Jika Kenangan itu Berbentuk Kartu Pos

Saya tahu duniaely.com baru saja, ya kira-kira sekitar satu jam yang lalu, hal itu bermula saat salah seorang kontak di FB saya update status yang terkoneksi dengan blognya di WordPress.
Akhirnya saya malah asyik kelilingan dirumahnya tersebut.

Terus terang tema dalam blog tersebut sangat beragam, tapi satu hal yang membuat saya suka adalah kekonsistenan duniaely.com menyertakan foto dalam sebagian besar postingannya yang merupakan hasil foto sendiri, walau ada juga yang berbentuk video bahkan ada juga yang tanpa gambar.
Terus terang hal tersebut lumayan rumit jika membuat tulisan lalu mencari stok foto, yang lebih mudah itu lihat stok foto lalu buat tulisan :).
Saya pribadi jika berkunjung ke blog lain, yang dilihat adalah bagian kategori, jadi ketertarikan membaca disesuaikan dengan kategori empunya blog, seandainya jika duniaely.com menaruh “kategori” paling atas menggantikan “Meta” saya kira itu akan lebih baik.
Satu hal yang mungkin jarang orang mau lakukan adalah menerima penulis tamu, tapi hal ini dilakukan oleh duniaely.com . Salut.

Dari sekian foto yang ada di duniaely.com, saya suka foto yang ini, tentang koran cetak

koran-cetak

Karena sempat terpikir akan masalah paperless dimasa mendatang, saat ini terus terang saja saya masih berlangganan koran cetak, karena banyak hal yang bisa didapatkan dari koran cetak tersebut, salah satunya agar orangtua saya yang sudah pensiun bisa menikmati berita dari koran cetak, seperti saat mereka masih bekerja dahulu, selain itu juga bisa tetap menjaga silaturahim dengan mbah pengantar koran, yang saya kenal sejak 25 tahun lalu.

Saya tahu dan sadar bahwa gambar yang saya pilih bukan termasuk yang ditawarkan untuk dijadikan postcard, tapi  jika suatu saat nanti koran cetak sulit didapat, setidaknya saya masih bisa mempunyai kenangan akan hal tersebut dalam bentuk benda cetak yaitu kartu pos.

“–“

“Kamu mau dikirimi kartu pos cantik dari Jerman?”

Advertisements