Indonesian Puppet

Ternyata di Indonesia ini banyak orang-orang pinter, pas buka FB… wuaaiiiih, baik kontak ataupun mutual friend mengemukakan argumennya dengan cerdas-cerdas, memberikan tautan kesana kemari membawa alamat url sebagai tanda shahih.
Walau ada juga sih diantara yang cerdas-cerdas itu emosinya sedikitttt naik, intinya sih pokoke inyong sing paling bener.

Udah gitu, profil picturenya juga ada angka-angka baik angka 1 ataupun 2, ada juga sih angka selain itu yang sering muncul yaitu angka 3, bahkan ada angka 69 😀

Jadi pas buka FB dulu sih, nama ga terlalu diperhatiin, liat profil picturenya aja udah langsung tahu, Ooo si ini nulis status tentang itu, si itu nulis status tentang ini, pun jika saling komen juga akan ketahuan, si ini komen itu, si itu komen ini.
Nah, pas profil picturenya mirip-mirip, jadi harus ekstra perhatiin siapa komen apa.

Dan semakin diperhatiin, semakin butuh kekuatan mata ini lihat profil picture yang sama, status yang sangat cerdas dan kesahihan tautan.

Gw berkaca.. gw malu ternyata gw ga secerdas orang lain, ga senarsis orang lain dikontak FB, pikir punya pikir ya keputusan akhirnya gw ambil, FB itu buat gw untuk saling berbagi/membaca berita positif tentang teman atau hal lain, berita tentang hobi seperti deltiology dan numismatic .
Dan keputusannya ya akhirnya gw unfollow teman-teman di FB yang mempunyai  profil picture sejenis, entah dengan latar garuda merah ataupun tulisan angka 2 dengan stand herenya, pun begitupula dengan kontak yang cerdas-cerdas walau profil picture ga berubah tapi status kecerdasannya bikin gw minder, akhirnya gw unfollow juga, toh FB sendiri menyediakan fitur yang memungkinkan untuk hal tersebut.

Jadi yaaa, nikmatin ajalah kita tetap berteman di FB kok, nanti kalo udah pada balik lagi ke khitah masing-masing, bakal follow lagi kok.

INDONESIA PUPPET

#Ngelulu

Tertawa diatas penderitaan orang lain

WIBWAY

Sadis, itu kalo baca judul diatas. Tapi sebenernya hal tersebut bisa aja terjadi pada siapa saja, khususnya di Jakarta ini.

Di Jakarta yang tercintah ini, iya lho beneran tercintah, walau orang ngedumel seperti apapun akan kemacetan yang terjadi, tetap aja dijalanin, wong sebagian besar mencari penghidupan dan bertempat tinggal di Jakarta.
Ngedumel itu bisa jadi sebuah solusi, solusi mengatasi kepenatan hati, bukan solusi mengatasi kemacetan, toh ngedumel itu sekarang bukan hanya ditumpahkan pada ember atau tembok tapi seluruh dunia bisa tahu, wong jejaring sosial turut mendukung untuk hal tersebut.

Solusi bagi pengguna jalan raya yang butuh waktu cepet mau ketempat tujuan ya harus berangkat lebih awal, syukur-syukur kalo wilayahnya dilewati jalur KRL -yang saat jam sibuk untuk menaruh kaki saja sulit- atau naik transjakarta.

Kalau sekarang naik Transjakarta, lumayan lancar sejak ada denda Rp 500.000, penyerobot jalur busway tersebut memilih mlipir, mana ada sih yang rela bayar denda lumayan gede gitu.
Gw pribadi acap ikut rombongan pemotor melintas jalur busway tersebut, tapipas banget lagi nonton tipi bareng istri bahas tentang hal tersebut, dan istri tanya apa gw juga ikutan jadi penyerobot, ya gw jawab apa adanya kalo emang suka nyerobot, akhirnya gw dijewer dan ga boleh nyerobot lagi.

Akhirnya gw sih emang udah ga nyerobot lagi, bukan karena takut gara-gara abis dijewer istri, tapi karena denda segitu gede mendingan buat beli pampers anak.
Solusinya gw ga pindah moda, kalo mau naik KRL dari rumah ke stasiun sekitar 4km, sedangkan 4km itu udah 20% jarak perjalanan, ataupun naik ATPB yang konek dengan transjakarta karena jarak ke halte terdekat 7km, jadi tetap memilih naik roda dua, walau emang kudu berangkat lebih siang agar ga kena macet n kalo pas berangkat pagi akhirnya milih mlipir lewat pemukiman yang relatif lancar.

Nah, kalo lewat jalan biasa yang macet itu gw kadang bersyukur bisa menikmati kemacetan n asap knalpot, tapi gw lebih bersyukur lagi kalo ada yang lewat jalur busway trus dipertengahan atau ujung jalur ada Polisi, dan gw yakin banyak yang kayak gw, tertawa diatas penderitaan para penyerobot jalus busway yang kena tilang itu.

Tertipu

“Elo ini cowok aneh, kalau jalan menunduk, ngobrol sama cewek cantik ga mau lihat, bahkan dengan boss juga kayak gitu,  bahkan elo juga pakai lensa adaptif, besok-besok pasti pakai rayban dasar orang aneh”

Kamu diam saja, mbak Gita, boss kami pecah senyumnya mendengar kicauanku dan langsung mengirim pop up “Wisnu, jangan ganggu dia, kualat kamu nanti ”

Lagi-lagi dibela boss, dasar anak emas! dengan perasaan sewot kuambil kacamatanya dan kupegang dagunya menghadapku.

Matanya berdenyar, kilatan rasa menyesap, membuncah dadaku yang sesak, persetan dengan pacarku yang cantik, karena matamu mampu merengut sukmaku, aku tidak bisa mengingkari hati kalau jatuh hati padamu.

Diikutsertakan dalam #FF100Kata 

eyes

Bukan Pemenang

Postingan gw dua minggu lalu ttgi tantangan terhadap anggota satu tim akhirnnya dimenangkan oleh yang suka berdandan, sehingga selamatlah dia dari penghapusan make up secara semena-mena oleh yang lain.

Kemenangannya disebabkan tiga hal, pertama dia naik motor, jadi bisa datang lebih pagi tanpa takut telat, kedua lawannya pada hari terakhir tidak ditelpon bapaknya (yang berada di Medan), ketiga adalah ancaman dari anggota tim lain jika yang suka berdandan kalah, maka akan dimusuhi, sadis memang…
Kalo gw ya jelas aja saya yang menang, ndilalahnya seminggu itu anak gw minta digendong terus kalo pagi sebelum n sesudah mandi, jadi gw sukses datang siang terus & jenggot gw aman, ga jadi rebonding.

Nah, sebelum yang kalah itu rambutnya dicatok, ternyata dia punya kesadaran diri untuk rebonding di salon, everybody happy? Secara tantangan ga ada yang merasa dirugikan, tapi secara disiplin yang rambutnya sekarang rebonding balik lagi ke pola lama, telat… walau ga separah dulu, tapi ada yang bikin senewen, izin cuti seminggu sebelumnya padahal saat tanggal cuti tersebut saat dimulai proyek baru, yang bikin ga habis pikir ternyata tiket yang dibeli sudah 4bulan sebelumnya.

Gw dan manajemen tidak memberikan izin, tapi nekat berangkat juga demi tiket agar tidak hangus, ujung~ujungnya gw kena tegur bozz. Ya sudahlah, selamat berlibur dan gw akan memberikan cuti selamanya dari tempat kerja ini.

Pupus

Bara dimata ibu selalu menyala tiap kali aku mendesak agar ibu bercerita tentang ayah. Menurut ibu, ayah pergi dengan tante Dwi, adik kandung ibu kala aku berusia satu bulan.

Untung saja aku mempunyai pacar yang sangat perhatian ku anggap sebagai pengganti ayah, dia atasanku ditempat bekerja. Belaian lembutnya membuatku terlena, dua garis yang ditunjukan testpack membuat pacarku luluh.

Hari ini pacarku datang melamar, aku sudah memberitahu ibu, rona kebahagian terpancar dari wajahnya. Bel berbunyi, aku bergegas membuka pintu, belum sempat  mempersilakan masuk, terdengar sumpah serapah ibu.

“Dasar bajingan! tidak puas kau hancurkan aku dan adikku, kini kau hancurkan anakmu sendiri!”

ff100

Diikutsertakan dalam #FF100Kata 

 

Cindil

“Papa, jangan bertindak gila!”

“Mama jangan ikut campur, keputusan papa sudah bulat!”

“Tapi papa, masih ada jalan lain yang bisa dicari”

“Mama, jiwa laki-laki papa jatuh pada titik nadir jika papa tidak bisa menyublim rasa dan raga mencapai satu jiwa untuk memperoleh seorang bayi”

Terdengar isak tangis si wanita yang dipanggil Mama melihat lelaki yang dipanggil Papa tersebut mendekatiku.

Napasku tertahan sudah tidak seirama dengan degup jantung yang kian menggema, aku lemas dan tidak mampu bergerak.

Dipandangnya aku dengan penuh nafsu, diangkat dan dalam sekali telan, lenyaplah tubuhku dalam esofagus laki-laki tersebut yang baru saja melakukan prosesi nguntal cindil padaku.

sos

Diikutsertakan dalam #FF100Kata 

Note :

#nguntal cindil : menelan hidup-hidup anak (bayi) tikus yang masih merah. Dipercaya oleh para penikmatnya hal tersebut berkhasiat meningkatkan stamina dan menambah kekuatan fisik.

#esofagus : Kerongkongan

Penikmat Goyang Lidah

Warung bakso milik orangtua pacarku selalu ramai, penikmat bakso rela antri hingga duduk ditrotoar. Wajah-wajah yang penuh nafsu mengaduk isi mangkuk, menggigit bakso dan menyeruput kuah seperti mencapai klimaks ditiap suapnya.

Setiap aku akan meminta bakso bahkan rela membayar, tiap kali pula penolakan muncul dari pacarku dan orangtuanya, aku diizinkan makan bakso  jika sudah menikah dengannya.

Malam ini adalah malam pertamaku, tubuhku lunglai butuh asupan “Sayang, aku mau bakso”

Istriku dengan lembut menarik tanganku menuju dapur, menurunkan celanaku dan memintaku untuk kencing dalam panci berisi kuah bakso lalu menuangkan air kencing keluarganya yang telah ditampung dalam ember sambil merapalkan mantra-mantra.

Bakso Goyang Lidah

Bakso Goyang Lidah

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Tema : Sihir

Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau

Minggu lalu gwe janjian makan siang ama teman lama, ternyata ada temannya yang juga ikutan, jadilah ngobrol ga mutu kesana kemari, sampai akhirnya ngomongin tentang macet akibat demo buruh (gwe lebih senang bilangnya pekerja) dan teman gwe bilang itu
akibat Jokowi yang menaikan upah pekerja jadi 2,2juta, sehingga para pekerja (terutama pabrik) diluar wilayah Jakarta pun menyambangi HI untuk melakukan demo, menuntut kenaikan upah.
Sampai pas teman gw melipir karena ditelpon ama bossnya, lalu curhatlah temannya teman gwe ini.
“Mas, parah nih ditempat gwe gawe, masa gaji buruh naik, gaji gwe yang kerja kantoran gini ga naik”
“emang gaji lo berapa?”
“2,3 (juta) mas”
“nah itu masih lebih gede kan?”
“iya mas, tapi masa gajinya sama sih ama buruh, kalo itung-itungan ya gaji gwe harus naik 40%, biar sama naiknya”
“Oo, jadi totalnya kira2 2,8 sampai 3juta ya?”
“iya mas.. segitu baru cocok”
“ic,

*gwe sambil buka wasap, ternyata teman gwe yg kirim pesan
“doi curhat ttg gaji ya?”
“yup”
“doi tuh emang kayak gitu”
“hehehe”
“coba elu kasi gambaran aja, doi ga ngerti kalo mau dikick ama kantor”
“sip… jgn lupa bayaran gwe per-jam tigaratus rebu yak 😀
“anjrit… urusan aja tuh doi”

Akhirnya gwe lanjutin ajang sesi curhatnya
“bagian elo apaan sih?”
“admin mas, bantuin mas X (nama teman gwe)”
“terus jam kerja gimana?”
“masuk jam sembilan balik jam setengah enam”
“ada istirahatnya kan?”
“ada mas, jam duabelas sampe jam satu”

“eh ngomong-ngomong elo punya teman yang kerjanya di pabrik ga?”
“ada mas, emang kenapa?”
“gpp, katanya kalo dipabrik kena shift ya?”
“iya mas, ada yang dua shif ada yang 3 shift, bahkan sabtu enggak libur mas, off nya bahkan bisa dihari biasa”
“wah, repot juga ya?”
“iya mas, bahkan kalo istirahat juga harus ontime, kebelakang juga ga boleh terlalu lama, kalo ga ontime bisa dipotong gaji mas”
“duh, tega juga ya perusahaannya”
“iya mas, apalagi kalo izin sakit ga ada surat dokterpasti dipotong, kalau sebulan lebih dari sehari izinnya juga akan dihitung kinerjanya”

“Hemm, terus ditempat kerja, elo ngalamin semua ga apa yang teman elo dapatkan?”
“enggak mas”
“eh iya, kalo ga salah ada penilaian tentang kinerja karyawan kan, nah kalo pas penilaian itu, elo bilang ama supervisor elo minta naik gaji, tentu aja elo harus tunjukin poin-poin positif apa aja yang udah elo lakukan, kalau mau ceritakan tentang poin tentang yang kita
omongin tadi juga gpp, yang penting elo siap”
“Siap? Maksudnya apaan mas?

“siap2 aja gaji elo dinaikin, gwe tau boss elo baik, kalo alasannya masuk akal dia pasti bakal ngasih kok”
“wah asyik juga nih, kalo nanti bulan depan gaji naik, gwe bakal traktir deh mas”
“ah, gampang itu, satu lagi, elo juga kudu siap kalo diminta kerja shift, kerja teng 8 jam istirahat 1 jam udah ama makan, shalat n ke toilet, kalau telat atau sakit gaji dipotong”
“ah serius lo mas?”
“ya kan elo bandinginnya ama pekerja yang kerja di pabrik, jadi jangan salahin juga kalo nanti perusahaan akan memenuhi apa yang elo minta dan menuntut apa yang harus elo lakukan seperti pekerja pabrik”

Mendadak hening, sepertinya temannya teman gw lagi mikir apa yang gwe kasih tahu atau berencana pindah kerja ke pabrik gwe ga tanya lebih lanjut.
Ah, emang rumput tetangga selalu lebih hijau

By wiblackaholic Posted in Absurd

Tisu Setan

Tisu Setan, jangan terkecoh, ini bukan judul film indonesia yang bercerita tentang setan yang terobsesi dengan tisu atau tentang tisu yang membentuk sosok menyeramkan menjadi setan apalagi dibumbui dengan belahan dada atau tampilan paha mulus wanita, sungguh ini diluar hal tersebut.
Jadi semenjak kantor dimana gwe gawe pindah ke gedung perkantoran ditengah kota -bukan ditengah bundaran HI ya, walau untuk mencapai bundaran HI hanya perlu 5 menit dari pintu kantor- sebagaimana gedung yang lain, toilet digedung tidak menyediakan tisu, jadi model toilet basah gitu, yang airnya bisa digunakan untuk mencuci setelah membuang hajat kecil ataupun besar.
Tapi kan rasanya risih gitu bekas pipis masih basah langsung dipakaikan celana, bisa-bisa sisanya menempel dicelana, apalagi kalau mau shalat, bisa-bisa ga sah shalatnya.

Akhirnya gwe minta tolong salah satu anggota tim beli Tisu untuk persediaan selama dua bulan, nah jadi kalo kebelakang tinggal bawa Tisu dan mengembalikan ketempatnya kembali.
Nah gwe juga mengambil satu gulung untuk ditaruh diatas meja, biar ga ganggu anak yang ketitipan Tisu, pas suatu pagi ada anak yang masuk dengan terburu-buru, menaruh tas dikursinya, dan menuju tempat gwe untuk mengambil Tisu, pas tangannya hendak menjangkau Tisu gwe bilang “ambil ditempat biasa, kan udah gwe sediain, yg ini punya gwe, udah gwe bongkar karton tengahnya”

Kalo ini soal pilihan ganda pasti pertanyannya kayak gini :
Apakah yang dilakukan anak tersebut?
1. Mengambil Tisu ditempat persediaan sambil ngedumel
2. Mengambil Tisu diatas meja gwe sambil ngedumel
3. Mengambil Tisu ditempat persediaan ga pakai ngedumel
4. Ga jadi ngambil Tisu tapi langsung ngibrit ke toilet

Nah, kalau posisi elo udah kebelet pasti jawaban diatas semuanya masuk akal, tapi ternyata yang dilakukan adalah menuju mejanya, sambil mengibas-ngibaskan tangan sambil bilang

“panas…. panas…. panass….” terus nyalain laptop dan nyetel Yasin sambil bilang“dasar setan sono pergi… hus hush”

apakah sudah selesai? belum, ternyata pas anggota tim yang lain mulai berdatangan diingatkan “awas ati-ati ada setan, udah gwe setelin yasin biar setannya pergi”
Reaksi gwe langsung mikir “astagfirullah, ini anak kesambet dimana” tapi gwe terusin kerja, maklum lagi mood.
Nah pas sampai rumah gwe cerita dong ama bini gwe, bini gwe cuma cekikikan aja, gwe tanya apa ada yg lucu ama ceritanya, padahal gwe mau minta pertimbangan bini gwe perlu ga gwe manggil ustad atau kyai buat bacain doa agar ruangan gwe bebas dari setan, yang ada bini gwe malah ngejewer sambil bilang “mas, ga usah dipanggilin ustad ama kyai, wong setannya yang dimaksud anakbuahmu itu ya kamu!!”

Ya ampun…. setelah gwe cerna bener juga ya kalau ucapan itu ditujukan ke gwe… ah dasar Tisu sialan…..

By wiblackaholic Posted in Absurd