Jalan Pintas

Tinggal dan bekerja sebagai kuli disekitaran Jabodetabek pasti akrab dengan yang namanya macet, dan kemacetan yang terjadi itu ga bisa diprediksi, seperti hari ini ruas jalan dari arah pondok kopi menuju casablanca yang sejajar dengan kanal banjir timur mulai dari duren sawit macet, –padahal kemarin jalan lenggang karena anak sekolah sudah libur, ternyata ini adalah efek demo didepan di Rasuna Said
Perjalanan yang biasanya 60-70 menit dari Bekasi-Panglima Polim tadi tembus hingga 100 menit, padahal sudah melalui jalan tikus -yup, ini adalah beneran jalan yang dilalui tikus karena melewati gang kecil dari Pal Batu masuk melewati pemakaman umum menteng wadas dan bisa muncul diseberang Hotel Park Lane- 
 
Jadi ga aneh kalau baca jurnalnya mbak Febbie disini kalau salah satu kemewahan yang diinginkan adalah jarak rumah-tempat bekerja 15menit. Siapa sih yang ga ingin, mungkin bagi yang bertempat tinggal dan bekerja diseputaran pusat kota Jakarta hal itu bisa tercapai, kalau yang dipinggiran?
3 tahun lebih saya menjadi orang bebas, ga terikat dengan rutinitas 08.00-17.00, bekerja bisa dari mana saja, berangkat bisa kapan saja benar-benar suatu hal yang sangat nikmat.
Inginnya sih seperti mbak Febbie juga, waktu tempuh tempat tinggal-tempat kerja hanya kisaran 15-20menit :D, tapi keinginan itu belum bisa terlaksana sekarang ini, kecuali saya kost itu akan lain cerita.
 
Berbagai macam cara sudah saya lakukan seperti yang saya tuliskan disini mulai dari naik KRL, Bus Kota dan sepeda motor ada kelebihan dan kelemahannya masing-masing.
Akhirnya untuk mensiasati keadaan macet yang semakin parah, saat ini saya menggunakan dua pilihan, Pertama menggunakan Sepeda Motor (akhirnya memilih matic juga agar tidak pegal menarik tuas kopling) dengan pertimbangan biaya yang lebih murah, waktu tempuh lumayan cepat (tapi kalah cepat dengan naik kereta) dan bisa mlipir kemana-mana cari jalan tikus kalau macet.
Kedua saya menentukan sendiri jam kerja saya, walau jam kerja 09.00-17.30 saya lebih sering dari rumah jam 9.00-11.00, karena lalulintas sudah tidak semacet pagi hari, resikonya sih lebih panas aja.
Jika moda transportasi KRL lebih nyaman dan bis lebih lancar, saya akan memilih salah satunya, tapi itu masih jauh panggang dari api.
Tidak terbayang jika nanti 2014 (jika masih ada umur) jakarta bisa macet total, maka orang akan bekerja menggunakan sepeda, berjalan kaki atau terbang? :p
Advertisements

88 comments on “Jalan Pintas

  1. tianarief said: bagi saya nyaris gak ada bedanya. ada kalanya saya baru bisa bepergian pada jam tertentu (tak bisa memilih). ya berangkat. seperti semalam…

    sesuai tuntutan tugas? 🙂

  2. aguskribo said: Hari gini pake matic? Cewek banget.. 

    kalo ini ditujukan ke saya.. ya gpp… yang penting transportasi saya lancar jaya bisa ketempat tujuan…

  3. wib711 said: dioper kmana ? 😀

    dioper ke dokter gigi. hehehe. aku malah berniat pasang stiker ledekan itu secara terbalik; di tornie stiker meledek motor bergigi, di beaty stiker meledek motor matik. 😀

  4. pilihan transportasi umum terbaik buat jakarta adalah monorail, bebas hambatan nggak nyampur sama jalan mobil. Sayang cuma dibangun tiangnya.

  5. tianarief said: aku malah berniat pasang stiker ledekan itu secara terbalik; di tornie stiker meledek motor bergigi, di beaty stiker meledek motor matik. :

    malah diketawain nanti mas… 😀

  6. mbot said: pilihan transportasi umum terbaik buat jakarta adalah monorail, bebas hambatan nggak nyampur sama jalan mobil. Sayang cuma dibangun tiangnya.

    Seenggaknya kalau monorail udah ada, nanti Foke bisa klaim dia turut berhasil membuat proyek monorail walau cuma tiangnya, yang sekarang ini bisa digunain buat masang poster kampanye

  7. saya dah bilang ke istri, kalau kondisi Jakarta masih kayak gini 15 tahun lagi, saya mau mutasi ke Bekasi aja. Tubuh saya jg perlu menikmati hidupnya….

  8. simplyndah said: pindah kerja ke pinggiran

    udah pernah, mulai dari pinggiran purwakarta, pinggiran sukabumi, pinggiran bengkulu, pinggiran aceh n pinggiran medan

  9. debapirez said: tp gw smpt berpikir beli apartemen di daerah Thamrin lho 🙂

    aamiin… dido’akan OD…masa sih sebagai orang yg ngantor di gedung wakil rakyat ga bisa beli apartemen 😀

  10. wib711 said: disini kalau salah satu kemewahan yang diinginkan adalah jarak rumah-tempat bekerja 15menit

    rumahnya harus di apartemen yg deket sama kantor ya ? :)di jogja sini, jarak 15 menit pada bilang JAUUUUUHHH ….hihihi

  11. myshant said: rumahnya harus di apartemen yg deket sama kantor ya ? :)di jogja sini, jarak 15 menit pada bilang JAUUUUUHHH ….hihihi

    Di Bali juga….. 15 menit? haduhhh….. jauh amattttt *cekikikan*

  12. wib711 said: aamiin… dido’akan OD…masa sih sebagai orang yg ngantor di gedung wakil rakyat ga bisa beli apartemen 😀

    kalau OW mau pk apartemennya sm cem2an-nya bilang aja, tarif bersahabat kok hahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s