[Melatipelayu] Akhir dari sebuah konspirasi

Berdasarkan bukti surat yang ada akhirnya mulai ditelaah bagian mana saja yang menjadi sumbernya, jadi mau tidak mau, kulit luar konspirasi yang berduri tajam segera dibelah… untuk pertama kalinya belah duren dilakukan malam hari ternyata inilah hasil konspirasi yang tampak, ada yang memang wangi


dan ada yang cuma indah dipandang dan ada tidak wangi, tidak indah tapi enak rasanya.


Setelah dipilah berdasarkan telepati dengan mbak Kusminah dan mbak Suminten serta beberapa pendekar lulusan AMI, diputuskan untuk segera membawa isi dalam durian tadi ke Gubernuran di Kota Gandariang.. Semua bersemangat… tingal selangkah didepan mata hasil konspirasi akan ketahuan.
Hingga menunggu hari H.. tiba-tiba datanglah Gatotngece berkata “kon iku kawulo alit, aja sok-sok an dadi jago, aku iki ngandani kowe biar kowe ra keblinger dadi penguasa”
*sorry google translet bahasa jawa saya mati.. artikan saja sendiri*
Bagai durian runtuh… maaf salah, bagai tertimpa langit runtuh, wib langsung mingkem… clep…seperti tertancap bambu runcing di uluhatinya… cessss.
demi menghormati gatotngece, akhirnya wib berkata : “ampun ndorogusti gatotngece, kulo niki mahluk sing ra tau diri, mboten kepikiran arep dadi jago… semisalnipun ngelakahi ndoro gusti.. kulo nyuwun pangaksami, tapi sing kadung mlaku yo harus diteruske, iku tanggungjawab kulo sebagai kawulo alit”

Bumi gonjang ganjing langit kelap kelip saat hal itu terjadi… tapi yang harus berjalan harus diteruskan dan setelah menimbang sangat dalam sambil konsultasi, diputuskan bahwa wib tetap akan support, walau bambu runcing yang menancap dihatinya sudah bisa dicabut, tapi rasa sakitnya sangat luar biasa.

Dalam perjalanan pulang ke kampung melatipelayu, wib mampir ke tempat bang jampang meminta maaf karena ngebut hingga tidak mengenali bang jampang, untunglah bang jampang maklum, saat akan pamit, bang jampang berbisik kepada wib “mas wib, tolong saya ya, saya mau cari bini lagi nih… mas wib pasti ngerti lah.. syaikhan senang ama kupu-kupu mas…”
wib langsung mengerti apa yang dimaksud bang jampang, dan berjanji akan menghubungi sang kupu-kupu, untungnya saat buka puasa bersama di wilayah pinggiran kampung melatipelayu, wib berjumpa dengan kupu-kupu dan menyampaikan maksud bang jampang., sang kupu-kupu tersipu malu saat mendengarnya.



Saat hari H tiba, akhirnya wib yang berjanji untuk support menemani para charlie angels sambil membawa durian yang telah dibelah ke kantor gubernuran.


di kantor gubernuran ternyata sekali lagi wib mengakui ketajaman analisa awal kang tampah dengan filosofi isuk dele, sore tempe, mbengi ngelambe..
walau bagaimanapun, akhirnya didapat hal yang diinginkan walau tidak 1000%, karena memang selama ini ada perbedaan yang disampaikan pihak asisten gubernuran dengan informasi yang didapat dari pihak pemerintahan melatipelayu. tapi setidaknya itu menjadi catatan untuk diri pribadi.
Rasa lega ada, walau perjuangan belum berakhir, saatnya bergembira karena baru saja mendapat kabar dari bang jampang yang akan segera menbawa sang kupu-kupu pulang. Alhamduuuulillahh.

Memang benar bahwa setiap hal yang dilakukan jika belum dicoba akan kelihatan lebih berat dari apa yang dibayangkan, tapi jika dijalankan akan diketemukan hal-hal yang bisa menjadi penguat.
Pada nanti saatnya para Charlie Angels yang akan memaparkan semua hasil belah duren, sebagai kawulo alit wib hanya bisa support.

Saat ini, di kampung melatipelayu, wib sedang membereskan rumahnya tapi tidak akan meninggalkannya, jika kangen masih bisa datang dan bertemu dengan para tetangganya di kampung melatipelayu, wib berniat membangun rumah sendiri, saat ini baru saja membeli kavling.. tinggal menghubungi kembali Mas Ohtrie sebagai kontraktor yang sedang sibuk mempersiapkan lamarannya ke enif lugusekali.
jadi untuk sementara wib mengontrak di kota besar dengan alamat @wibonbee. cu frenz 🙂

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan agar tidak ada kata menyesal atas apa yang telah ditulis dan semoga ada m
anfaatnya untuk orang lain dan menjaga keguyuban di kampung Melatipelayu, Republik Multinesia maka postingan ini saya tutup kolom reply nya
.

Advertisements

[Melatipelayu] Konspirasi mulai terkuak

Suasana resah masih menyelimuti kampung Melatipelayu akibat surat cinta tersebut, wib yang baru ingin memulai interaksi dan ingin turut bergaul dengan warga kampung akhirnya berusaha mencari tahu kesemua akses yang dianggap mampu memberikan informasi, tujuan pertama adalah Nana Penyuka warna biru, Nana dianggap mumpuni karena pendengerannya sangat tajam sekali, setiap informasi yang didapatkan dari menguping selalu diarsipkan dengan rapi, jadi gampang memilihnya.
Wib : “Nana, saya minta bantuan jikakalau Nana mempunyai Informasi tentang hal yang membuat resah akhir-akhir ini dikampung melatipelayu”
Nana : “Oh kalau itu mah gampang mas wib, Pendengaran Nana sangat tajam tidak ada yang terlewatkan, mas Wib ga salah datang bertanya kepada Nana, mas Wib harus mencari kata kuncinya yaitu “Nguping Depok”, kalau di Depok harus mencari tahu kepada mbak Niez di Red House yang bergambar cabe, dan bisa diteruskan hingga kedaerah Bogor coret bertemu dengan bu Dosen Arni yang sedang cuti karena kakinya terkilir akibat hak sepatunya patah yang dikerjai oleh mahasiswanya, lalu bisa diteruskan kedaerah Bogor untuk menemui sesepuh disana yaitu mbak winni zaffara serta mbak eva syamsudin, mereka sangat pendiam tapi merupakan gudangnya informasi, jangan lupa kalau mau kesana kontak mbak Agnellia dahulu untuk memesan pia-pia yang bisa sebagai bekal dalam perjalanan”
Wib : ok Nana… terimakasih banyak atas informasinya… kamu sangat membantu, coba kita bertemu dari dulu ya
Nana : “biasa aja kali mas, kalaupun kita bertemu dari dulu belum tentu saya menikah dengan uda Ivan mas, Sahut Nana sambil mengerjap-ngerjapkan matanya
Wib : *bingung* lho, maksud saya, kalau saya ketemu dari dulu informasi yang saya dapatkan tentu bisa digunakan lebih awal”
Nana : *mukanya memerah* “eh… saya salah sangka…” untunglah Farrel datang ingin eek dan berhasil menyelamatkan Nana yang salah tingkah dan malu.

Wib melanjutkan perjalanan menuju Bogor, kebetulan sekali ditempat Dosen Arni ada mbak Eva dan mbak Winni Zaffara yang sedang ngerumpi mengenai Asix.
Dosen Arni : Wah tepat sekali mas Wib datang kemari kalau mau bertanya tentang asix, kebetulan kami sedang membahas bagaimana cara breastfeeding, jadi mas Wib bisa sekaligus mempelajarinya
Wib : *bengong* wah.. wah, maksud kedatangan saya kemari untuk bertanya tentang al yang meresahkan akhir-akhir ini, kalau untuk kursus breastfeeding nya nanti-nanti aja deh mbak
Dosen Arni : ooh.. maaf ya mas, saya salah sangka… jadi keresahan itu bermula dari isengnya anak-anak muda di Akademi Melatipelayu Indonesia, maklum mereka mengikuti contoh iseng para seniornya yaitu mbak Kusminah, mbak Suminten & mbak Rengginang, tapi hal ini sangat jauh berbeda, para anak muda ini iseng tanpa memikirkan akibatnya tidak seperti yang tua, nah biang keladinya adalah Ihwan Cullun yang menemukan kembali mantra Lacintrah… betul begitu jamaah?? eh mbak Eva dan mbak Winni?
Mbak Eva dan mbak Winni yang sedang menikmati Pia-piaku tersentak kaget..
“iya.. iya.. betul.. “sahut mbak Eva”
“iya, betul itu.. bahkan sampai Prof Bambang datang ke Bogor untuk menelusuri mantra lacintra itu, karena mantra tersebut digunakan juga oleh sadakonita untuk menggaet prof Bambang, hasil yang paling dahsyat adalah berhasilnya Ihwan mempergunakan mantra tersebut untuk menaklukan mbak Febbie -cerita mbak Winni sambil tetap mengunyah Pia- dan Ihwan berhasil menikahi Febbie lho mas…

“Baiklah mbak Eva, Mbak Winni dan Bu dosen arni, terimakasih atas penjelasannya, Wib mohon pamit dahulu.. oh iya jangan lupa nanti Pia-piaku nya dibayar ke mbak Amel yaa… saya hanya membawa tapi belum membayar
Mbak Eva, Mbak Winni dan bu Dosen Arni saling pandang dan melihat 10 buah bungkus Pia-piaku yang telah mereka habiskan dan rupanya belum dibayar oleh wib.

Wib memutuskan mencari literatur tentang mantra Lacintra di Bandung tapi rupanya Teh Setia sedang ada pendidikan di Lembang selama 666 hari, akhirnya daripada membuang-buang waktu diputuskan untuk kembali ke kampung melatipelayu, dalam perjalanan wib bertemu dengan omali yang memakai jubah dari handuk sedang membujuk dedy yang sedang menangis
Omali : Sudahlah ded, kau relakan sajalah febbie itu…. macam tak ada wanita lain di melatipelayu ini bah!
*kok omali logatnya jadi dari tanah sumatera gini ya?*
Dedy : *nangis makin kenceng, sambil menghentak-hentakan kaki, tapi ga lupa tetep sambil ngaca* omali ga tau perasaanku.. hatiku sangat sakit…. Febbie memang bukanlah yang paling cantik, tapi ada dua alasan yang aku tidak rela kehilangan dirinya… hikz hikz… alasan kedua adalah Febbie itu juru kampanye dan pasangan saya yang paling gila tapi… alasan pertama yang bikin sakiiiiitttt hati… whoaaaaaa whoaaaaaa *nangis kayak bayi*
Omali : *sibuk ngelapin aer mata dedy campur ingus pakai jubah handuk warna biru kebanggannya*
Dedy : “alasan pertama dan sangat utama adalah…. Febbie kabur dengan Ihwan membawa seluruh persediaan logam mulia aku, yang ditinggalkan hanya cermin kecil warna pink ini saja….
Omali : “waduh,…. kacau kalau begini… berarti nasib kita sama…. Raya juga kabur ke Kendari membawa semua pakaian dalam saya.. dia ninggalin SURAT kalo kangen sama omali tinggal dibakar satu-satu itu pakaian dalam,.. hiks hiks… tapi raya ga berpikir, kalau omali kan jadi kedinginan ga pakai pakaian dalam.. huaaa rayaaaaaa… rayaaaaaa” *omali meratapi nasibnya sambil memanggil Raya dan menutupi bagian tertentu agar tidak kedinginan*
Wib yang ingin bertanya panjang lebar akhirnya hanya mengajukan satu pertanyaan kurang dari 140 karakter karena tidak tega melihat kedua orang tersebut menangis saling berpelukan..

Wib : “Omali dan Om dedy, boleh saya lihat suratnya?
Omali dan om Dedy menyerahkan suratnya, ada satu kesamaan.. dibawah surat tersebut ada tulisan ISTI, setealh mencari dalam kamus, ini sih hanya persoalan rumah tangga, istri2 mereka rupanya sudah tahu bagaimana kelakuan mereka berdua di kampung melatipelayu, sehingga membuat surat tersebut seolah-olah dari febbie dan Raya
*ISTI : Ikatan Suami Takut Istri*


Setelah mendapatkan clue.. wib akhirnya meneruskan perjalanannya untuk makan sate domba di casablanca.. kalau ada yang mau gabung ntar sore kontak-kontak aja yaa
nantikan Endingnya sebelum tengah malam, karena itu syarat lomba untuk menghapus mantra lacintra

**Klik aja yang warna merah… nanti akan menuju kisah atau tokoh yang dimaksud yang saling berhubungan

[Melatipelayu] Konspirasi Tingkat Tinggi

Dua tahun di Medan, Aceh dan Bengkulu seakan begitu jauh merindukan sebuah kampung bersama yang bernama kampung Multipelayu, dulu saat pertamakali babat alas, nama kampungnya pun belum ada, yang ada hanya ketua kelas, itu pun masih saling tunjuk siapa yang pantas menjadi ketua kelas, seiring perjalanan waktu, terbentuklah kampung Multipelayu, saya sendiri tidak paham mengapa dinamakan demikian.

Yang saya tahu saat pulang dari aceh mencari dedek maniezt di kampung multipelayu itu saat ini ada Lurah saru yang bernama Cakmarto dan ada pula sadakonita yang bertugas mengawasi kampung dengan membawa pentungan serta tidak ketinggalan membawa semua Etika dalam bermasyarakat, jadi jika ada yang melanggar etika dengan sigapnya sadakonita membuka ponsel dan membacakan rule yang sebaiknya dijalankan.
Ketua kelas yang dulu saat babat alas ternyata sekarang sudah menjadi presiden, saat saya tinggalkan kampung dulu memang jabatannya baru sampai level bupati, tapi memang saya tahu ketua kelas kami dahulu orang yang mempunyai energi lebih untuk kegiatan membangun kampung dan kegiatan sosial, jadi wajar saja sekarang kalau menjadi presiden.

Hari pertama saya di kampung Multipelayu saya tergagap-gagap, banyak sekali warga baru yang saya tidak kenal, bahkan oleh sang banpol saya dikirimi kulsms agar tahu caranya berinteraksi dengan yang lain.
Tapi ternyata kampung Multipelayu tidak jauh beda saat babat alas, dahulu ada kelompok yang selalu merusuh dengan nama kelompoknya Aliasi Perusak Jurnal (APJ) ketuanya Diah Ramli, tapi setelah insyaf Diah pindah ke UK mencari tambatan hatinya.
Sekarang, rupanya masih tumbuh subur generasi perusuh yang diketuai oleh Mbak Engkoos dan Mbak Febbie, tapi kalau ini tingkat kerusuhannya sepuluh kali lipat dibanding APJ, maklum mereka itu selain punya energi lebih untuk unsur yang berbau gosip juga mempunyai power sebagai ibu rumah tangga yang butuh disalurkan tentu saja melalui kerusuhan, bisa terbayang kan kegiatan sehari-hari mereka harus ada yang dirusuhi, bahkan suami mereka karena sering dirusuhi sampai ngambek dan sering pergi melarikan diri.

Karena rule yang diberikan sadakonita sangat rumit, saya akhirnya memtuskan bertemu dengan profesor Bambang Snape untuk berdiskusi, prof dengan sangat piawai menerangkan rule yang dibuat oleh sadakonita, ternyata saat bertemu bertiga di halte buswe, sadakonita kelihatan berbeda, rada kemayu gitu.. rupanya ada udang di balik slurpe, sadakonita menaruh hati pada prof. Bambang, jadi rupanya pelampaiasan kegalakan atas nama rule itu karena cinta yang menepuk sebelah tangan.

Pengamatan dilakukan oleh wib terhadap warga kampung multipelayu agar tidak salah berinteraksi, sembari mencari jejak dek maniezt yang dikabarkan kabur ke Jogja karena ditaksir playboy cap kura-kura yaitu omali.
Omali dengan kemampuan intelektualnya yang tinggi berfatwa, bahwa membuat senang orang lain dan dirinya sendiri itu adalah mendapatkan pahala, jadi dengan rencana menikahi dek maniezt, omali nya senang dan dek maniezt akan terlindungi dari mahluk gaib yang ber marga Sumitro.
Sementara itu debapirez alias dedy adalah sekutu omali dalam hal menggaet wanita di kampung multipelayu, kalau omali khusus hunting pada wanita lajang seperti Dek Maniezt, Raya, Nina & April, sedangkan dedy khusus berburu wanita yang sudah berumah tangga seperti mbak Febbie, Mbak Uwi maniapasta, mbak Ida22, mbak Intan serta mbak Pink.

Rupanya sepak terjang omali dan dedy tidak disukai oleh ihwan culun, ihwan merasa tersaingi dan merasa masanya Dedy dan Omali sudah tamat, karena mereka berdua termasuk angkatan westlife, sedangkan Ihwan termasuk angkatan The New Srimulat.
Akhirnya Ihwan membujuk Raya dan Nina berkoalisi menghadapi Dedy dan Omali, tapi karena masih muda dan belum pengalaman, Trio koalisi tersebut tidak memperhitungkan faktor X, dimana Febbie yang menjadi salah satu gebetan Dedy tidak rela jika hal tersebut terjadi, dengan segala daya upaya Febbie menjalankan kampanye agar dedy sang pujaan hati berhasil menjadi yang ternarsis pada ajang MPID Awards.
Febbie : “Ayang, Trio koalisi mau mencuri gelar ternarsis dari kamuh, aku ga rela yang… “*sambil ngemil*
Dedy : “aku pun tak rela yang” *sambil ngaca dan menyisir*
Omali : “Sayapun tak rela kalau Raya dan Nina jatuh ketangan si Culun itu.. kita harus bersatu” seru omali sambil mengelus-ngelus foto Raya
Febbie : “baiklah… aku akan berkampanye mati-matian demi Dedy belahan jiwaku, untu Raya dan Nina serahkan saja pada team sukses kita, agar mereka terpilih menjadi yang terdudul dan tercerewet, agar si Culun itu ditinggalkan”
Begitulah kesepakatan yang dibuat Trio Angkatan Westlife yaitu Febbie, Omali dan Dedy.

Sementara itu, di salah satu sudut kampung, trio kriwil yaitu Rengganiez pengemar cabe, Wewet yang selalu grasak grusuk serta cak Marto selaku lurah kampung multipelayu sedang saling tatap, dihadapan mereka terserak kertas-kertas, secangkir kopi cak marto, sekilo cabe kering rengganiez dan segelas jamu galian singset wewet.
Rupanya pembicaraan mereka sudah sangat serius.
Cak Marto : zadi, afakah kalian akan mendukung gue?
Aniez : Tentu saja cak… kamu adalah abangku satu-satunya, jadi harus didukung
wewet : Saya siap mendukung cak Marto sepenuh jiwa raga saya
Cak Marto : baiklah, Aniez.. paparkan Strategimu
Aniez : jadi begini cak, dilini atas kita sudah tanam Febbie untuk melakukan kerusuhan sekaligus menggalang masa, untuk para wanita lajang omali sudah bisa diandalkan dan untuk para wanita yang sudah berkeluarga, kharismatik Dedy sudah tidak perlu diragukan lagi.
Cak Marto : baiklah. Gue mengerti, nah elo wewet.. sekarang paparkan strategimu
Wewet : “dalam hal menggalang masa dari kaum muda, saya sudah menempatkan ibu Arnia dan prof Bambang di Akademi Multipelayu Indonesia, sebagai penetralisir, saya juga sudah bekerjasama dengan bang Jampang agar ada yang bisa dituruti jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Prof Bambang juga sudah dikirim ke Jakarta melihat acara kebudayaan jakarta, festival palang pintu, padahal maksud sebenarnya agar bertemu dengan sadakonita karena diantara mereka berdua memang saling ada rasa… hik hiks…. *wewet memaparkan hal tersebut dengan berderai airmata, terbayang pujaan hatinya Prof Bambang berjalan-jalan dengan sadkonita berduaan*
Aniez : sudahlah Wet.. ini demi perjuangan kita bersama, jika nanti kamu memang tidak berjodoh, saya akan jodohkan kamu dengan bang Jampang, dia itu pintar, baik dan penyayang terhadap anak kecil kayak kamu lho wet.. *aniez membujuk wewet sambi mengunyah cabe*
Cak Marto : Okelah.. kalian jangan pada melow gitu, intinya gue setuju… Ini Gotrex yang ga bisa dihubungi.. kemana dia Niez?
Aniez : Gotrex lagi mempersiapkan untuk melamar fine si lugusekali cak, maklum.. gotrex itu kan pinter, jadi kalo cari istri harus yang lugu biar bisa di bohongi.
cak Marto : Ya udah gpp, yang penting kita semua bersatu untuk melakukan kudeta, sudah bosan kita dipimpin oleh Presiden Ari, saatnya kita yang memimpin.. Merdekaaaa
Aniez dan Wewet : Merdekaaaaa

Hari demi hari berganti, rencana terus berjalan hingga datangnya Land Lord dari Amerika yang membuka pusat pemerintahan di Kota Gandariang, mereka mengundang Presiden Arie, yang mengajak Lurah Marto, Febbie sang ratu kerusuhan, mbak Intan dan Wib yang newbie untuk berdiskusi bagaimana tentang keadaan dikampung multipelayu saat ini, di Le Seminyak pulau Bali.
Captain Daniel, sang Gubernur Jenderal Kota Gandariang banyak memberikan janji, yang dicatat oleh mbak intan yang memang senang orat-oret, karena masih dirasa kurang cukup, maka pertemuan kedua dilanjutkan di Marche, GI, Perancis.

Disitu dibahas juga tentang akan dibangunnya pusat pemerintahan Gubernur Jenderal dengan nama rumah yang menyolong dari nama rumah warga multipelayu yang sudah ditinggalkan, dibuat perkumpulan tersendiri untuk para pedagang dan untuk warga non pedagang.

Tapi rupanya komunikasi yang berjalan antara pemerintahan dibawah gubernur jenderal dengan warga kampung multipelayu tidak berjalan dengan baik, jangankan menagih janji-janji yang telah di ucapkan Gubernur Jenderal, untuk berkomunikasi saja dengan aparat mereka sangat sulit, benarlah apa yang salah satu sesepuh bilang yaitu kang Tampah : Isuk Dele, Sore Tempe, Wengi ngelambe…
kalau dalam bahasa hanacaraka artinya : “Jadi pagi ini ngomong apa, siangnya bilang apa.. malamnya dadah dadah ke warga kampung yang bertanya sambil meletin lidah dengan nada ngenyek.
Akibat dari buntunya komunikasi itu, para warga sering bertanya tapi rupanya warga kampung yang suka bertanya kena batunya, mereka mendapat surat cinta dari Asisten Gubernuran.

Akhirnya warga kampung multipelayu galau dengan keadaan tersebut, kenapa ada surat cinta? alasan apa dikirim surat cinta? siapakah pengirimnya?
semua hanya mereka-reka bagaimana itu bisa terjadi…..

bagaimanakah kisah selanjutnya dari warga kampung multipelayu? Penasaran??
klik aja disini lombanya

Cerita ini hanya fiktif belaka bahkan bisa kisah nyata, jika ada kesamaan memang pasti disengaja… Toh ga ada yang tahu bahwa ini realita atau cuma hura-hara, namanya juga konspirasi buat tertawa