Pupus

Bara dimata ibu selalu menyala tiap kali aku mendesak agar ibu bercerita tentang ayah. Menurut ibu, ayah pergi dengan tante Dwi, adik kandung ibu kala aku berusia satu bulan.

Untung saja aku mempunyai pacar yang sangat perhatian ku anggap sebagai pengganti ayah, dia atasanku ditempat bekerja. Belaian lembutnya membuatku terlena, dua garis yang ditunjukan testpack membuat pacarku luluh.

Hari ini pacarku datang melamar, aku sudah memberitahu ibu, rona kebahagian terpancar dari wajahnya. Bel berbunyi, aku bergegas membuka pintu, belum sempat  mempersilakan masuk, terdengar sumpah serapah ibu.

“Dasar bajingan! tidak puas kau hancurkan aku dan adikku, kini kau hancurkan anakmu sendiri!”

ff100

Diikutsertakan dalam #FF100Kata 

 

Advertisements

12 comments on “Pupus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s