Loser or Winner?

Kalau buka QS 75 : 37, disitu disebutkan bahwa manusia itu tercipta dari mani (sperma)
“Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)”

Saat sperma dikeluarkan itu jumlahnya jutaan, mereka berkompetisi untuk mencapai ovum sehingga terjadi pembuahan, singkatnya seperti itu.
Tapi yang berhasil mencapai ovum itu hanya satu, dan itu adalah yang akhirnya menjadi anda yang membaca jurnal dan saya tentunya.
Coba klik ini http://www.youtube.com/watch?v=gAnMymnJiLM
itu hanyalah gambaran apa yang saya tuliskan diatas.



Dilihat lebih jauh, anda dan saya ini sejak awal adalah pemenang dengan semua keunikan, kelebihan dan kekurangannya, jika mau memahami hal tersebut, tentu tidak ada alasan untuk membuat diri merasa menjadi pecundang.
Dari setiap kelebihan yang dimiliki bisa jadi menjadi kekurangan, tapi dari setiap kekurangan justru bisa juga menjadi sebuah kelebihan.

Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk bersikap pesimis menghadapi semuanya, karena Awalnya kita terlahir sebagai Winner, pertanyaannya adalah : are you finish as a loser or a winner?
saya rasa semua jawaban tergantung anda bagaimana menyikapi akan hal tersebut.

Selamat menjalankan sisa ibadah puasa, selamat menikmati weekend, selamat mudik dan yang paling utama Selamat Hari Raya Idul Fitri, Maaf Lahir Batin.

Advertisements

The Power of Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

The Power of Ikhlas

Judulnya sih kubuat gara2 aku lagi baca buku “The Power Of Now”

Pengertian Ikhlas mungkin banyak sekali didefinisikan salahsatunya :

Imam Hassan Al-Banna pernah berkata
Apa yang aku maksudkan dengan ikhlas ialah : Setiap kata-kata, amalan dan jihad saudara muslim demi Allah, untuk mencari keredhaanNYA dan ganjaran baik dariNYA, tanpa memandang kepada sebarang imbuhan, kemegahan, gelaran terkemuka atau tidaknya. Dengan itu, ia menjadi seorang tentera (pengikut) demi fikrah dan aqidah, bukannya pengikut demi kebendaan dan kepentingan

nah, terus terang saja kalo pengertian ku sendiri, ikhlas itu kalo kita ngerjain segala sesuatu tanpa pamrih, ga ngarepin balesan.. rela, ga terpaksa n pakai misuh2.. baik ngejalanin perintah Allah atau dalam hubungan dengan sesama manusia

Pasti semua orang (pernah ngerasa ga ikhlas) dengan apa yang dikerjakannya.. baik itu terhadap orang lain.. maupun terhadap Allah..

Kalau dengan Allah bisa aja kita ngerasa ga ikhlas melakukan perintahNya.. yah, misalnya aja pas waktunya shalat, kadang kita suka malas buat ngejalaninnya, berapa orang sih yang langsung habis adzan pergi menjalankan shalat..
Apalagi pas shalat subuh.. kayaknya lebih enak buat narik selimut lagi…
nah, untuk ngejalanin perintah AllAh aja kita kadang ga ikhlas kayak gitu..
Padahal Allah sendiri ngasih nikmatnya ga pakai ngitung2 ga pakai pamrih…

Bukankah lebih baik kita kalau mau bekerja diniatkan karena Allah (bekerja itu adalah ibadah bukan? walau kita dapat imbalan tiap bulannya,tetapi itu bukan kerja rodi yak) jadi kenapa enggak kita ngejalanin nya dengan ikhlas, senyum.. toh hasilnya selain buat diri sendiri juga buat keluarga.

Dan dalam hubungan dengan manusia lainnpun kita kadang menghitung untung ruginya.. misalnya aja Kalo kita ngebantu teman kita.. apa yah yang nanti kita dapat… kalo kita melakukan hal A.. nanti apa ya yang kita peroleh…

Nah, seandainya kita semua melakukan sesuatu dengan ikhlas,, mengawali sesuatu dengan basmalah serta senyum, bukannya semuanya akan lebih mudah dijalankan, daripada kita meenjalankan secara mengerutu….
mungkin itulah salah satu kekuatan ikhlas.. kita bisa tetap berpikir positif…. ga melulu pesimis.

*aku yang masih harus banyak belajar ttg ikhlas


Demi Masa!

Demi masa


Sungguh manusia berada dalam keadaan kerugian,


Kecuali orang yang beriman, beramal salih,


saling menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran.”


(al-Ashr, ayat 1-4).