[Publik] Rumah Masa Depan

Buat yang masih hidup, sebagian besar tujuannya adalah bagaimana mempunyai tempat tinggal yang nyaman, tapi terkadang lupa memikirkan rumah masa depan untuk tempat tinggal bernama TPU setelah meninggal dunia. Urusan ini hal remeh, hal kecil tapi acap terlupakan. Buat yang mempunyai uang, mudah saja, pilihannya bisa memesan pemakaman seperti di San Diego Hills atau pemakaman yang dikelola swasta. Mengurus makam untuk yang meninggal ternyata bukan hal sepele, dibutuhkan kesabaran ekstra. Pihak-pihak pengurus RT/RW adalah salah satu pihak yang berperan penting, dari merekalah mendapat surat keterangan untuk dibawa ke Kelurahan hingga keluar surat kematian. Pengalaman mengurus pemakaman ayah saya empat minggu lalu alur yang terjadi adalah seperti ini. 1. Surat Keterangan dari RT dan RW bahwa benar warga yang meninggal adalah warga yang berada dalam wilayah tersebut, lalu surat tersebut dibawa ke Kelurahan untuk dibuatkan…. 2. Surat Keterangan Kematian dari Kelurahan yang akan digunakan untuk mengurus ke dinas pemakaman, pembuatan surat keterangan kematian ini paralel dengan pembuatan surat keterangan pemeriksaan jenazah dari puskesmas atau dinas kesehatan setempat untuk yang meninggal dirumah, tapi jika meninggal di Rumah Sakit, secara otomatis pihak Rumah Sakit yang akan mengeluarkan surat tersebut. 3. Retribusi sewa tanah makam Simpel ya, tidak ribet seperti yang ditulis pada awal postingan ini. Memang hal tersebut simpel jika dimakamkan pada TPU dimana bertempat tinggal, nah saya bertempat tinggal di Bekasi, untuk TPU harusnya di TPU Perwira tapi lokasinya jauh, dan yang paling dekat justru TPU Pondok Kelapa, TPU Tanah Merah dan TPU Malaka, sekitar 3km dari rumah. Akhirnya datang ke TPU yang dibuatkan surat pengantar untuk mengurus Surat Izin Penggunaan Tanah Makam ke kelurahan Pondok Kelapa ke bagian PTSP. 4. Dari kelurahan Pondok Kelapa diminta mengisi data tentang mendiang lalu setelah selesai diberikan surat untuk melakukan pembayaran, setelah melakukan pembayaran lalu menyerahkan bukti pembayaran tersebut ke Kelurahan 1 lembar, 1 lembar untuk TPU dan 1 lembar untuk ahli waris. Sepengetahuan saya PTSP itu tujuannya baik, semua pelayanan dilakukan dalam satu pintu, jadi ga perlu muter-muter kesana kemari, tapi satu hal yang nengganjal yaitu saat melakukan pembayaran harus dilakukan di kantor walikota Jakarta Timur jadi bukan di kelurahan, yang jaraknya sekitar 5-6km. lebih baik dibuka saja kantor kas di kelurahan jadi saat mengurus tidak perlu pindah ketempat yang lumayan jauh. Jumlah retribusi sewa tanah makam selama 3 tahun antara Rp 60.000 – Rp 100.000, masih kalah murah dengan Surabaya yang dalam kisaran 200.000 – 270.000. Biaya Resmi menyangkut administrasi sebagai berikut : 1. Surat Keterangan RT – Gratis 2. Surat Keterangan RW – Gratis 3. Surat Keterangan Kematian Kelurahan * 4. Surat Keterangan Pemeriksaan Jenazah di Puskesmas * 5. TPU ** * Pengurusan di Bekasi biaya mulai dari Rp 0 hingga Rp seikhlasnya * Pengurusan di Kelurahan Wilayah Jakarta memang benar-benar Rp 0 Kalau pengurusan dari Kelurahan hingga Pembayaran retibusi memang tidak ada biaya aneh-aneh, tapi di TPU lain lagi ceritanya, dengan adanya PTSP hal-hal menyulitkan dan kemungkinan untuk berbuat ga benar bisa diminimalisir, kenyataannnya? jauh panggang(an) dari api. Beritanya bisa dilihat disini : – Urus makam lewat PTSP dinilai persulit warga ; –  keluhan mengurus izin pemakaman  Selain itu hal kurang benar bisa dimanfaatkan dari celah yang ada, misalnya dengan penuhnya tanah makam diwilayah Jakarta Timur, tapi tetap bisa dimakamkan dengan cara tumpang pada anggota keluarga yang telah dimakamkan terlebih dahulu atau pada lokasi makam yang sudah tidak bertuan yaitu lokasi makam yang tidak diurus ahli warisnya. Untuk kedua pilihan cara pemakaman diatas, alur yang terjadi sama dengan makam baru, hanya statusnya saja yang berbeda antara baru dan bekas (makam).

Slide1

Sudah perhatikan foto yang menggambarkan alur pemakaman diatas? tanda panah biru menunjukan jika keadaan normal berlaku, keadaan normal maksudnya saat meninggal itu pada hari kerja dimana birokrasi yang berhubungan dengan pihak institusi pemerintah membuka pelayanan, sedangkan situasi tidak normal saat meninggal itu pada hari libur, baik hari minggu atau libur nasional. Jika situasi tidak normal tersebut terjadi, maka alur yang paling umum terjadi adalah tanda panah merah, karena tidak mungkin jenazah menunggu birokrasi lalu dikuburkan. Nah, pada titik inilah celah tersebut membuka terjadinya hal tidak benar. Apakah setelah membayar retribusi melalui PTSP dan menyerahkan bukti pembayaran ke TPU lantas akan ada jaminan tidak ada biaya yang lain? Ya pastilah ga ada, yang ada jaminan akan terkena biaya lain lagi. ga percaya? ini hitungan kasarnya. Biasanya di TPU akan ada biaya sewa tenda dan kursi serta biaya gali makam besarannya berkisar Rp 500.000 – Rp 2.000.000 , kalau logikanya sih tenda dan kursi itu sudah tersedia dan merupakan inventaris Dinas pemakaman, dan untuk tukang gali makam (resmi) juga mendapat gaji bulanan dari pemda. Diluar itu ada biaya yang memang menjadi tanggungjawab ahli waris yaitu biaya pembelian rumput hingga pembuatan batu nisan. dan besarannya relatif mulai Rp 1,5 juta – Rp ~ tergantung nisan yang dipilih. Nah, ada juga sistem paket, keuntungan sistem paket ini : – Lokasi makam sudah pasti ada (entah baru atau bekas) – Sewa tenda, gali makam, rumput dan batu nisan sudah tersedia, jadi keluarga ahli waris tinggal datang ke PTSP dan membayar retribusi pemakaman saja. Tetangga yang kebetulan bertemu saat melakukan pembayaran retribusi untuk pemakaman kakaknya bercerita, awalnya diberitahu jika TPU sudah penuh, hingga tiga kali bertanya jawabannya tetap yaitu penuh, akhirnya beliau bilang ” Ya sudah berapa biayanya saya minta bersih dari gali makam sampai nisan, saya bayar cash” akhirnya keluar juga jawaban biayanya Rp 5.000.000 Hal ini memang sudah jadi rahasia bersama, kalau pemakaman di TPU itu harganya bisa jutaan rupiah.  bahkan hal tersebut sudah seperti permainan para preman. Memang salah satu kendala adalah informasi yang tidak jelas dan transparan tentang ketersediaan lahan makam yang dapat dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk mencari penghasilan. Jadi tidak salah apa yang dilakukan oleh Pemda DKI untuk membuat sistem pemakaman online, mulai dari pemesanan hingga pembayaran retribusi. Jika hal ini terjadi, akan meminimalisir biaya-biaya yang tidak perlu walau tidak bisa dihilangkan seluruhnya.

Advertisements

10 comments on “[Publik] Rumah Masa Depan

  1. sistem baru yang saya kurang tahu detilnya ini pernah dikeluhkan sama warag di sekitar tempat tinggal.
    di TPU nggak ada biaya, cuma pembayaran dilakukan di kelurahana. masalahnya kalo orang kelurahannya nggak ada, proses nggak bisa jalan sebab orang lapangan nggak berani kerja

    😀

    • iya naz, tapi kalo saya lihat jika standar makam belum ada ketentuan untuk rumput dan batu nisan serta perawatan dijamin pemerintah, dicelah itulah masih bisa bikin mumet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s