Tentang Pilihan

Kemarin siang gw dapat telp dari teman kerja ditempat lama (kayaknya itu mulu teman kerja ditempat lama.. ya gimana lagi, gw udah pindah kerja mulai tahun 2000 sampai sekarang ini tempat kerja yang ke 6)
Jadi teman ini telpon dari Kalimantan, awalnya tanya bagaimana tentang tim riset disana, siapa yang pegang dan gimana kerjanya.
Sempat gw bcandain, “kok Asmen turun langsung, biasanya yang turun setingkat Supervisor”, dia jawabnya sambil bcanda juga ‘iya nih mas, aku dibuang kayaknya”.
Obrolan berlanjut tentang rekan satu kantornya si X yang resign dan gw juga kenal, akhirnya gw cerita juga sebenarnya dari Oktober tahun lalu udah ketemu 3 kali ama X intinya pernah gwe tulis disini

Pembicaraan terakhir pas ketemu si X tanya kenapa gw santai aja kalo berangkat siang, terus kalo pulang bisa sore, ya gw cerita “Alhamdulillah ditempat sekarang ini enak, Boss gw ga nentuin gw harus datang jam berapa, pulang jam berapa, kalo jam kerja normal 8 jam kerja sehari, kalo gw berangkat siang, berarti pulang ya bisa disesuaikan, tapi emang untuk kerjaan yang butuh datang pagi juga ga bisa diganggu gugat, kayak tim telesurvey, ikut ketentuan 08.30-17.30.
Dengan datang siang gw bisa anter istri dulu walau cuma sampai tempat angkot, abis itu gw bisa momong anak dulu maksimal sampe jam 09.00 baru gw berangkat, kan emaknya pulang lebih cepat, jadi gantian momong anak.
Hari sabtu kalo ga kepaksa banget ada target gw juga ga masuk, itu juga gw berlakukan untuk anggota tim, jadi sabtu minggu itu bisa melakukan kegiatan lain, buat keluarga lah.
Terus si X bilang, kalo dia berangkat anaknya kadang belum bangun, bahkan kalo lagi banyak kerjaan pulang bisa sampai subuh.
Terakhir gw bilang, itu pilihan, elo dibayar banyak yang harus berikan sesuai dengan apa yang elo dapat, akhirnya ya si X resign.

Abis dengerin gw cerita, si asmen ini bilang “Iya mas, anakku kemarin pagi sebelum aku ke sini (kalimantan) bilang, “mama pulang tengah malam ya, aku kan tau waktu mama cium aku, tapi aku ngantuk jadi ga bangun”
Gw akhirnya bilang “semua pilihan ada konsekuensinya, terserah aja pilihan yang mau dipilih, idealnya sih secara materi dan keluarga itu secara kualitas bisa mendapat yang terbaik, tinggal dihitung aja kualitas untuk keduanya, karena kebutuhan, keinginan dan kebahagian tiap orang itu beda-beda”
Habis itu telpon terputus… Moga bisa mendapatkan apa yang terbaik buatmu kawanz.

IMG_5555

Advertisements

Pay It Forward

Pernah liat atau baca tentang Pay It Forward, ini ada ulasannya di sini “IMDB”  tapi gw bukan mau nulis tentang film tersebut, tapi hal tersebut bisa aja terjadi pada siapa aja,

Januari 2014, gw ketemu teman lama, dia cerita akhir bulan ini pindah kerja, emang sih dia udah ga betah, karena waktu buat anak dan istri makin berkurang karena sibuk ama kerjaan, dia bilang rada ajaib juga caranya, jadi sang istri ketemu mantan bossnya, si mantan boss minta tolong dicariin batik buat dibawah ke LN untuk koleganya. Pas batik udah didapat, ternyata ga bisa dianter karena anaknya sakit, dan teman gw itu juga udah berangkat kerja, pas banget mantan boss nya telpon minta dianter sebelum makan siang kekantornya, pusinglah istri teman gw ini, tapi memang sudah ada yang mengatur, tetangga sebelah rumahnya berangkat kerja rada siang karena harus anter anak kesekolah dulu, dan gedungnya bersebelahan dengan gedung dimana perusahaan mantan bossnya berada, lalu tetangganya menawarkan untuk dititipkan saja, dan paket tersebut sampai juga ke mantan boss nya, kejadian itu pertengahan 2013.

Selang 6 bulan kemudian, Bossnya kontak sang istri dan menawarkan pekerjaan kepada suaminya.

Februari 2009 gw mau balik ke Jakarta dari Manado, di bandara In’t Sam Ratulangi saat lagi asik baca buku nunggu boarding, ada orang berpakaian safari mendekati saya berbarengan dengan pramugari, terjadi tanya jawab :
OPS : Mas mau ke Jakarta?
Gw : Iya pak, kenapa?
Ops : Tujuannya kearah mana?
Gw : Bekasi
Ops : itu lewat Slipi mas?
Gw : iya,
Ops : Begini mas, komandan saya mau titip dokumen untuk anaknya di Pejompongan, kalau mas ga keberatan saya akan titip dan saya berikan nomer telp. nya, biar nanti anak komandan ketemu mas nya di Slipi.
Gw : (rada curiga) ya kalo gitu komandan bapak aja suruh kesini, biar jelas pak.
Ops : baik mas.
Trus orangnya telp, ga lama datang orang dengan seragam polisi, gw lirik ada melati tiga, kombes toh.
Kombes : saya titip dokumen buat anak saya mas, gpp kan?
Gw : gpp pak, nanti saya turun di Slipi, ketemu disitu aja, biar saya gampang naik bisnya lagi.
Kombes : ok mas, boleh liat KTP nya,
Trus gw kasih liat KTP gw n dia berikan nomer telp anaknya, n pesan kalau ke Manado lagi dan butuh bantuan agar kontak ajudannya.
Akhirnya gw anter dokumen ke rumahnya aja karena dekat kantor lama dulu di komplek PAM, baliknya gw dikasih uang taksi dan dengan gengsi gw tolak hehehe ga lah, niat gw bantu aja, akhirnya gw bilang siapa tahu gw juga berada di posisi dia, pas lagi butuh ada yang nolong, itu rasanya syukur yang terkira banget.

(Sebenernya nulis bagian gw ini udah sebisa mungkin gw hindari, tapi gw pikir gpp, karena ada benang merahnya, moga gw ga ada bermaksud riya.. aamiin)

Awal 2010 waktu gw masih di Sumatera, Gw ditelp teman lama, seminggu kedepan dia mau ke Medan, dan menanyakan apa ada yang bisa dibantu, gw bilang kalo ga keberatan tolong bawain netbook gw, tapi ada dirumah di Bekasi dan gw kasih alamat mamak teman gw di Medan buat dititipin karena posisi gw saat itu masih dia Aceh, dan dia ga keberatan untuk ambil, jadi dari kantornya diwilayah Kuningan, dia ambil netbook ditempat gw di Bekasi, terus pulang ke Pamulang.

Teman lama gw itu pada awal cerita tahun 2014 dan tahun 2010 adalah orang yang sama, gw takjub kalo inget, emang semuanya udah diatur oleh Allah SWT. Memang sih pembayaran itu bisa tunai (langsung), bisa ga langsung, bisa dalam bentuk lain, bisa dunia dan bisa juga buat tabungan di akhirat.
seperti yang gw pernah tulis juga disini  “Dibayar Tunai” 

tunai

Selamat hari rabu dan selamat bekerja kembali, jangan lupa bersyukur atas semua yang telah diberikan Allah SWT.

 

#SaveRisma Dari Rongrongan Syahwat Kekuasaan

Iwan Yuliyanto

#SaveRisma
Bismillah …

Inilah sepenggal kisah syahwat kekuasaan di salah satu bagian Negeri Ironisia.

Bumi Surabaya memanas. Pasangan Risma – Bambang Dwi Hartono diusung PDIP dan menang pilkada walikota – wakil walikota. Tapi kemudian wakilnya mengundurkan diri karena ikut pemilihan gubernur Jawa Timur (belakangan malah tersandung kasus korupsi). Namun anehnya, walikotanya yang terbukti bersih dan punya integritas tinggi justru mau diturunkan oleh fraksi partai pendukungnya sendiri. Parahnya lagi, saat ini telah dipasangkan dengan wakil walikota baru yang sebelumnya telah ikut andil memakzulkan (melengserkan) sang ibu walikota. Semua itu karena kader-kader partai pendukung syahwat kekuasaan.

.


Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau biasa dipanggil ibu Risma adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010 untuk periode 2010 – 2015. Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya. Dan tercatat sebagai wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi walikota melalui pemilihan…

View original post 2,735 more words

Jadul Belum Tentu Langka dan Mahal

Berhubung ada benda filateli jaman sekolah dulu alias prangko, yang pernah gw posting tentang surat cinta pertama  gw nyasar ikutan https://www.facebook.com/groups/PostcrossingID/
ini gara-gara Fathia  dan Mas Yayan aka Om Ndut  yang bergabung dalam komunitas Kartu Pos Indonesia.
Pas ikutan grupnya, eh malah ketemu orang-orang yang hobi filateli khususnya Prangko.
Akhirnya join di group https://www.facebook.com/groups/IndonesiaStampsCollectorsCommunity/
Di group tersebut diperbolehkan untuk jualbeli, banyak juga yang posting koleksinya dan bikin ngiler.

Dari group, dan tanya-tanya dapat juga member termasuk dalam kategori nyata dan dapat dipercaya dalam hal transaksi jual beli prangko, tapi akhir-akhir ini ada member, dan menawarkan prangko koleksinya dengan harga bikin kening berkerut.
salah satu contohnya prangko dibawah ini pada baris pertama dengan nominal Rp 30

IMG_5524

ditawarkan dengan harga 20juta boleh nego sampai harga 15 juta.

Banyak member senior yang udah puluhan tahun memberitahu secara halus, tapi yang menjual keukeuh bahwa ini barang langka, hingga diberikan link katalog prangko oleh salah satu member senior, tapi tetap ga ngaruh.

Memang, seharusnya bagi orang yang ingin bermain dengan benda filateli harus mempunyai pengetahuan terlebih dahulu, admin di group ini  yang sudah sangat senior bahkan membuat file tentang mengenal filateli indonesia yang dapat diunduh secara gratis disini http://officepromosi.com/1/Mengenal-Filateli-di-Indonesia.pdf
tapi tetap saja, yang jual ngeyel.

Iseng gw telusuri profil yang menjual, ternyata masih kuliah, sekitar 19-21, kalo gw ambil kesimpulan sih dapat koleksi prangko bisa dari kakaknya, kerabat atau orangtuanya seperti mendapat harta karun melihat nila yang tertera di prangko Rp 20 – Rp 30 keluaran sebelum tahun 1980 yang gw yakin dirinya belum lahir dan menganggap harta karun tersebut sangat berharga sekali.
Lha, gw aja beli prangko dengan nominal tertera 1 – 5 Sen aja cuma 50 ribu perak, ini yang nilai nominal lebih besar dan jumlah beredar lebih banyak minta dengan harga seperti itu.

Ada juga yang menawarkan prangko satu set lengkap (biasanya prangko untuk edisi tertentu seperti PON atau Sea Games dengan tiap jenis cabang olahraga yang dipertandingkan dibuat satu prangko) dijual seharga 10 juta. woowww….
Saat diberitahu tahu acuan katalog dan ternyata barang yang ditawarkan tidak senilai tersebut, tetap saja jurus ngeyel dipakai.
Bahkan setelah itu ada keanehan, ada akun facebook baru dibuat, bergabung dengan grup dan langsung melakukan penawaran dengan harga 7juta.
Mungkin dipikirnya seperti jualan obat, untuk menarik calon pembeli di-setting terlebih dahulu pasien dadakan yang notabene adalah temannya sendiri.

Untungnya para collector senior selalu mengingatkan akan hal tersebut, dan dari salah satu poin diskusi, banyak orang yang ga tahu (belum teredukasi) dan tertarik dengan benda filateli bisa jadi melihat taksiran harga dari tokobagus, yang dibilang langka langsung percaya, padahal jika mau cari tahu secara ekstra bisa jadi harganya ga sebombastis yang ditawarkan.