan, karena mereka sangat pandai memilih barang berkelas dan menawar dengan harga yang sangat reasonable sama cepatnya jika memberi saran untuk membeli tas yang bagus ke wanita lain serta sounding tentang gosip dan belanja online.
 
Jika anda tidak percaya dengan hal tersebut, tolong cek BB istri atau pasangan anda, perhatikan keakuratan data dan respon yang sangat cepat terhadap hal yang saya sebutkan diatas, jadi sekali lagi jangan remehkan para wanita untuk hal ini.
 
DISini senang, disana entahlah
 
masih dalam rangka ikutan ngeramein Solidaritas Jabodetabek untuk KRL yang lebih baik

Its My Life – Toleransi dalam MP?

Dibandingkan dengan jejaring sosial yang lain, mulai dari FB, twitter hingga yang berbasiskan blog seperti Blogspot, WordPress dan lainnya, Multiply banyak mempunyai keunggulan, salah satunya bisa menyetel posting hanya untuk yang dikehendaki, mulai untuk “semua”, “Jaringan”, kontak atau bahkan hanya untuk orang-orang tertentu saja yang tentu saja sudah mempunyai akun di Multiply.
 
Selain itu salah satu yang membedakan dengan blog macam kompasiana atau forum adalah dengan “tidak adanya admin” kecuali jika “dibutuhkan” maka admin bisa ‘ujug-ujug’ muncul macam suster ngesot atau nenek gayung, dan biasanya kemunculan itu yang berhubungan dengan keadaan yang diindikasikan akan menganggu jalannya “stabilitas” perusahaan maka “admin” akan bisa malih rupa menjadi apapun yang dikehendaki, namanya juga malih rupa, bisa aja masuk kemanapun sesuai kehendaknya.
Nah, tulisan ini bukan untuk membahas admin, tapi mau dimuncratkan tentang apa sih ketentuan yang harus dilakukan untuk posting di multiply.
 
Setahu saya, tidak ada ketentuan untuk mau mem-posting apapun, bebas-bebas saja, mau posting tentang review film, buku, kaset, tempat makan dst bisa di kolom review, mau posting tentang tulisan ga jelas hingga serius bisa di kolom Journal, mau menulis singkat bisa di notes. terus tema yang diangkat juga tidak ada ketentuan. tapi ada beberapa orang yang konsisten dengan tema dan diberi tanda dalam kurung […..] untuk menunjukan tentang tema postingannya.
 
Sepembacaan saya tentang para mpers ini, sudah cukup beragam dalam membuat tema postingan, mulai dari kejadian yang baru dialami, catatan perjalanan entah itu perjalanan yang berhubungan dengan pekerjaan atau perjalanan wisata, jurnal tentang keluarga atau bahkan tulisan yang hanya untuk mengundang percakapan melalui komentar.
 
Mungkin ada beberapa tema bagi orang lain dianggap terlalu terbuka sehingga membuat jengah, tapi bagi sebagian orang hal itu adalah hal biasa, mungkin saja ada yang menulis notes “mamah, papah sangat puas atas layanan mamah tadi malam, mamah udah bantu dorong mobil sejauh 1km hingga ke SPBU Shell, .. lop u pul deh” atau hal-hal yang berhubungan dengan keintiman dalam rumah tangga lainnya.
Hal ini saya pikir sah-sah saja, orang mau curhat, berdo’a, menyindir bahkan ngambek dalam bentuk postingan silakan saja, tapi… tujuannya perlu dilihat lagi, apakah ingin sekedar berbagi, ingin benar-benar murni untuk mencurahkan uneg-uneg atau mendapat perhatian dari orang lain? terus terang hanya penulis jurnal yang tahu, karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap persepsi orang lain yang membaca postingan si penulis.
 
Dengan contoh notes “mamah-papah” di atas yang kearah hubungan lebih personal, jika di-setting untuk everyone sepertinya akan timbul persepsi bermacam-macam, tapi jika diposting untuk “network” atau “contact”, bisa saja ada yang mengerti walau dapat dipastikan ada juga tanggapan yang berbeda, semua perbedaan tanggapan itu bisa di amini atau bahkan bisa juga kontra.
 
Kembali lagi ke tujuan, jika tujuannya hanya menulis tanpa menginginkan tanggapan, fitur di multiply sangat mendukung akan hal ini. misal penulis hanya ingin posting dan agar orang lain tahu, tapi kita tidak ingin tanggapan, maka kolom komentar dapat ditutup, dan jika ingin diposting agar orang lain bisa turut membaca tapi juga tidak mengganggu dengan kemunculannya di inbox, bisa tetap di-setting untuk everyone-network-contact dengan memilih agar tidak muncul di inbox.
Hanya untuk diingat, bahwa akan tetap ada bahwa sebagian orang suka dengan anda dan sebagian orang tidak suka dengan anda, jadi semua pilihan terdapat pada diri sendiri.
Selamat hari senin dan selamat beraktifitas kembali.
 
Tulisan ini dibuat karena membaca postingan Ihwan disini Mozaik Diri Ketika Niatan Berbagi Dimaknai Berbeda dan tulisan Dani disini tentang Toleransi

Semua udah diatur

Pulang jam berapa? itu subjek pada email, isi sekaligus pertanyaan.
Jam delapan dari sini, ada apa? tulis saya pada subjek email, lalu saya kirimkan
Aku mau ketemu, Jam 9 di BK Buaran, penting balasnya kembali pada subjek email
Ok.. kamu yang traktir ya, balas saya kembali
Itu adalah hal yang biasa kami lakukan, jarang sekali saya sms atau bertelepon dengan adik ketemu gede ini saat di Purwokerto dahulu.
 
Saat bertemu, terlihat matanya yang bengkak seperti habis menangis.
“Ada masalah apa? mas mu ama anak-anak mana?” tanya saya
“Mas ga ikut, aku udah izin, salam dari mas, kalau sempat nanti aku dijemput”
“wa’alaikumsalam, iya tadi si mas juga sms minta istrinya dipulangkan dalam keadaan utuh”
saya menunjukan sms dari suaminya.
“jadi ada apa sebenarnya?”
 
lalu mengalirlah cerita kalau dia dan suaminya sering “diledek” oleh orangtua sepupunya, diperbandingkan dengan sepupunya yang baru saja membeli mobil, usia mereka terpaut 5 tahun, tapi sepupunya itu lebih berhasil secara ekonomi.
Setelah mengalir semua cerita, barulah saya bertanya
“kamu percaya bahwa semua ini sudah ada yang mengatur? termasuk rezeki?
dia mengangguk,
lalu saya lanjutkan, “anak itu kan merupakan rezeki, kaalo kamu mau hitung-hitungan, silakan hitung aja, berapa biaya yang telah kamu keluarkan untuk 3 anak kamu hingga saat ini, lalu kamu bandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli mobil oleh saudara sepupumu.
itu yang pertama, lalu yang kedua kamu ga mikir kalo setiap kamu dan mas mu pulang kerja, pas lagi cape2nya ngeliat anak udah tidur, kalian cium, kalau libur kalian ajak jalan walau dengan naik dua sepeda motor, belum lagi kalau mereka ribut akan sesuatu, itu emang bisa dibayar dengan mobil?
bayangin kalo anak kamu ditukar ama mobil, pulang kerja yang kalian elus-elus mobil, pas liburan kalian berdua jalan-jalan naik mobil, tanpa ada tawa anak-anak atau nangisnya anak-anak.
Mungkin orangtua sepupu kamu meledek agar kalian terpacu agar berusaha lebih keras sehingga bisa membeli mobil, bisa aja mereka merasa kasihan kalo kmana-mana kalau ga naik motor, kalian naik angkot.
Nah gimana, apakah rezeki anak mau dituker ama rezeki mobil?”
 
Cemberut saja wajahnya, lalu saya beranjak pergi. “Eh tunggu, kamu mau ninggalin aku ya, nanti aku bilangin ama mas kalo aku ditinggal”
“tuh mas kamu udah datang” -saya menunjuk sahabat saya yang telah menunggu diparkir motor, lalu saya meninggalkan mereka berdua.
Hp saya bergetar, sebuah sms masuk “thx bro tadi kontak, jadi bisa dengerin langsung, do’a kan kami ya”
“sama2, do’akan saya juga” lalu saya pencet tombol send, undelivered… yah ternyata pulsa saya habis.

Nganufacturing Hope : Move n On

KRL itu setiap hari pasti Move On, tidak galau kalau pinjam istilahnya para anak-anak muda dijaman digital ini, jadwal yang mulai teratur dan meningkatnya kesadaran penumpang untuk membeli karcis, walau masih ada yang suka nembak tapi disitulah dinamikanya ga mungkin memang semua penumpang itu baik, ada juga yang nakal.

Hal yang menjadi perhatian saya hingga saat ini adalah para atapers, berbagai tindakan telah dilakukan dengan menyiram oli di atap gerbong, memasang palang pintu koboy dan terakhir menggunakan bola beton tapi semuanya tidak terlalu berhasil mengusir para atapers untuk masuk kedalam gerbong.

Hingga suatu saat saya bertemu dengan salah seorang penumpang kereta api saat menunggu jemputan untuk ke kantor dari stasiun Sudirman, ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi solusi yaitu :

Pertama menyediakan satu gerbong tambahan khusus para atapers dalam setiap rangkaian, jadi gerbong khusus bukan hanya untuk para wanita saja.

Kedua mengakomodir para atapers yang terbiasa dengan angin kencang dan hujan, maka ada kemungkinan gerbong khusus atapers tersebut tanpa atap dan tempat duduk, sehingga bisa duduk di lantai dengan rasa sama seperti duduk di atap, tapi abaikan saja hal ini karena akan dianggap tidak manusiawi dan menyalahi peraturan.

Agar gerbong tersebut hanya atapers yang berhak masuk, maka perlu adanya pendataan yang memang sudah ada paguyubannya dan bisa dibantu oleh krlmania, dan biasanya para atapers juga sudah saling mengenal, jadi akan lebih mudah mengawasi yang mana atapers atau non atapers dan bisa juga dibuatkan juga kartu khusus.

Banyak sekali keuntungan yang bisa diambil dengan adanya gerbong khusus ini, antara lain :

Pertama, bisa lebih menjamin keselamatan ketimbang duduk diatap

Kedua lebih tertibnya para penumpang kereta api, semuanya masuk dalam rangkaian gerbong, tidak lagi ada yang diatap.

Ketiga, pihak keluarga juga merasa lebih tenang, karena resiko dag dig dug akibat kecelakaan dapat diminimalisir

Keempat, Bisa dilakukan kerjasama dengan para vendor, ga usah jauh-jauh cari vendornya bias saja dari para pedagang yang berada disekitar stasiun, tentunya pedagang resmi yang terdaftar, jadi para pemegang kartu khusus gerbong atapers ini bisa mendapatkan potongan harga saat akan membeli segelas kopi dan sepotong roti.

Saya yakin hal ini mungkin terlaksana jika ada komitmen yang kuat antara pihak KAI, atapers, krlmania dan vendor untuk mendukung hal ini, tidak perlu impor gerbong mahal tapi bisa mempergunakan gerbong yang ada dengan sedikit modifikasi seperti yang dilakukan pada crane ayu azhari dan tentu saja harganya lebih murah, mungkin inilah cara lain agar para atapers move on dan bangga memiliki gerbong ayu azhari sendiri, dan lambat laun dengan adanya hal seperti ini bisa memicu perubahan kearah yang lebih baik, karena rasa saling memiliki yang tinggi dan suasana guyub yang telah terbangun sebelumnya.

Lain waktu saya juga melakukan perjalanan kereta api dari Jakarta kota ke Bogor, kembali ke Tanah Abang lalu menuju Rangkasbitung, senang melihatnya para pedagang di stasiun sudah tidak seperti dahulu, yang menggelar lapaknya sehingga menyita tempat bagi penumpang, pedagang yang memiliki kios juga lebih tertata dengan rapih, tentu hal tersebut terjadi tidak semudah membalik telapak tangan, butuh proses dan waktu. Dalam perjalanan kali itu, saya sengaja mengajak teman yang saya kebetulan bertemu di stasiun Sudirman waktu lalu dan kami berbicara tentang atapers, kali ini dalam perjalanan kami melanjutkan diskusi kembali, bahwa para pedagang yang telah teratur dengan rapi itu jika dilakukan sinergi dengan para penumpang maka akan membawa tingkat perekonomian yang lebih tinggi bagi para pedagang tersebut.

Didalam kereta menuju kembali dari Rangkasbitung, banyak pedagang yang membawa barang dagangannya untuk kemudian turun di stasiun Palmerah atau Tanah Abang untuk berjualan. Jika para pedagang hasil bumi membawa barang dagangan pada hari biasa tentu saja berdesakan dengan penumpang biasa agar penumpang lebih nyaman, idenya sih masih sama dengan gerbong khusus atapers, paling tidak dilakukan penambahan satu atau dua gerbong khusus untuk para pedagang yang membawa barang dagangannya, hal lain yang terpikir adalah setiap satu minggu sekali para pedagang yang berlangganan dipersilakan untuk berjualan di tempat yang telah disediakan pihak KAI, misal di pelataran parker, model pasar kaget atau pasar dadakan, jadi misalkan pedagang jambu dari rangkas tidak perlu datang ke Pasar Palmerah, tapi bisa berhenti di Stasiun Rawabuntu untuk menggelar lapaknya, selain itu juga bisa menggandeng para pengamen untuk mengisi acara pada pasar kaget tersebut, dan bisa saja dilaksanakan festival pengamen di kereta api, yang kualitasnya ga kalah dengan Sean, Yoda, Regina dan Dion.

Jadwal berjualan pasar kaget ala KAI dan pedagang pengguna kereta api ini bisa dilakukan secara teratur dan diberikan pemberitahuan pada setiap stasiun, pada awalnya mungkin hanya sedikit pedagang dan pengunjung, tapi seperti sebelumnya saya katakan, semua itu butuh proses, bisa saja dengan adanya kegiatan ini, keuntungan yang diperoleh bukan hanya bagi para pedagang, tapi juga bagi para pegawai KAI yang mengurusi hal ini secara tidak langsung juga terbantu perekonomiannya tanpa harus melakukan pungutan liar, Efek dari dua hal tersebut diatas saja jika dilaksanakan akan berpengaruh terhadap aspek lainnya, penumpang lebih tertib, suasana kereta lebih nyaman tidak bercampur dan berdesakan antara barang pedagang dengan penumpang umum, bahkan citra KAI bisa terangkat, seperti sinyal terangkat saat kereta akan melintas.

Semua itu memang awalnya butuh modal, tapi saya yakin KAI bisa bekerjasama dan mencari pihak-pihak yang dapat membantu, malu ah sama menteri BUMN jika menggandeng pihak swasta sebagai sponsor tidak bisa.

Tapi sekali lagi itu semua butuh komitmen, sinergi, biarpun akan terjadi sepuluh atau duapuluh tahun kedepan itu kan namanya juga proses :).

*dibikin dalam rangka partisipasi untuk KRL yang lebih baik http://agamfat.multiply.com/journal/item/280/Nganufacturing-Hope-Ayu-Azhari-di-KRL 😀

**pengguna comm-line tiap akhir pekan saja 🙂

 

Keinginan + Kebutuhan = Kemampuan Finansial # Hobi

Baca postingan wordpress Motor Biru di sini tentang Tunganggannya yaitu Thunder 125 dan terdapat postingan lanjutan disini tentang Motor Murahan dan Banci dan untuk postingan pertama hingga tgl 29 Mei 2012 dan postingan kedua, hingga tanggal 7 Juni 2012 masih ada yang komen, padahal postingan awal sudah setahun lewat.
 
 
Jadi gini, sipemilik motorbiru ini bercerita ttg bagaimana dia memperolehnya, penggunaannya dan ubahan-ubahan yang dilakukan mulai dari kondisi standar dari pabrik hingga sampai saat ini yang kalau saya lihat dari spesifikasi data yang diberikan, sudah lumayan memakan biaya juga.
Dari sekian ratus komen, ada beberapa komen yang bilang bahwa motor thunder 125 itu banci, motor murah, kacangan dan harga jual kembalinya jatuh.
Saya berpikir ada hal yang dilebihkan dari hal tersebut, tapi memang ada sebagian hal yang benar dan ada juga yang tidak benar.
 
Pemilihan kendaraan bermotor oleh konsumen secara umum berdasarkan dua hal yaitu
kebutuhan dan keinginan dan itu berbanding lurus dengan yang namanya kemampuan finansial alias uang, bagi konsumen yang pintar, memilih kendaraan bermotor untuk dibeli, biasanya tidak seperti membeli minuman bersoda, kalau ga ada merek minuman bersoda yang satu ganti menjadi merek yang lain tapi melihat kriteria dan spesifikasi dari kendaraan tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang ada.
 
Balik lagi ke jurnal tersebut dan melihat komentar yang ada, baik suka atau tidak suka, bisa diperhatikan bahwa yang berkomentar tidak suka hanya berkutat dengan mempertahankan opininya dengan memberikan data yang kurang jadi terkesan hanya menghujat, lain hal nya jika rasa ketidaksukannya dibeberkan dengan lebih detil bahkan kalau bisa dikomparasi dengan brand lain, tentu hal itu lebih elegan dan tidak berkesan negatif, tapi disini hanya beberapa orang yang mengemukakan rasa tidak suka, jauh perbandingannya dengan yang menyatakan suka dan memberikan penilaian positif.
 
Jika dihubungkan dengan konsep word of mouth pada jenis kendaraan, cc dan harga, Suzuki Thunder 125 termasuk punya penggemar sendiri, bukan hanya orang yang hanya asal membeli motor untuk ditungganggi, tapi juga mencari tahu akan kekurangan dan kelebihan dari produknya dan banyak yang dimodifikasi seperti motorbiru diatas karena hobi, yang sayangnya hal ini kurang di respon dari pihak roda dua Suzuki di Indonesia.
 
Sebenarnya yang paling penting bukan hanya merek, jenis dan harga kendaraan roda dua dua yang dimiliki, tapi hal utama adalah bagaimana cara mengemudi dan kesadaran dan sikap yang benar dalam berlalulintas.
 
Tapi memang faktanya, jika menaiki kendaraan roda dua dengan cc lebih besar atau keluaran tahun terbaru, akan lebih “galak” terhadap pengendara yang menunggangi motor cc lebih kecil dan motor yang lebih jadul (pengalaman pribadi sering di klakson oleh motor ber cc tinggi dan tahun lebih muda buat minggir)
 
Penampakan motor jadul ber cc kecil pemilik lapak ini
 
Selamat menikmati makan siang dan beristirahat dari rutinitas pekerjaan bagi para orang kantoran, saatnya off kembali 🙂

[FF Ninelights] Keinginan Orang Dewasa

“Sayang, apa kamu ga merasa bosan kita seperti ini saja, sepertinya kita butuh variasi baru, kamu mau kan kalo sesekali kita main bertiga atau berempat?” tanya sang wanita kepada suaminya dengan suara lirih.
“Kamu yakin akan hal tersebut? kamu udah siap kalau kita main bertiga atau berempat? tidak malu jika orang lain tahu?” sang lelaki balik bertanya.
Sambil tersenyum, sang wanita hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan
“coba kamu bayangkan ada orang lain juga, bahkan kita bisa saling tukar pasangan, pasti sangat seru & ramai, ga sabar rasanya menunggu”
“Hayo sayang, goyang yang kencang”
-Cinta satu malam oh indahnya- teriak Melinda
“kocok yang lama, teruss” suara semangat dari sang suami
-Cinta satu malam buatku melayang – Suara Melinda tidak kalah kerasnya
“cepet sayang, biar keluarnya dobel, kalau bisa mengeluarkan angka enam, kita akan jalan lagi dan mereka akan kalah” tunjuk sang suami pada pasangan dihadapan mereka
“lihat saja, biji ludo kita tersisal 1 lagi, sedangkan biji ludo mereka tersisa dua, kemungkinan besar kita menang, Horeee kita menang ” teriak sang wanita.
-Walau satu malam akan kukenang selama-lamanya – suara Melinda berakhir dari youtube
“Betulkan kan, kalau kita main berempat lebih seru, daripada main berdua, Mbak sama Mas jangan bosen ya kalau kami ajak main ludo bareng lagi” ucap sang wanita pada pasangan dihadapan mereka,
“Oh, enggak kok dik, kami bahkan berencana mengajak adik berdua untuk bertanding main ular tangga atau monopoli, terkadang perlu juga kita sesekali memainkan permainan masa kecil saat mulai jenuh dengan pekerjaan dan mumpung anak-anak sedang liburan dirumah kakek neneknya”
250 kata diluar judul, diikutkan dalam lomba FF Ninelights disini