Penikmat Goyang Lidah

Warung bakso milik orangtua pacarku selalu ramai, penikmat bakso rela antri hingga duduk ditrotoar. Wajah-wajah yang penuh nafsu mengaduk isi mangkuk, menggigit bakso dan menyeruput kuah seperti mencapai klimaks ditiap suapnya.

Setiap aku akan meminta bakso bahkan rela membayar, tiap kali pula penolakan muncul dari pacarku dan orangtuanya, aku diizinkan makan bakso  jika sudah menikah dengannya.

Malam ini adalah malam pertamaku, tubuhku lunglai butuh asupan “Sayang, aku mau bakso”

Istriku dengan lembut menarik tanganku menuju dapur, menurunkan celanaku dan memintaku untuk kencing dalam panci berisi kuah bakso lalu menuangkan air kencing keluarganya yang telah ditampung dalam ember sambil merapalkan mantra-mantra.

Bakso Goyang Lidah

Bakso Goyang Lidah

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Tema : Sihir

Advertisements

26 comments on “Penikmat Goyang Lidah

    • Mas Iwan..celana bersih dan baru mah ngga apa-apa kali yaah..hehehe
      Duuh saya masih punya utang sama mas Iwan..ttg sistem pendidikan di Jerman..inshaAllah saya tulis..tp ini masih bentrok sama PP ke Dokter..:)

    • sebenarnya banyak isu ttg penjual makanan (bakso) mas, tapi apakah ada yang benar-benar tertangkap/terbukti? yang santer beritanya waktu itu yang dicampur daging babi.

      Kadang hal ga kasat mata bisa bikin logika membal ya mas 🙂

      • Sejauh ini semua itu (untuk penglaris bakso) cuma isu sih, lebih sering hasil gorengan majalah-majalah misteri, posmo, dan sejenisnya.
        Kalo memang benar ada faktanya, kenapa di kepolisian gak ada laporannya.

      • atau jangan2 para pembeli merasa tidak dirugikan jadi tidak mau melapor.

        saya teringat kasus bundaelly, saat membuka mie ayam bangka di cempaka mas, seminggu pertama laris, lalu minggu berikutnya semua olahan yang dibuat dikembalikan lagi oleh pembelinya karena basi..

      • Soal makanan basi, saya jadi teringat dengan ibu kantin di kantorku. Saya cukup akrab dg beliau.

        Suatu saat ia bercerita bahwa pernah menerima pesanan katering untuk sebuah hajatan.Pesanan dimasak siang, sore diantar, biar kesannya masih hangat. Eh begitu sampai di tempat hajatan, semua nasi dan lauk pauknya basi, dan tidak layak makan.
        Sungguh peristiwa yang ganjil.
        Untuk itulah sering saya dengar para pemilik usaha makanan itu juga melakukan ritual khusus, bukan hanya untuk penglaris, namun juga tolak bala kiriman dari kompetitor-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s