Potret Hitam Putih Dunia Pendidikan

Baca kompas hari sabtu tentang sertifikasi bagi pengajar, aku jadi teringat pernah iseng ngobrol dengan salah seorang guru, aku bertanya, apakah beliau tidak ingin menjadi kepala sekolah atau
tingkatannya yang lebih tinggi seperti penilik sekolah.

Beliau berkata, “kamu itu ojo ngece aku. aku udah siapin semua syaratnya, hingga amplopnya.
ternyata gagal juga, ada yang ngasih lebih besar dalam amplopnya.. Yo wes lah, ketimbang daftar terus dan gagal terus karena masalah amplop,  lebih baik ga ikut trus dah kubeliin mobil.
pas kutanya emang berapa sih isi amplopnya,  beliau bilang 50 juta.
50 juta dan gagal.

hemm, kalau orang mengeluarkan uang 50juta untuk “pelicin” tentu mengharapkan kembali.
bisa dihitung lah berapa gaji seorang kepala sekolah (tanpa mengecilkan artinya lho)
dan berapa lama uang tersebut akan kembali…

Yah, ternyata beginilah potret hitam putih dunia pendidikan di Indonesia..

Advertisements