Ga Ada Alasan

Buat yang biasa lewat jalan Casablanca menuju kuningan (Rasuna Said atau arah Sudirman) pasti melewati spbu Pertamina yang berada diseberang Hotel Parklane, sebelum pemakaman Menteng Wadas.
Buat yang pernah mampir ke spbu tersebut, jika iseng memperhatikan -beneran lho disitu dijual premium dan pertamax-  ada dua orang bapak yang spesial.

Yang pertama ada bangku panjang dari kayu yang biasanya digunakan oleh pembonceng motor menunggu, nah dibangku kayu tersebut ada seorang bapak tua yang duduk ditemani dengan dua buah tongkat, jika diperhatikan lebih teliti kedua kaki bapak tersebut cacat, tapi bapak tersebut tidak meminta-minta, banyak pengendara yang dengan sukarela memberikan pada bapak tersebut.
Bapak ini saya perhatikan sudah ada sejak dua tahun lalu, dan biasanya hanya pagi saja, mungkin setelah berolahraga lalu duduk di SPBU tersebut, karena saat sore hari, beberapa kali saya membeli bensin, tidak menjumpai bapak tersebut.

Di ujung pintu keluar SPBU ada bapak kedua, usianya sudah lebih tua dari bapak yang pertama, dan juga mempunyai cacat pada wajahnya, seperti terbakar, sehingga bola matanya tidak terlihat. Bagi orang yang melihat sekilas pasti akan sedikit ngeri.
Tapi bapak yang kedua ini berbeda dengan bapak yang pertama, beliau tidak duduk diam saja, beliau menjajakan koran didepan pintu keluar SPBU, diperhatikan bapak ini juga sudah mempunyai pelanggan.

Sekedar mengingatkan diri sendiri, agar tidak selalu mengeluh dengan pekerjaan yang dijalani, justru harus bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan atas semua kenikmatan.
Selamat hari jum’at, jangan lupa shalat jumat bagi laki-laki muslim dan selamat makan siang untuk semuanya
Have a nice weekend

Advertisements

13 comments on “Ga Ada Alasan

  1. Di ujung pintu keluar SPBU ada bapak kedua, usianya sudah lebih tua dari bapak yang pertama, dan juga mempunyai cacat pada wajahnya, seperti terbakar, sehingga bola matanya tidak terlihat. Bagi orang yang melihat sekilas pasti akan sedikit ngeri.
    Tapi bapak yang kedua ini berbeda dengan bapak yang pertama, beliau tidak duduk diam saja, beliau menjajakan koran didepan pintu keluar SPBU, diperhatikan bapak ini juga sudah mempunyai pelanggan. ———-> aq lihat bapak ini tadi pagi, sepertinya seusia mbahku (alm), aq melihatnya sedang mengambilkan koran kepada pelanggannya..semangatnya luar biasa, terharu aq melihatnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s