Kapan kawin?

Baca jurnal Agung yang ini  *Tamu paling ganggu selama lebaran* bikin ketawa, terus juga di twitter pas lebaran kemarin banyak juga yang nyinyir  ngomong tentang pertanyaan #kapankawin tanya Aguskribo kalau ga percaya, dia mendapat hampir seribu pertanyaan ttg hal tersebut :p :p
Ada yang salah dengan pertanyaan itu? ga salah kok, karena biasanya ditujukan sama orang yang memang belum nikah, coba kalo ditanyakan ama orang yang udah nikah, hasilnya bisa ada dua penafsiran
“Kapan kawin?”
Udah 20 tahun lalu
“Jadi kapan kawin lagi?”
Udah tiga bulan lalu, tapi jangan bilang bini gue ya
 
Ada juga lho yang rajin bertanya setiap kali bertemu dan pertanyaannya selalu sama, terus terang bikin kening berkernyit.
“kapan kawin?” itu pertanyaan 5 tahun lalu
“do’akan saja om” itu jawaban standar 5 tahun lalu
 
“kapan kawin?” itu pertanyaan 4 tahun lalu plus “jangan suka milih-milih”
“do’akan saja om” itu jawaban standar 4 tahun lalu plus senyum
 
“kapan kawin?” itu pertanyaan 3 tahun lalu plus “jangan suka milih-milih”
“do’akan saja om” itu jawaban standar 3 tahun lalu plus senyum
 
“kapan kawin?” itu pertanyaan 2 tahun lalu plus “jangan suka milih-milih” plus “minta do’a terus, usahanya mana?”
“do’akan saja om” itu jawaban standar 2 tahun lalu plus senyum
 
“kapan kawin?” itu pertanyaan 1 tahun lalu plus “jangan suka milih-milih” plus “minta do’a terus, usahanya mana?”
“do’akan saja om” itu jawaban standar 1 tahun lalu plus senyum
 
“kapan kawin?” itu pertanyaan lebaran kemarin plus “jangan suka milih-milih” plus “minta do’a terus, usahanya mana? menikah itu melengkapi setengah agama lho.. jalan ke surga makin terbuka”
“do’akan saja”  itu jawaban standar lebaran kemarin plus senyum-senyum, kebetulan ada istri si om tersebut.
 
“Om, Tante… tujuan utama pasti mencari Surga kan?”
si Om mulai curiga, si tante mengiyakan.
saya lanjutkan “Untuk ke Surga itu banyak jalannya lho… salah satunya jika Istri ikhlas menerima suaminya kawin lagi, jadi kapan kawin lagi om? biar tante makin mudah mendapatkan jalan ke surga, dan om mendapatkan pahala karena ada wanita lain yang bisa menggenapkan setengah agama, maaf lahir batin lagi ya Om.. tante.. saya pamit dulu”
 
Ga ada jawaban dan saya segera berlalu…. 😀
 
dan saya jadi teringat waktu nge-jurnal tentang 5 tahun nge-MP ada yang sangat perhatian sekali…. anyway, thx u kakaaaak atas perhatiannya… Mohon doanya saja yaaaaa…. 🙂

kapan Kawin

Advertisements

31 comments on “Kapan kawin?

  1. Selain pertanyaan standar, “kapan kawin, jangan pilih-pilih, jangan gak usaha” tahun ini ada tambahannya wib, “lebih tua atau lebih muda nggak apa2..” padahal siapa yg masalahin..
    jawabannya masih standar siy.., “iya doain aja :D”

  2. Hahahaha :))

    Yah well, tiap kumpul keluarga yg namanya pertanyaan2 semacam itu akan terus dan selalu bermunculan sih. Kapan lulus? Udh kerja belum? Udah ada calon? Kapan nikah? Sudah isi? *bensin kali*, Baru satu? Kapan nambah lagi? *mungkin maksutnya makanan*, terakhir dan dialami sendiri: Jadi kapan nih nambah anak lagi, siapa tau yang ketiga PEREMPUAN.

    Okesip.

  3. seperti seleb vs infotatainment, selain ditanya kapan kawin, ada rentetan pertanyaan yang tak ada habisnya. kapan kawin? kapan punya momongan? kapan nambah anak (atau adik, bagi anak sulung) lagi? dst.

    • Pertanyaan terstruktur dan ga pernah ada habisnnya orang akan bertanya untuk hal itu.. basa basi belaka ataukah perhatian atau ke arah nyinyir 😀

  4. Menikah untuk menyempurnakan separuh agama, cukupkah?

    ”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (H.R. Baihaqi)

    Hadist di atas sangat masyhur di kalangan muslim. Tapi sayang, yang banyak dibicarakan sekedar menikah itu menyempurnakan separuh agamanya. Padahal kan nggak berhenti di situ. Coba kita amati lagi hadist tersebut. Di bagian belakang hadist tersebut ada kata-kata “…maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya”.

    Ini yang mungkin kurang dibahas. Bahwa menyempurnakan agama itu nggak cukup hanya separuh saja (dengan jalan menikah). Tapi mustinya ada ghirah, ada semangat untuk menyempurnakan agamanya secara utuh. Nggak lucu dong kita menyempurnakan tapi separuhnya doang. Ibarat kita bangun rumah tapi temboknya cuma setengah tingginya trus nggak ada atapnya. Mana bisa dipakai buat berteduh, ya nggak?

    Terus bagaimana tuh caranya? Nggak ada cara lain, ya dengan bertakwa kepada Allah supaya agamanya sempurna, utuh.

    Nah, di sinilah pernikahan itu akan menjadi barokah, akan menjadi manfaat ketika pernikahan itu dipakai sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Jadi mustinya pernikahan itu membuat ketakwaan atau paling tidak semangat seseorang untuk memperbaiki ketakwaannya kepada Allah meningkat. Ibadahnya makin rajin, shodaqohnya makin bagus, yang jadi suami lebih rajin, lebih semangat nyari nafkah, dll.

    Jadi lucu kalau ada orang yang setelah nikah justru ibadahnya melorot. Musti ada yang dikoreksi dalam dirinya. Apa nih kira-kira yang salah?

    Lalu ada pertanyaan begini: kan nggak ada ukuran baku buat menilai ketakwaan seseorang naik apa nggak, gimana cara ngukurnya?

    Kita mah nggak perlu menilai orang lain ya. Cukup kita nilai diri kita sendiri. Setelah nikah, shalat kita gimana? Shadaqah kita gimana? Ngaji kita gimana? Intinya, seberapa baik kita menjalankan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Ada perbaikan, tetep segitu aja, atau malah merosot?

    Yuk, yang udah pada nikah kita introspeksi diri lagi, muhasabah lagi. Tapi nggak cuma yang udah nikah aja. Yang belum nikah juga kudu introspeksi, kudu muhasabah. Mempersiapkan diri dan mengingatkan diri sendiri supaya kalau nanti udah nikah tambah baik lagi.

    Jadi sekarang kita punya goal nih, punya target yang amat sangat penting buat kita raih.
    Targetnya: MENYEMPURNAKAN AGAMA SECARA UTUH, NGGAK CUMA SETENGAH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s