Asuransi, BPJS & RS

hospital

Saat ini gue ama tim lagi ngejalanin riset tentang kesehatan, nah ada satu temuan yang menurut gue menarik dari para pengguna rumah sakit.
Kalau pengguna RS Swasta biasanya ga terlalu pusing akan masalah biaya karena dicover asuransi kesehatan baik itu dari tempat bekerja atau asuransi mandiri.
keluhan yang keluar sih kadang ga dicover semuanya ama asuransi, itu biasanya yang pake sistem reimburse.
Sedangkan pengguna RS Pemerintah sekitar 70% bilang udah ga ngeluarin biaya lagi karena menggunakan BPJS.
Kalo dulu saat ditanya rata-rata kisaran biaya yang dikeluarkan saat berkunjung ke rumah sakit, jawabannya muncul dalam range Rp. 200.000 – Rp 1.000.000, kecuali ada kasus tertentu yang bisa habisin biaya lebih dari Satu Jeti. Jadi ada perpindahan kebiasaan

Tapi keluhan yang hampir seragam muncul saat menggunakan BPJS ini,
– Antrinya lama
mulai dari antri pendaftaran hingga antri untuk ketemu dokter, bahkan untuk operasi yang ga gawat n masih dalam kategori bisa menunggu, harus masuk jadwal dulu mulai 1-3 bulan.
– Pelayanannya ga bagus
Perawat/suster yang jutek sampe dokter yang ga ramah, ya bisa dibayangin sih, beban kerja bertambah, karena jumlah pasien yang meningkat, belum lagi kalo pasiennya marah-marah, jadi sikap terbaik adalah jutek :p
– Informasi kurang jelas
biaya yang dicover bpjs kurang dijelaskan secara detil, jadi banyak yang kaget ketika harus membayar lagi, setahu mereka gratis abis.
– Sistem yang kurang mendukung
maksudnya setelah dari faskes tk I, trus dapat rujukan untuk ke RS, nah kalo sakit ga dalam perawatan, saat kembali lagi ke RS harus ke faskes tk I lagi untuk ambil rujukan.

4 Hal itu yang sering dikeluhkan diceritakan responden, dan sebagian besar peserta BPJS ga peduli karena memang butuh.

Kalau dari RS swasta, hal yang menjadi perhatian adalah layanan pelanggannya khususnya dari dokter, kalo dokternya ga komunikatif, mereka ganti dokter, beda dengan peserta BPJS, mereka tetap terima hal tersebut.

Satu harapan yang sama dari para responden baik di RS Pemerintah dan Swasta, mayoritas menginginkan kualitas layanan pelanggan yang bagus.
Dan ga terlalu jauh beda dengan hasil riset tahun lalu, informasi untuk rumah sakit atau dokter yang berkualitas bagus lebih sering dipercaya responden kalau mendengar dari teman,kerabat, keluarga dibanding media lain.

Tapi dari semua itu hal yang terpenting adalah tetap menjaga kesehatan daripada mengobati… 🙂