Namanya Angkie Yudistia

Sebuah pembelajaran yang bagus diberikan oleh Angkie. Sinopsis bukunya, saya kopi mentah-mentah dari blognya.
Yang mau bertemu dan mendengarkan cerita Angkie, bisa datang ke acara #socmed di FX hari ini pukul 19.00
==================================================================

Nama saya Angkie Yudistia, lahir 5 Juni 1987.

Apa arti sukses menurutmu?Bagiku sukses adalah bagaimana kita dapat menghadapi makna kehidupan.

Pertanyaannya, apa tujuan kamu dilahirkan di dunia ini?Jawabannya pasti beragam, tapi kembali ke diri kita. Hidup kita adalah pilihan kita, tetap berpegang teguh dengan prinsip yan g membawa kita menuju makna kehidupan
Sebagai perempuan tuna rungu yang menghadapi banyak tantangan, tidak membuat saya menyerah dan pasrah dalam kehidupan. Justru semakin memacu saya untuk lebih maju lagi. Untuk membuktikan bahwa perempuan tuna rungu mampu berkarya walau dengan keterbatasan.
Hidup itu proses, dan proses akan terus berlangsung selama kita hidup. Maka dari itu, mengubah cara pandang dan pikiran kita untuk lebih positif. Tidak ada masalah tanpa jalan keluarnya..

http://angkieyudistia.com/

@angkieyudistia

SINOPSIS

Melalui buku ini, saya ingin mengatakan bahwa hidup ini tidak semudah yang kita harapkan. Masalah selalu timbul setiap saat, tapi masalah membuat kita bijak menghadapi masa depan.

Seorang sahabat pernah berbicara seperti ini, “Aku mau sukses! Angkie aja bisa sukses meskipun seorang Tuna Rungu, saya pasti juga bisa lebih sukses daripada Angkie.”

Saya yang mendengarnya langsung diam dan sedikit terkejut. Dari hati terdalam, saya sedikit meragukan pernyataannya. Karena, meski kita sama-sama ingin sukses, tapi mimpi dan nasib orang berbeda bukan?

Saya mengalami kebingungan luar biasa saat berfikir untuk menjadikan buku ini sebagai sebuah perumusan bagaimana cara untuk bisa sukses kaya raya dan memiliki hati seperti para malaikat. Beban bagi saya, jika memberitahu bahwa buku ini akan memberikan tips – tips ampuh mengenai cara menggapai kesuksesan sebagai generasi perempuan muda. Bahkan bagi teman – teman Tuna Rungu sekalipun. Saya takut kenyataannya justru tidak datang demikian.

Maka, dengan buku ini, saya hanya ingin berbagi warna-warni pengalaman dengan menoleh kebelakang dan melihat proses naik dan turunnya perjalanan hidup yang menjadi pengalaman saya sebagai perempuan Tuna Rungu. Dengan begitu, semoga pandangan teman-teman mengenai Tuna Rungu bisa berubah dan akhirnya bersedia menyatakan bahwa kita semua sama. Sama dalam arti tidak ada perbedaan dalam fisik, namun sama-sama menerima dan mengasihi. Serta memaksimalkan segala potensi yang kita punya, karena kita semua bagian dari masa depan.

Advertisements