Begal Resmi?

Debt-collector

Sumber gambar

Buat yang sering lewat depan Pasaraya Manggarai, pasti udah tau kalo jalur dari arah Pasar Rumput ke Tambak yang tadinya ditutup karena renov pintu aer, sekarang udah bisa dilalui lagi. Dulu saat jalur itu ditutup, pakai jalursatunya yang tepat berada diterowongan Manggarai, karena penyempitan badan jalan, macetnya luaarrr biasa.
Ternyata macetnya jalur itu dimanfaatin oleh Mata Elang, ini bukan sandi untuk anggota Reserse/Intel, bukan juga nama Stadion di Ancol. Mata Elang ini julukan lain untuk Debt Collector dari perusahaan leasing, kerjaannya sembahyang mengaji lo pikir lagunya doel anak sekolahan Mentelengin kalo bahasa Indonesianya kurang lebih merhatiin dengan seksama tanpa berkedip untuk kendaraan yang menggunakan leasing dan terindikasi kredit macet.
Jadi mereka sebagai tangan panjang dari perusahaan leasing, bertugas menarik/mengambil secara paksa, ya secara paksa, kalau ga secara paksa, pasti ngambilnya datang kerumah dengan baik-baik. Kalo ini ngambilnya dijalan, jadi kalo ada motor yang plat nomornya sesuai dengan data yang mereka miliki dari perusahaan leasing, mereka langsung hentikan atau diuber dulu macam mau begal motor dan menyita motornya.

Dua kali gue ngeliat mereka nguber motor, terus dihentikan. Ugalan-ugalan? udah pastilah dan bahayain pengguna jalan lain.
Bahkan gue juga pernah diuber, terus mau dihentikan, tapi pemboncengnya bilang “salah.. salah.. beda platnya” Gue sih jalan terus aja lha wong ga ada urusannya.
Pernah juga gue liat pasangan mungkin suami istri baru pulang kerja, dihentikan dan disita motornya, ga tega gue ngeliat facenya mereka, pasti perasaannya campur aduk.

Karena penasaran, gue ngobrol ama teman yang kebetulan kepala cabang disalah satu perusahaan leasing, jadi menurut dia, kalo yang pakai debt collector itu untuk orang yang menunggak tagihan diatas 3 bulan, dan biasanya udah berkali-kali didatangi rumahnya untuk ditagih tapi belum ada pembayaran juga, akhirnya diserahin ke Debt Collector.
Kalo untuk prosedur standar yang digunakan, penarikan kendaraan dilakukan dirumah, jadi ga nge-begal dijalan. itupun ada tahapan-tahapan yang dilalui bahkan ada surat resmi dari perusahaan leasing, kalo diambil dijalan, ga ada surat resmi penyitaan kendaraan, yang pasti ditulis dengan pulpen bukan print out.

Selain nonkrong dijalan, para Mata Elang ini juga nyanggong di parkiran Mal. Kalo di Bekasi, yang gue tau biasanya di Giant Bekasi, seberang Metropolitan Mal, posisi parkiran untuk motor terbuka, jadi mereka sambil muter-muter terus tinggal nunggu dipintu keluar. Pernah juga gue ngeliat, seorang ibu ama anaknya abis belanja, dipintu keluar diberhentiin, terus diminta motornya, si ibu nangis-nangis ga dipeduliin, gue yang coba deketin dibilang “jangan ikut campur bang, ini urusan leasing, motornya nunggak”

Ya jadi serba salah, yang gue tahu kalo untuk kredit motor dari leasing itu ada perjanjian fidusia, tapi prakteknya banyak konsumen yang abai bahkan ga tau dengan hal ini. Setidaknya kalau mennandatangani perjanjian fidusia, jika telat bayar atau nunggak, kendaraan tidak dibegal secara paksa dijalanan.