Kuda Hitam dari Jakarta

Pertarungan dua kandidat ini semakin seru, kandidat pertama memiliki darah Indonesia Timur dan kandidat kedua dari Jakarta.
Saya salut dengan kandidat pertama, materinya tentang ketidakadilan, ketimpangan disampaikan dengan sangat jelas, sedang kandidat kedua tentu saja menyangkut tema keseharian di Jakarta.

Banyak yang tidak menyangka bahwa kedua kandidat ini akan masuk ke grand final, tapi tanda-tanda terbaca setelah masuk ke 6 besar. kandidat dari Jakarta ini memang dianggap sebagai kuda hitam, Sedangkan keunggulan kandidat pertama adalah konsistensi dari awal hingga masuk grand final.

SUCI 4 inilah yang gw pikir paling menarik diantara 3 periode sebelumnya, tema┬á yang dibawakan tentang daerah masing-masing sangat cocok dibawakan, dan performa mereka berdua tidak terlalu drop selama show 1 hingga show 16. Kali ini, memang para komik yang “smart” mendominasi 3 besar.

Selamat buat Abdur dan David sebagai grand finalis Stand Up Comedy Indonesia 4.
Siapapun pemangnya, kalian berdua konsisten mengangkat tema tentang daerah masing-masing.
Dzawin sebagai komik yang close mic diurutan ketiga gw rasa juga sudah tepat, karena beberapakali dzawin seperti nge-blank, namun yang ga habis pikir, kenapa Pras Teguh yang masuk 4 besar, padahal Dodit juga tidak kalah bagus dibanding Pras Teguh.

 

 

 

Indonesian Puppet

Ternyata di Indonesia ini banyak orang-orang pinter, pas buka FB… wuaaiiiih, baik kontak ataupun mutual friend mengemukakan argumennya dengan cerdas-cerdas, memberikan tautan kesana kemari membawa alamat url sebagai tanda shahih.
Walau ada juga sih diantara yang cerdas-cerdas itu emosinya sedikitttt naik, intinya sih pokoke inyong sing paling bener.

Udah gitu, profil picturenya juga ada angka-angka baik angka 1 ataupun 2, ada juga sih angka selain itu yang sering muncul yaitu angka 3, bahkan ada angka 69 ­čśÇ

Jadi pas buka FB dulu sih, nama ga terlalu diperhatiin, liat profil picturenya aja udah langsung tahu, Ooo si ini nulis status tentang itu, si itu nulis status tentang ini, pun jika saling komen juga akan ketahuan, si ini komen itu, si itu komen ini.
Nah, pas profil picturenya mirip-mirip, jadi harus ekstra perhatiin siapa komen apa.

Dan semakin diperhatiin, semakin butuh kekuatan mata ini lihat profil picture yang sama, status yang sangat cerdas dan kesahihan tautan.

Gw berkaca.. gw malu ternyata gw ga secerdas orang lain, ga senarsis orang lain dikontak FB, pikir punya pikir ya keputusan akhirnya gw ambil, FB itu buat gw untuk saling berbagi/membaca berita positif tentang teman atau hal lain, berita tentang hobi seperti deltiology dan numismatic .
Dan keputusannya ya akhirnya gw unfollow teman-teman di FB yang mempunyai  profil picture sejenis, entah dengan latar garuda merah ataupun tulisan angka 2 dengan stand herenya, pun begitupula dengan kontak yang cerdas-cerdas walau profil picture ga berubah tapi status kecerdasannya bikin gw minder, akhirnya gw unfollow juga, toh FB sendiri menyediakan fitur yang memungkinkan untuk hal tersebut.

Jadi yaaa, nikmatin ajalah kita tetap berteman di FB kok, nanti kalo udah pada balik lagi ke khitah masing-masing, bakal follow lagi kok.

INDONESIA PUPPET

#Ngelulu