Semua udah diatur

Pulang jam berapa? itu subjek pada email, isi sekaligus pertanyaan.
Jam delapan dari sini, ada apa? tulis saya pada subjek email, lalu saya kirimkan
Aku mau ketemu, Jam 9 di BK Buaran, penting balasnya kembali pada subjek email
Ok.. kamu yang traktir ya, balas saya kembali
Itu adalah hal yang biasa kami lakukan, jarang sekali saya sms atau bertelepon dengan adik ketemu gede ini saat di Purwokerto dahulu.
Β 
Saat bertemu, terlihat matanya yang bengkak seperti habis menangis.
“Ada masalah apa? mas mu ama anak-anak mana?” tanya saya
“Mas ga ikut, aku udah izin, salam dari mas, kalau sempat nanti aku dijemput”
“wa’alaikumsalam, iya tadi si mas juga sms minta istrinya dipulangkan dalam keadaan utuh”
saya menunjukan sms dari suaminya.
“jadi ada apa sebenarnya?”
Β 
lalu mengalirlah cerita kalau dia dan suaminya sering “diledek” oleh orangtua sepupunya, diperbandingkan dengan sepupunya yang baru saja membeli mobil, usia mereka terpaut 5 tahun, tapi sepupunya itu lebih berhasil secara ekonomi.
Setelah mengalir semua cerita, barulah saya bertanya
“kamu percaya bahwa semua ini sudah ada yang mengatur? termasuk rezeki?
dia mengangguk,
lalu saya lanjutkan, “anak itu kan merupakan rezeki, kaalo kamu mau hitung-hitungan, silakan hitung aja, berapa biaya yang telah kamu keluarkan untuk 3 anak kamu hingga saat ini, lalu kamu bandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli mobil oleh saudara sepupumu.
itu yang pertama, lalu yang kedua kamu ga mikir kalo setiap kamu dan mas mu pulang kerja, pas lagi cape2nya ngeliat anak udah tidur, kalian cium, kalau libur kalian ajak jalan walau dengan naik dua sepeda motor, belum lagi kalau mereka ribut akan sesuatu, itu emang bisa dibayar dengan mobil?
bayangin kalo anak kamu ditukar ama mobil, pulang kerja yang kalian elus-elus mobil, pas liburan kalian berdua jalan-jalan naik mobil, tanpa ada tawa anak-anak atau nangisnya anak-anak.
Mungkin orangtua sepupu kamu meledek agar kalian terpacu agar berusaha lebih keras sehingga bisa membeli mobil, bisa aja mereka merasa kasihan kalo kmana-mana kalau ga naik motor, kalian naik angkot.
Nah gimana, apakah rezeki anak mau dituker ama rezeki mobil?”
Β 
Cemberut saja wajahnya, lalu saya beranjak pergi. “Eh tunggu, kamu mau ninggalin aku ya, nanti aku bilangin ama mas kalo aku ditinggal”
“tuh mas kamu udah datang” -saya menunjuk sahabat saya yang telah menunggu diparkir motor, lalu saya meninggalkan mereka berdua.
Hp saya bergetar, sebuah sms masuk “thx bro tadi kontak, jadi bisa dengerin langsung, do’a kan kami ya”
“sama2, do’akan saya juga” lalu saya pencet tombol send, undelivered… yah ternyata pulsa saya habis.
Advertisements

42 comments on “Semua udah diatur

  1. wah jadi tempat curhat yang oke punya yahmmm emang ya kalau sudah berkeluarga itu tuntutannya itu banyak.. anaklah, hartalah, de el el*mendadak bujang galau*

  2. wib711 said: ia dan suaminya sering “diledek” oleh orangtua sepupunya, diperbandingkan dengan sepupunya yang baru saja membeli mobil, usia mereka terpaut 5 tahun, tapi sepupunya itu lebih berhasil secara ekonomi

    woooo…ini aku sering banget dibully kerabat kalau lebaran pas ngumpul, biasa itu banding2in harta yg keliatansudah kebal !!mereka kan gak tahu harta kita yg gak keliatan …hahahaha *ketawa jumawa, pdhl yo gak punya harta materi yg gak keliatan*

  3. myshant said: harta kita

    kata mario teguh harta kan ga selalu materi…kesehatan, terjaga nama baik, kedamaian hati apalagi ya? hihiii ….ga rame klo ga ada yang bully ya teh….

  4. siasetia said: kata mario teguh harta kan ga selalu materi…kesehatan, terjaga nama baik, kedamaian hati apalagi ya? hihiii ….ga rame klo ga ada yang bully ya teh….

    tapi yg keliatan kan harta materi Tiadan materi yg berbentuk barang, rumah, mobil, perabot mewah, gadget dllaku siy ogah keliatan lebih kaya dari yg nampak, ntar malah berbondong2 ngutang πŸ˜€

  5. myshant said: tapi yg keliatan kan harta materi Tiadan materi yg berbentuk barang, rumah, mobil, perabot mewah, gadget dll

    standar umum cara memandang begitu, di maklumi aja….sama koq di kampung atau di kantor juga gitu, tapi ga semuanya seh sip teh shanty orangnya wokeyyyyyyyy…ngikut ah

  6. paradigma materialistik telah membatasi pengertian rezeki sebagai hal-hal yang bersifat material dan memberi sensasi sesaat yang memuaskan, baik secara fisik atau psikologis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s