Berjalan dengan dua kaki

Ngobrol dengan para penggemar soto ceker di Sabang, ada hal yang menjadi bahan buat kita bahas.. tentang gossip di MP? ah.. sepertinya hal itu udah ga usah diobrolin… waktu itu kita ngobrol tentang diri kita sebagai kuli pada perusahaan.
Bagi para pekerja, sudah tentu terikat dengan kewajiban ditempat
dia bekerja.
Kalau mau bergerak, rada kurang fleksibel. karena kaki yang satu terikat.
Tapi hal itu sebenarnya tidak bisa membuat kreativitas mandek atau terhenti sama sekali.
Ada berbagai macam cara untuk mendayagunakan kaki yang satu lagi, Contoh ekstrim mungkin dari postingan sebelumnya, tapi kalau kita sebagai orang yang terikat satu kakinya pada tempat lain, kenapa juga tidak mempergunakan potensi yang ada untuk menggerakan kaki yang satunya.

Misalkan, anda senang menulis, toh jika diteruskan, bisa saja seperti mas Wisnu atau mbak Nadiah yang bisa menulis buku sesuai dengan kemampuan dibidangnya. Dan setahuku, pada saat itu mereka terikat pada tempat kerjanya. Masih banyak lagi contohnya, tapi aku ambil dari kontak aku.

Bisa juga potensi yang bagus itu ternyata dari hobi, jika hobi memotret, punya kamera pohon.. ada sedikit waktu, kan lumayan bisa jadi tukang foto panggilan.  Setahuku banyak lah di MP ini, salahsatunya temanku, udah beberapa  event dia jadi tukang poto.

Atau contoh lain, mengkolaborasikan dua orang dengan dua hobi yang berbeda menjasdi suatu usaha. Bisa dilihat Agung yang hobi kotak katik program dengan Ida yang hobi kotak katik resep hasilnya adalah kotak.kue.com

Semua itu tergantung kita, mau atau tidak mengeluarkan potensi yang dimiliki dan menangkap peluang yang ada.

Advertisements