Semangkuk Bensin

Di group sebelah, saya dibilang sebagai pengumpul artefak, karena saya posting foto kartu bayaran saat SMP dahulu.
Ini dia kartu bayaran jaman saya SMP, Bayaran saat itu Rp 1.500,- dan biaya POMG Rp 1.500,- jadi total bayaran adalah Rp 3.000, atau sekitar $1,2 jika untuk ukuran sekarang untuk semangkuk bakso saja tidak dapat.
Ukuran itu jika dikonversi dengan biaya angkutan umum yang dibayar anak sekolah adalah Rp 300 untuk pulang pergi, jadi sekitar 10% dari biaya uang sekolah.
Nah sekarang ini bayaran sekolah sekitar Rp 300.000,- atau $32, tapi biaya angkutan adalah Rp 6000 untuk pulang pergi yang artinya hanya sekitar 2% dari biaya sekolah, atau setara dengan satu mangkuk bakso kelas kakilima.
 
Biaya bayaran sekolah saat itu adalah termasuk sekolah percontohan, mungkin sekarang RSBI, dulu namanya mendapat subsidi, tapi sekarang namanya BOS.
 
Saya memperbandingkan dengan biaya angkutan umum karena itu adalah biaya yang langsung mengikuti dampak inflasi dengan kenaikan harga BBM.
seandainya hitung-hitungannya dengan kenaikan dollar yang mencapai 4 kali lipat, dan ditambah dengan inflasi maka paling tidak biaya uang sekolah seharusnya Rp 50.000 – Rp 60.000
 
Ya pantas saja jika ngobrol dengan para tetangga, teman yang mempunyai anak usia sekolah topik pembicaraan tidak jauh dari mihilnya biaya sekolah.
jurnal ini sekedar corat-coret, mungkin ada perhitungan yang saya buat tidak sesuai… 🙂
 
Selamat Hari Pendidikan Nasional, andai Ki Hadjar Dewantara masih hidup, mungkin beliau akan sedih melihat nasib dunia pendidikan di Indonesia.
Advertisements

They Luv JK

Seperti De Javu, ketika kenaikan BBM tahun 2005, aku berada di Indonesia Timur, tepatnya di Makassar, dan pada saat kenaikan Bbm kemarin, aku berada di Palu,  dua hari kemudian lanjut ke kota Makassar.

Waktu tahun 2005 ketika aku ngobrol dengan supir taksi dari bandara menuju hotel tentang kenaikan BBM,  dengan lantang dijawab (sebenarnya sih ga lantang, kan emang tipikal nada bicara nya seperti itu 🙂

“Kami mendukung program pemerintah, karena jika tidak dinaikan, memberatkan negara. Apa yang dibilang JK adalah hal yang benar”

Kemarin, 24 Mei, ketika sampai Makassar, aku juga bertanya dengan supir taksi yang membawa ke hotel.
Dan dia bilang, “itu memang seharusnya dilakukan, karena dibanding dengan negara2 lain seperti Malaysia Harga BBM di Indonesia adalah yang paling murah.
Jadi, dorang setuju dengan pak Wapres, dia kan pengusaha tahu apa yang harus dilakukan”

Ya, sudahlah… aku ndak teruskan cakap-cakap lagi..
Toh, memang benar, They Luv JK

*Ini bukan sample yang benar, tapi hanya perbandingan dan kebetulan peristiwanya mirip.

Panic Buying

Ketika pengumuman BBM naik (namanya juga BBM ya artinya pasti Bolak Balik Munggah), kebetulan sedang berada di Palu.
Dan rumah Team disana tepat berhadapan dengan SPBU. Setelah selesai brief dan Maghrib, aku kedepan rumah dan memperhatikan ke SPBU.

Antrian mulai dari pukul 19 dimulai.  Mungkin karena ada pembatasan untuk membeli Premium/Pertamax, dan bisa juga karena itu adalah hari terakhir penjualan BBM dengan harga lama.

Yang ajaib, banyak motor yang ikutan antri dengan membawa dirigen berukuran 5lt hingga 25 liter, yang rada nekat mempergunakan galon aqua.
Awalnya sebelum antrian ramai, yang memakai dirigen diperbolehkan, tetapi setelah antrian panjang, Polisi melarang pembeli yang mempergunakan dirigen.

Yah, mungkin seperti itulah tipikal penduduk di Indonesiah tercintah ini. Pikirku cuma satu… dari kmarin2 kan sudah diumumkan kalau bbm akan naik, knapa ga tiap hari mulai membeli bbm dalam jumlah besar, toh nantinya pada saat harga bbm naik, hasil penimbunan bisa dinikmati 😀
dan knapa ga ada panic praying ya hehehehe

Mak, kok tahunya cuma 3

Aku : laper nih bu, ada tahu n sambal kan bu?
mak ku : ada tuh, tadi baru bikin.
aku : kok tahu nya cuma 3 potong? malah tempe nya yang banyak?
mak ku : tahu naik, udah seminggu ini naik tiga kali, pertama 1300, trus dua hari kmudian naik lagi jadi 1500, trus naik lagi jadi 1800, tadi pagi udah 2000

Haiyah…. gaji pns baru direncanain naik… harga tahu udah naik.. gimana harga barang-barang yang lain ya..

udah gitu kmaren hari sabtu, ada orang-orang pada ngumpul ngantri minyak tanah…  kata emak n bapak kayak jaman dulu lagi.. harus antri minyak tanah bahkan ada yang datang dari kelurahan lain ikutan antri…

sama sih kayak antri JCO .. maksudnya sama-sama antri buat makan