Undangan Pita Biru

Masih ingat dengan jurnal saya tentang Angkie Yudistia penyandang disabilitas Tuna Rungu?
Nah, setelah balik dari Perancis, Angkie akan launching bukunya seperti yang saya tulis di jurnal ini.
 
Di TL Twitter ada gerakan #pitabiru,
 
Gerakan Sosial #pitabiru adalah sebuah gerakan peduli terhadap penyandang “disability” yang dipelopori oleh @angkieyudistia yang juga merupakan salah seorang penyandang disabilitas ( tunarungu ) Gerakan Sosial #pitabiru ini tidak hanya berfokus kepada penyandang tunarungu saja, kedepannya gerakan sosial ini akan berkembang ke “disability” lainnya juga. Namun untuk memberikan bukti bahwa gerakan ini mampu membuahkan hasil positif, Angkie dibantu dengan beberapa teman di social media mengawalinya dari penyandang tunarungu. Dalam gerakan awal ini Angkie berencana akan menjual “Ear Mov” kepada publik, agar masing-masing bisa merasakan, seperti apakah rasanya menjadi tuna rungu? seperti apakah rasanya kesulitan mendengarkan suara? Hasil dari Ear Mov ini kemudian ditargetkan Angkie untuk memberikan alat bantu dengar kepada para penyadang Tunarungu Perlu diketahui bahwa alat bantu dengar ini dipasaran mempunyai kisaran harga 3 – 10juta an.
 
Selain itu ini saya copas sebagian dari twitter tentang gerakan Pita Biru..
 
Talk about disability with @AngkieYudistia , mrk yg disable blm tentu ga bs apa2 #pitabiru
 
Masalah edukasi menjadi slh satu masalah kompleks bagi penderita tunarungu. #pitabiru
Ternyata gak cm skedar diskusi disability, tp gerakan #pitabiru menggalang dana utk alat bantu dgr para penderita tunarungu
 
#pitabiru @AngkieYudistia “diskriminasi dan penolakan sudah srg terjadi. Kita sama2 manusia, punya hak yg sama”
 
#pitabiru gak cuma perjuangkan alat bantu dengar bg tunarungu kurang mampu, tp jg berjuang utk lap kerja kaum tunarungu.
 
@agiprabu ini walaupun menggunakan hearing aid, tp dia bisa menghasilkan foto yg luar biasa. Ya, ia photographer profesional #pitabiru
 
#pitabiru @AngkieYudistia akan melaunching buku ttg tunarungu , presscon serta perform anak2 disable pd selasa tgl 20 des 2011
 
==============================================================
 
Ada yang berminat mau datang ke acara launching tersebut PM jika ada yang berminat saya kebetulan ada satu undangan buat yang ingin mengikuti acara launching bukunya Angkie, pada hari :
Selasa, 20 Desember 2011, pukul 10.00 – 12.00
 
 
 
 
Selamat berakhir pekan teman…
Advertisements

Episode Tentang Nita

Pukul 23.03 ada misscall, tapi saya tidak mendengar karena sudah terlelap, saat bangun satu jam setelahnya saya baru memperhatikan yang telp ada lah mbak Niez, saya sms bertanya ada apa, dan mendapat balasan jika Nita telah tiada, tidak percaya saya langsung telepon mbak Niez, dan diberitahu kembali bahwa Nita kita telah tiada, saya terdiam mencoba konsentrasi atas apakah saya mimpi atau salah dengar, lantas dilanjutkan bahwa mbak Niez melihat dari FB nya Nita, kakaknya yang menuliskan berita tersebut.
Tidak banyak percakapan dengan mbak Niez, saya sempat terdiam dan mengambil beberapa kemungkinan apakah berita ini bohong atau tidak, bisa saja ada yang membuka FB Nita dan menuliskan hal tidak benar, sambil mencoba membuka multiply, muncul sebuah pikiran yang tidak masuk akal, saya sms ke hp Nita, tidak ada balasan

Saat Multiply terbuka, terdapat beberapa QN mengabarkan berita duka tersebut, belum sempat saya buka satu persatu telpon saya bergetar, rupanya Nita menelpon saya, saya angkat yang muncul adalah keheningan, lalu terdengar suara lelaki yang memperkenalkan diri sebagai adiknya Nita, dan menanyakan apakah saya mas Wibi temannya Nita, saya jawab iya dan dijelaskan oleh Edwin bahwa berita tersebut benar adanya.

Lemas saya mendengarnya tidak menduga hal tersebut terjadi, lalu saya baca QN satu demi satu yang mengabarkan berita tersebut hingga saya tertidur dengan hp masih tergenggam ditangan.

Pagi hari berbarengan dengan mbak Arni menuju kediaman orangtua Nita, kami waswas tidak sempat melihat Nita untuk yang terakhir kali, untungnya saat melewati mesjid terdengar pengumuman yang memberitahu untuk men-shalat-kan almarhumah, setengah berlari saya meninggalkan mbak Arni untuk ikut serta dalam barisan jamaah shalat jenazah.
Dipemakaman saya menyalami ayahanda Nita dan memperkenalkan diri, tanpa saya duga saya dipeluk dan ayahanda Nita berlinang airmata sambil berkata “maafkan Nita nak Wib… maafkan” hal tersebut berulang kali terucap. Saya hanya mampu memapah, ditemani oleh salah seorang tetangganya.
Terus terang saat tangan saya digenggam erat saya terbayang itu adalah bapak saya sendiri sedang menyalami teman-teman saya…

Saat akan dikebumikan, teringat kembali episode-episode bagaimana bertemu dengan Nita, dimulai kopdar bagi panci di danau UI, dilanjutkan dengan menemani cak Nono berkeliling Jakarta naik busway hingga terakhir bertemu saat di Gandaria City menanyakan perihal surat cinta.

31 May adalah pertama kali saya di sms Nita, rupanya berlanjut dengan kulSms, yang kadang saya tanggapi atau kalau sedang ga mood tidak saya balas.
4 Juli, saya di sms tentang kegalauannya, dan dia merasa ambruk, tapi tetap berusaha agar orang lain tidak tahu. Saya sempat sedikit berdebat dengannya tentang masalah ini.
30 Agustus, Nita sms minta izin untuk posting tentang saya, saya izinkan karena pasti ada hal lucu didalamnya
4 September, Nita mengucapkan terimakasih dan mulai beraktifitas melupakan kegalauannya, saya cuma berpesan agar dilancarkan dan mendapat hal-hal seru.
29 September, sms terakhir dari Nita memberitahu sudah membalas twit saya, disini adalah titik balik bagi saya untuk belajar, saya berkenalan dengan Angkie Yudistia dan banyak ngobrol tentang disabilitas dan dari sini saya kagum dengan Nita yang berusaha mengedukasi orang-orang tentang masalah disabilitas.

Hingga akhirnya saya mendapat kabar diawal postingan jurnal ini, saya teringat kembali dengan tulisan ini bahwa kita terlahir sebagai seorang pemenang tapi apakah akan berakhir sebagai pemenang?
Nita telah membuktikannya, begitu banyak yang telah dilakukannya, dibalik kekurangannya Nita menunjukan hal luar biasa yang belum tentu bisa dilakukan orang normal tanpa diasbilitas.

Selamat jalan Nita, semoga engkau mendapat kebahagian disana, kami semua juga telah mempunyai kartu antrian tapi nomornya hanya menjadi rahasia Allah
Oh iya, jika bertemu dengan bidadari di Surga, tolong bisikan padanya agar menjelma ke dunia untuk menemani saya ya.

Namanya Angkie Yudistia

Sebuah pembelajaran yang bagus diberikan oleh Angkie. Sinopsis bukunya, saya kopi mentah-mentah dari blognya.
Yang mau bertemu dan mendengarkan cerita Angkie, bisa datang ke acara #socmed di FX hari ini pukul 19.00
==================================================================

Nama saya Angkie Yudistia, lahir 5 Juni 1987.

Apa arti sukses menurutmu?Bagiku sukses adalah bagaimana kita dapat menghadapi makna kehidupan.

Pertanyaannya, apa tujuan kamu dilahirkan di dunia ini?Jawabannya pasti beragam, tapi kembali ke diri kita. Hidup kita adalah pilihan kita, tetap berpegang teguh dengan prinsip yan g membawa kita menuju makna kehidupan
Sebagai perempuan tuna rungu yang menghadapi banyak tantangan, tidak membuat saya menyerah dan pasrah dalam kehidupan. Justru semakin memacu saya untuk lebih maju lagi. Untuk membuktikan bahwa perempuan tuna rungu mampu berkarya walau dengan keterbatasan.
Hidup itu proses, dan proses akan terus berlangsung selama kita hidup. Maka dari itu, mengubah cara pandang dan pikiran kita untuk lebih positif. Tidak ada masalah tanpa jalan keluarnya..

http://angkieyudistia.com/

@angkieyudistia

SINOPSIS

Melalui buku ini, saya ingin mengatakan bahwa hidup ini tidak semudah yang kita harapkan. Masalah selalu timbul setiap saat, tapi masalah membuat kita bijak menghadapi masa depan.

Seorang sahabat pernah berbicara seperti ini, “Aku mau sukses! Angkie aja bisa sukses meskipun seorang Tuna Rungu, saya pasti juga bisa lebih sukses daripada Angkie.”

Saya yang mendengarnya langsung diam dan sedikit terkejut. Dari hati terdalam, saya sedikit meragukan pernyataannya. Karena, meski kita sama-sama ingin sukses, tapi mimpi dan nasib orang berbeda bukan?

Saya mengalami kebingungan luar biasa saat berfikir untuk menjadikan buku ini sebagai sebuah perumusan bagaimana cara untuk bisa sukses kaya raya dan memiliki hati seperti para malaikat. Beban bagi saya, jika memberitahu bahwa buku ini akan memberikan tips – tips ampuh mengenai cara menggapai kesuksesan sebagai generasi perempuan muda. Bahkan bagi teman – teman Tuna Rungu sekalipun. Saya takut kenyataannya justru tidak datang demikian.

Maka, dengan buku ini, saya hanya ingin berbagi warna-warni pengalaman dengan menoleh kebelakang dan melihat proses naik dan turunnya perjalanan hidup yang menjadi pengalaman saya sebagai perempuan Tuna Rungu. Dengan begitu, semoga pandangan teman-teman mengenai Tuna Rungu bisa berubah dan akhirnya bersedia menyatakan bahwa kita semua sama. Sama dalam arti tidak ada perbedaan dalam fisik, namun sama-sama menerima dan mengasihi. Serta memaksimalkan segala potensi yang kita punya, karena kita semua bagian dari masa depan.