Dua Perbedaan

Sebelum shalat subuh, saya sempatkan melihat pengumuman yang ditempel papan pengumuman masjid, saya amati ada dua laporan keuangan. Yang pertama adalah laporan dari kotak tromol jum’at serta sumbangan-sumbangan dari donatur, laporan keuangan yang kedua yang berasal dari kotak tromol yang berada di teras masjid. saya lihat lebih detil ternyata laporan kotak tromol yang berada diteras cashflow-nya cukup bagus, hasilnya dalam satu bulan lebih besar dari kotak tromol jumat.

Saya bertanya kepada salah satu pengurus masjid kenapa sampai ada dua dua versi laporan, padahal satu saja kan bisa, sambil menghela nafas sang pengurus berkata, dahulu hanya ada satu laporan, tromol yang berada diluar yang beasal dari kotak kaca jumlahnya selalu berkurang, usut punya usut menjadi bancakan oknum ga bertanggungjawab, bahkan hingga minus, sampai akhirnya sang bendahara tak tahan dan mundur, karena selalu nomboki uang yang kurang walau laporan yang tertera ada saldo sekian juta, tapi pada intinya uang tersebut tidak ada, jadi bendaharanya hanya de jure, secara de facto bendaharanya ga jelas :D.

5587-curi-kotak-amal

Akhirnya salah seorang jamaah berinisiatif membuat kotak tromol dari lempengan besi dan digembok ditiang teras mesjid, setiap hari uangnya selalu ambil dan dikumpulkan lalu dibuat laporan keuangan setiap minggunya “Laporan Keuangan Tromol Teras” dan ditempelkan di papan pengumuman masjid. Disitu tertera secara jelas pemasukan dan pengeluaran, lama kelamaan jamaah lebih sering memasukan ke tromol yang berada di teras daripada yang berada didalam ruangan utama masjid, karena terlihat lebih jelas penggunaan dananya. Mungkin ada juga ga yang setuju dengan metode ini karena dianggap sebagai metode hizbiyin 🙂

Saat shalat subuh, imamnya ternyata salah satu ustad yang terpandang didaerah tersebut. Jamaah subuh sekitar 30-35 orang, lumayan lah untuk ukuran masjid yang ga terlalu besar, dan semua jamahhnya komplit dalam arti tidak ada yang melarikan diri.
Imam shalat subuh biasanya sistim menggantikan jika imam utama ga datang, nah pernah 4 orang yang biasanya menjadi imam tidak hadir, akhirnya mengikuti ketentuan yang ada, majulah seorang tetangga untuk menjadi imam, dan banyak jamaah yang putar balik menyisakan hanya sedikit orang. Alasannya karena yang menjadi imam termasuk mahzab yang tidak membaca qunut, walau pada prakteknya saat menjadi imam tetap membacakan qunut.
Saat saya bercerita dengan salah seorang kawan, dia bilang “lho, ta’ pikir hanya ditempatku (Gresik) aja yang jamaahnya puter balik, ditempatmu ada juga toh”
Sayang sekali, shalat berjamaah yang harusnya mendapat pahala lebih besar, jadi gagal karena perbedaan pandangan coba bisa lebih bijak dan sedikit cari tahu malah bisa menjaga ukhuwah.

jalan

Jadi, apa hubungannya dua cerita diatas ya? hubungannya ya itu tentang Masjid yang sama 😀

Selamat makan siang dan bersiap-siap ke masjid untuk melakukan shalat jumat bagi pria yang tidak ada uzur.

Advertisements

16 comments on “Dua Perbedaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s