Pintu Mana

Suatu saat disuatu masa ketika kebaikan dan keburukan ditimbang untuk menentukan arah selanjutnya

M: Kamu, kenapa kamu menyelak antrian!
1 : Saya adalah anggota densus 77, kami mempunyai prioritas khusus kemanapun dibanding orang lain
M : Ok, kamu masuk ke pintu kiri!
1 : Kenapa pintu kiri, saya banyak membantu orang, teroris banyak saya tembak
M : Kamu tak berhak menembak orang tanpa mengadilinya terlebih dahulu, Tuhanmu saja mengadili kamu sebelum memutuskan bahwa kamu berhak masuk pintu kiri atau pintu kanan

M : Kamu Fulan bin Fulan
2 : Ya itu saya!
M : Kamu juga masuk kekiri
2 : Anda tidak tahu, saya ini Hakim Agung, saya adalah Wakil Tuhan didunia untuk menegakan keadilan
M : Baiklah, Tuhan tidak pernah menbuat hukuman palsu dengan apa yang telah diputuskan dan harus dijalankan, silakan anda masuk kepintu kiri

M : Selanjutnya, kamu fulan 3 bin fulan
3 : Iya itu saya
M : Catatan kamu bagus, kamu rajin beribadah, tidak pernah tinggal salat malam, sepertinya kamu akan masuk melalui pintu kanan, apa pekerjaanmu wahai fulan 3?
3 : Pekerjaan saya adalah security di lembaga peradilan didunia, saya banyak membantu orang
M : Tunggu… wahai fulan, sepertinya kamu akan masuk pintu kiri dahulu
3 : apa pasal sehingga saya bisa masuk pintu kiri wahai tuan? ibadah saya tidak pernah tinggal sedikit pun, bahkan saya tidak pernah menyakiti orang lain
M : itu betul, tapi ingatkah saat ada seorang pencari keadilan datang, kamu mengusirnya karena orang tersebut berpakaian lusuh dan hanya mengenakan sendal, jadi silakan masuk ke pintu kiri.

M : Fulan 4 bin Fulan?
4 : Itu saya tuan
M : Langsung saja masuk ke pintu kiri
4 : lho kenapa ga di cek dahulu tuan, saya ini adalah pemimpin sebuah negara, keadaan negara makin membaik, buktinya laporan yang diberikan kepada saya bagus semua, anak buah saya hidupnya berkecukupan bahkan bisa dikatakan berlebihan
M : anda tau bahwa setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya, termasuk pemimpin keluarga apalagi pemimpin negara?
4 : Nah lalu apa masalahnya?
M : Bagaimana bisa minta masuk lewat pintu kanan jika anak buah kamu masih banyak yang korup dan kamu hanya diam saja, jadi silakan masuk ke pintu kiri

Just my imagination …… Semoga saja kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah diterima dariNya nanti

Advertisements

8 comments on “Pintu Mana

  1. banyak kisah untuk masuk ke pintu kiri.. dan banyak kisah pula untuk masuk ke pintu kanan, tinggal bagaimana kita menyusun kisah kita sendiri, berujung pintu kanan atau pintu kiri.

    siapapun, pemimpin atau yang dipimpin bertanggungjawab kelak akan bertanggungjawab atas apa yang diembannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s