Ga Selamanya Nyinyir itu Negatif

Berapa sih jumlah pengguna twitter di Indonesia ? link ini menjelaskan berapa jumlahnya, ada sekitar 50juta pengguna dari Indonesia ternyata.
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150327061134-185-42245/berapa-jumlah-pengguna-facebook-dan-twitter-di-indonesia/
Banyak kegunaan media sosial, salah satunya bisa ber-nyinyir- ria terhadap hal apapun, sebenarnya kata yang tepat bukan nyinyir, tapi sindir karena biasanya yang dilakukan itu suatu bentuk sinisme dengan maksud mencela.
Perusahaan swasta dan milik pemerintah menggunakan Sosial media juga sudah lumrah tujuanya bisa untuk mempromosikan product, naikin branding, promosiin kegiatan dan tentu saja ngarepin feedback dari followernya dan bisa juga sebagai sarana penerimaan pengaduan.

Belum lama ini gue nyinyir di Twitter ke @DKI_Dishub, gara-garanya muncul secara tiba-tiba polisi tidur/tanggul dijalur sepeda (yang kalau pagi difungsikan sebagai jalur motor) BKT diwilayah Cipinang Besar, sebelum Pasar Gembrong yang tersohor sebagai pasar mainan dengan harga mereng.
Nah, terus twitt gue dapat balasan dari Dishub DKI dan diterusin ke sudin perhubungan transportasi Jakarta Timur.
Slide1

Nah karena tanggapannya gitu2 aja, akhirnya gue twitt lagi pake foto, kayaknya yang jawab rada kesel..

Slide2

Eh ga taunya  sehari kemudian ada mention & fotonya dari @sudinhubtrans_jaktim kasih tahu kalo tanggulnya udah dibongkar.

Slide3

Gue berani twit gitu karena emang ada peraturan ga boleh bikin tanggul/polisi tidur sembarangan dijalan umum. yang penting tanggulnya udah ga ada, jadi bisa ngebut lagi #eeh :p

Selain dishub, gue juga pernah laporin masalah yang berhubungan dengan listrik ke @PLN_123, awalnya gue telp ke 123 kasih tahu kalo meter listrik udah nyaris dua bulan ga muter, dikasih nomor pengaduan dan dibilang akan ada petugas yg akan ngecek, jalan satu minggu ga ada yang datang kerumah, gue telp lagi, dikasih tau suruh nunggu, 3 hari kemudian karena ga sabar gue email, eh 1X24 tamu harap lapor ga ada balasan, akhirnya gue twit ke @PLN-123 pln dan juga gue inbox ke FB nya https://www.facebook.com/cc123pln , ternyata ampuh, langsung dapat tanggapan, setelah cerita dari awal lagi tentunya dibilang akan ditindak lanjuti, pas gue sampe rumah ternyata meter listrik yang rusak udah dibenerin dan ga pake biaya.
Jadi inget waktu masih ngantor Panglima Polim, waktu itu mau naikin daya, pas mau dikasih tip ama anak admin ga mau, mereka nolak lho. Beneran deh, baru kali ini nemuin institusi yg kayak gitu, katanya sih sejak jaman Pakde Dahlan Iskan jadi Menteri hal ini dijalanin, kalo yang ketahuan terima langsung dikepret.

Terus insitusi lain yang pernah gue nyinyirin @TMCPoldaMetro, jadi didepan gedung ada tabrakan antara Avanza ama (preman naik) motor, gue liat dari atas, langsung foto & twit, ga lama ada polisi datang dari Polsek Tenabang, ga pakai lama Premannya dibawa pake mobil.
Kalo ini sih asumsi gue karena deket ama HI dan pasti banyak serse & calak didaerah situ jadi polisinya cepet datang.
Terus gue juga pernah twit ada balap liar dideket rumah, samping tol JORR, gue tungguin tuh Polisi bakal muncul atau enggak, ternyata muncul juga pakai mobil patroli, walau cuma menghalau tapi seenggaknya responnya cepet dan ga bahayain pengendara lain. Tapi ada juga twit gue yang percuma misalnya banyak pemotor yang ngelawan arah dikolong flyover Stasiun Tebet, ga ada respon sama sekali, ga ada yang nongol sampe satu jam untung aja satu jam itu gue nungguin bu istri dari kampus, bukan nungguin Polisi jadi ga sia-sia lah nunggunya.

Satu lagi saat masih jadi roker gue juga pernah twit ke @CommuterLine & @Iskan_dahlan tentang musola yang kotor dan suara TV yang terlalu kenceng diruang tunggu Stasiun Sudirman yang difungsikan sebagai tempat shalat saat maghrib, responnya cepet juga, pas besoknya gue mau shalat, musolanya udah bersih dan suara tv ga sekencang biasanya, jadi suara imam kedengeran walau emang masih tenggelam ama suara pengumuman kedatangan dan keberangkatan kereta sih.

Seandainya semua layanan publik bisa kayak gitu, ngasih respon yang cepet pasti orang akan tahu akan adanya perbaikan layanan, syaratnya sih abis lapor terus dipantau, jangan main tinggal aja.

Selamat siang… selamat bernyinyir ria…

Nyinyir : /nyi·nyir/ a mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet: nenekku kadang-kadang — , bosan aku mendengarkannya;

Sinisme : /si·nis·me/ n 1 pandangan atau pernyataan sikap yg mengejek atau memandang rendah; 2 pandangan atau gagasan yg tidak melihat suatu kebaikan apa pun dan meragukan sifat baik yg ada pd manusia

Advertisements

Nganufacturing Hope 2 : Lelaki sangat cepat jika bertemu wanita hebat

Masih ingat kan dengan perintah saya untuk lebih mengintensifkan rapat secara melalui BBM, dan itu terbukti dengan turunnya jumlah rapat secara offline sejumlah 60%, selain itu anggaran rapat untuk camilan bisa dihilangkan walau tidak memungkiri bagian pengadaan camilan ini memotong penghasilan tambahan untuk mereka, AC dan lampu yang menyala bisa dikurangi ini sekaligus dalam rangka penghematan energi, jadi sekali dilakukan satu kali kebijakan, penghematan bisa mengena diseluruh lini, dan tentu saja membantu PLN dengan tidak membuang energi secara percuma.
 
Saya mempunyai banyak group dalam BBM, mulai dari bidang pangan, bidang gula, listrik (PLN) yang dalam PLN saja waktu itu saya mempunya tujuh group mulai dari general manager, manajer perencanaan, keuangan, manajer se indonesia timur dan se-Indonesia Barat dan se-Jawa-Bali. Semuanya bisa menampung keluhan dari masyarakat, tentang korupsi, pelayanan, hingga pengadaan tender.
 
Saat ini saya berencana akan membuat group BBM tentang transportasi, jadi nanti akan terdapat group para direksi transportasi udara, darat dan laut, lalu akan ada juga pada transportasi darat itu group sejumlah kadaops yang membawahi kereta api.
Khusus untuk kereta api, terutama KRL nantinya para masinis, tehnisi akan punya satu grup tersendiri, jadi jika rapat antar masinis bisa dilakukan pada saat masinis berada didalam kabinnya, tentunya dengan tidak lupa memperhatikan kaidah keselamatan dalam mengemudikan kereta api.
Masinis dan para teknisi berada dalam satu group dengan satu tujuan agar jika terjadi keterlambatan bisa segera diselesaikan dan agar ketahuan akar masalahnya dimana, jika akar masalahnya pada arus listrik yang kurang, itu tentu gampang saja, saya tinggal BBM ke grup direksi PLN, masa mengalirkan listrik untuk KRL saja ga becus.
Selain hal tersebut, yang sering terjadi adalah kereta mogok, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, jika Loko dipoles secantik Ayu Azhari atau Ayu Ting-Ting tetap saja tidak ada pengaruhnya, lha wong memang kereta yang sering mogok itu buatan tahun lawas, penggantian onderdil dengan cara kanibal juga tidak mungkin, cara yang sedang digodok saat ini adalah dengan membuat Loko Super, jadi saat kereta mogok tugas Loko Super secepat mungkin datang sambil membawa mekanik yang handal beserta peralatan dan perlengkapan kerjanya kalau-kalau ada pantograf yang rusak dan menarik kereta tersebut, jika diperhitungkan dengan tingkat kemogokan, maka cukuplah kira-kira dibuat 4 buah Loko Super untuk mengatasi tersebut pada semua jalur KRL.
 
Loko Super itu nantinya juga ga perlu di import, itu namanya ga tahu diri, lha wong kita punya PT INKA yang kualitasnya ga perlu diragukan lagi, dan sekaligus menghidupkan kembali PT INKA agar segera membuat Loko Super.
Saya juga ga mau kejadian seperti di menara pengawas pesawat terbang (ACT) yang segitu besar hanya berisi satu orang untuk mengatur lalulintas pesawat, hal ini tidak akan terjadi pada kereta, nanti akan dibentuk sebuah gugus tugas di stasiun, jadi keterlambatan announcer saat mengumumkan kedatangan dan pemberangkatan kereta dapat dihindari dan menghindari jatuhnya korban akibat terserempet kereta api.
Dan karena saya lebih senang dengan kaum muda, nanti gugus tugas tersebut berisi para anak-anak muda yang pintar dan berdedikasi tinggi pada tugasnya, jadi memang benar-benar orang terpilih untuk menjalankan tugas ini.
 
Selain anak-anak muda, saya juga akan mulai menaikan para wanita untuk menjabat diberbagai lini, seperti yang saya lakukan di PLN, sudah mulai banyak kepala cabang yang wanita. Mungkin ada yang bertanya kenapa harus wanita? itu disebabkan hal-hal yang berhubungan dengan publik dan kelihatannya angker harus mendapat sentuhan wanita agar lebih fleksibel dan feminim, Kereta api itu kan identik dengan kecepatan, nah jika terlalu banyak laki-laki inginnya selalu cepat-cepat dan akibatnya mogok ditengah jalan, sehingga mengakibatkan ketidakpuasan dipihak lainnya.
Kecepatan itu perlu, tapi kepuasan semua pihak tidak kalah penting, para wanita lebih ahli dalam hal ini (maaf ini bukan gender) karena ketelitian dan kemampuan para wanita yang bisa multitasking sangat dibutuhkan.
 
Bayangkan jika para pemegang jabatan di per-keretaapi-an adalah para wanita, mulai dari wakil dirut, -ga mungkin dirut ya karena saya baru saja mengangkat anak muda yang pintar dan berbakat sebagai dirut-, para kepala stasiun, masinis dan bagian IT, kalau untuk yang bagian angkat-angkat bantalan rel dan membetulkan pantograf yang rusak, biarlah para pria saja. Mereka tentu akan memanfaatkan grup BBM dengan sangat baik sekali, jika ada hal tidak beres langsung di-sounding ke grup, bahkan langsung difoto dimana ada hal yang tidak benar dan langsung di-send, jadi penanggulangan hal-hal yang mengganggu perjalanan krl akan cepat direspon, begitu pula untuk bagian pengadaan barang, keahlian wanita sangat dibutuhkan, karena mereka sangat pandai memilih barang berkelas dan menawar dengan harga yang sangat reasonable sama cepatnya jika memberi saran untuk membeli tas yang bagus ke wanita lain serta sounding tentang gosip dan belanja online.
 
Jika anda tidak percaya dengan hal tersebut, tolong cek BB istri atau pasangan anda, perhatikan keakuratan data dan respon yang sangat cepat terhadap hal yang saya sebutkan diatas, jadi sekali lagi jangan remehkan para wanita untuk hal ini.
 
DISini senang, disana entahlah
 
masih dalam rangka ikutan ngeramein Solidaritas Jabodetabek untuk KRL yang lebih baik

Nganufacturing Hope : Move n On

KRL itu setiap hari pasti Move On, tidak galau kalau pinjam istilahnya para anak-anak muda dijaman digital ini, jadwal yang mulai teratur dan meningkatnya kesadaran penumpang untuk membeli karcis, walau masih ada yang suka nembak tapi disitulah dinamikanya ga mungkin memang semua penumpang itu baik, ada juga yang nakal.

Hal yang menjadi perhatian saya hingga saat ini adalah para atapers, berbagai tindakan telah dilakukan dengan menyiram oli di atap gerbong, memasang palang pintu koboy dan terakhir menggunakan bola beton tapi semuanya tidak terlalu berhasil mengusir para atapers untuk masuk kedalam gerbong.

Hingga suatu saat saya bertemu dengan salah seorang penumpang kereta api saat menunggu jemputan untuk ke kantor dari stasiun Sudirman, ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi solusi yaitu :

Pertama menyediakan satu gerbong tambahan khusus para atapers dalam setiap rangkaian, jadi gerbong khusus bukan hanya untuk para wanita saja.

Kedua mengakomodir para atapers yang terbiasa dengan angin kencang dan hujan, maka ada kemungkinan gerbong khusus atapers tersebut tanpa atap dan tempat duduk, sehingga bisa duduk di lantai dengan rasa sama seperti duduk di atap, tapi abaikan saja hal ini karena akan dianggap tidak manusiawi dan menyalahi peraturan.

Agar gerbong tersebut hanya atapers yang berhak masuk, maka perlu adanya pendataan yang memang sudah ada paguyubannya dan bisa dibantu oleh krlmania, dan biasanya para atapers juga sudah saling mengenal, jadi akan lebih mudah mengawasi yang mana atapers atau non atapers dan bisa juga dibuatkan juga kartu khusus.

Banyak sekali keuntungan yang bisa diambil dengan adanya gerbong khusus ini, antara lain :

Pertama, bisa lebih menjamin keselamatan ketimbang duduk diatap

Kedua lebih tertibnya para penumpang kereta api, semuanya masuk dalam rangkaian gerbong, tidak lagi ada yang diatap.

Ketiga, pihak keluarga juga merasa lebih tenang, karena resiko dag dig dug akibat kecelakaan dapat diminimalisir

Keempat, Bisa dilakukan kerjasama dengan para vendor, ga usah jauh-jauh cari vendornya bias saja dari para pedagang yang berada disekitar stasiun, tentunya pedagang resmi yang terdaftar, jadi para pemegang kartu khusus gerbong atapers ini bisa mendapatkan potongan harga saat akan membeli segelas kopi dan sepotong roti.

Saya yakin hal ini mungkin terlaksana jika ada komitmen yang kuat antara pihak KAI, atapers, krlmania dan vendor untuk mendukung hal ini, tidak perlu impor gerbong mahal tapi bisa mempergunakan gerbong yang ada dengan sedikit modifikasi seperti yang dilakukan pada crane ayu azhari dan tentu saja harganya lebih murah, mungkin inilah cara lain agar para atapers move on dan bangga memiliki gerbong ayu azhari sendiri, dan lambat laun dengan adanya hal seperti ini bisa memicu perubahan kearah yang lebih baik, karena rasa saling memiliki yang tinggi dan suasana guyub yang telah terbangun sebelumnya.

Lain waktu saya juga melakukan perjalanan kereta api dari Jakarta kota ke Bogor, kembali ke Tanah Abang lalu menuju Rangkasbitung, senang melihatnya para pedagang di stasiun sudah tidak seperti dahulu, yang menggelar lapaknya sehingga menyita tempat bagi penumpang, pedagang yang memiliki kios juga lebih tertata dengan rapih, tentu hal tersebut terjadi tidak semudah membalik telapak tangan, butuh proses dan waktu. Dalam perjalanan kali itu, saya sengaja mengajak teman yang saya kebetulan bertemu di stasiun Sudirman waktu lalu dan kami berbicara tentang atapers, kali ini dalam perjalanan kami melanjutkan diskusi kembali, bahwa para pedagang yang telah teratur dengan rapi itu jika dilakukan sinergi dengan para penumpang maka akan membawa tingkat perekonomian yang lebih tinggi bagi para pedagang tersebut.

Didalam kereta menuju kembali dari Rangkasbitung, banyak pedagang yang membawa barang dagangannya untuk kemudian turun di stasiun Palmerah atau Tanah Abang untuk berjualan. Jika para pedagang hasil bumi membawa barang dagangan pada hari biasa tentu saja berdesakan dengan penumpang biasa agar penumpang lebih nyaman, idenya sih masih sama dengan gerbong khusus atapers, paling tidak dilakukan penambahan satu atau dua gerbong khusus untuk para pedagang yang membawa barang dagangannya, hal lain yang terpikir adalah setiap satu minggu sekali para pedagang yang berlangganan dipersilakan untuk berjualan di tempat yang telah disediakan pihak KAI, misal di pelataran parker, model pasar kaget atau pasar dadakan, jadi misalkan pedagang jambu dari rangkas tidak perlu datang ke Pasar Palmerah, tapi bisa berhenti di Stasiun Rawabuntu untuk menggelar lapaknya, selain itu juga bisa menggandeng para pengamen untuk mengisi acara pada pasar kaget tersebut, dan bisa saja dilaksanakan festival pengamen di kereta api, yang kualitasnya ga kalah dengan Sean, Yoda, Regina dan Dion.

Jadwal berjualan pasar kaget ala KAI dan pedagang pengguna kereta api ini bisa dilakukan secara teratur dan diberikan pemberitahuan pada setiap stasiun, pada awalnya mungkin hanya sedikit pedagang dan pengunjung, tapi seperti sebelumnya saya katakan, semua itu butuh proses, bisa saja dengan adanya kegiatan ini, keuntungan yang diperoleh bukan hanya bagi para pedagang, tapi juga bagi para pegawai KAI yang mengurusi hal ini secara tidak langsung juga terbantu perekonomiannya tanpa harus melakukan pungutan liar, Efek dari dua hal tersebut diatas saja jika dilaksanakan akan berpengaruh terhadap aspek lainnya, penumpang lebih tertib, suasana kereta lebih nyaman tidak bercampur dan berdesakan antara barang pedagang dengan penumpang umum, bahkan citra KAI bisa terangkat, seperti sinyal terangkat saat kereta akan melintas.

Semua itu memang awalnya butuh modal, tapi saya yakin KAI bisa bekerjasama dan mencari pihak-pihak yang dapat membantu, malu ah sama menteri BUMN jika menggandeng pihak swasta sebagai sponsor tidak bisa.

Tapi sekali lagi itu semua butuh komitmen, sinergi, biarpun akan terjadi sepuluh atau duapuluh tahun kedepan itu kan namanya juga proses :).

*dibikin dalam rangka partisipasi untuk KRL yang lebih baik http://agamfat.multiply.com/journal/item/280/Nganufacturing-Hope-Ayu-Azhari-di-KRL 😀

**pengguna comm-line tiap akhir pekan saja 🙂