Komunitas Para “Orang Gila”

Pada jurnal yang lalu saya menuliskan tentang komunitas* yang mempunyai suatu kesamaan sebagai user dari suatu produk tertentu, nah selain itu ternyata banyak “orang gila” yang tergabung dalam komunitas yang bukan user dari suatu produk/jasa tertentu, melainkan kesamaan untuk peduli dan berbagi dengan sesama (yang bukan orang gila).
 
Anggota komunitas tersebut dibilang gila karena kadang kalau menurut pandangan secara logika mereka kok ya mau bersusah payah untuk ikutan peduli ama orang lain, kan lebih baik memanfaatkan waktu dan materi untuk kehidupan pribadinya daripada untuk orang lain yang bahkan belum tentu dikenal.
Tapi, itulah hebatnya mereka ga pakai pamrih mau membantu, banyak cibiran jalan terus karena didalam hati mereka terdapat satu ruang yang berisikan kepedulian.
Yang Hadir
 
Sabtu lalu, para “orang gila” dari berbagai macam komunitas tersebut berkumpul bahasa kerennya gathering, saa terkejut karena para “orang gila” tersebut ada yang masih SMP dan SMA, tapi mereka mau meluangkan waktu disela-sela waktu sekolah untuk berbagi.
 
Pembukaan oleh Bayu Gawtama
 
 
Relawan dari Bandung
 
 
Komunitas Lebah (semanis madu :p)
 
Disini juga saya bertemu kembali dengan bude Kiswanti, Jadi ingat saat pertama kali bertemu dengan Bude dan adek2 dari Warabal.
yang masih ingat dengan saya, padahal sudah hampir lima tahun, dan beliau menceritakan anak yang saya gendong saat itu sekarang sudah kelas 4 SD 😀
Bude Kiswanti & Bang Iroel
 
 
Sahabat Peduli
 
 
Hal yang menarik adalah adik-adik dari SMA di bogor dengan gerakan 1000 senyum, gerakan ini bukan memberikan senyum ke 1000 orang atau senyum bareng 1000 orang lalu difoto dan dimasukan ke jejaring sosial, tapi ini adalah gerakan yang menggagas untuk mengumpulkan uang dari tiap pelajar sebanyak Rp 1000 setiap minggu, kecil memang dibanding uang jajan mereka, tapi besar artinya, jadi dari rupiah yang terkumpul mereka gunakan salah satunya untuk perbaikan sarana umum yaitu mushala.
 
Jadi malu ama anak-anak SMA itu… *ngintip dari balik jendela*
 



baiklahh…. Selamat makan siang dan istirahat sejenak sebelum beraktifitas kembali 🙂
 
Advertisements

Komunitas – Pagar Kerjasama dengan Tanaman

Sebuah komunitas bisa lahir karena adanya satu persamaan dan rasa memiliki terhadap kesamaan tersebut tentu saja juga ditambah dengan interaksi antar para pelakunya hingga terjalin suatu hubungan yang positif tentu saja.
 
Banyak sekali contoh sekali komunitas yang eksis dan guyub, ada yang berawal dari pecinta produk tertentu, lalu berinteraksi melalui mailing list adapula tanpa mailing list atau web tapi terus berinteraksi.
Pembuatan komunitas terhadap suatu Brand biasanya ada yang melalui izin terhadap Brand tersebut dan ada yang tidak melalui izin.
Contoh yang tidak melalui izin dan banyak terjadi adalah dibidang otomotif.
 
Saya beri contohnya para rider pencinta kalajengking yang sering berinteraksi melalui mailing list (Milys), disini terbentuk tanpa izin dari pihak Yamaha sebagai pemilik Brand, karena Yamaha sendiri juga sudah punya wadah yaitu YSC dibawah YRC.
Tapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pihak Yamaha, karena secara ga langsung juga membuat Brandingnya makin terkenal. Komunitas terbentuk awalnya tanpa ad/art tapi tetap bisa berjalan dan hal ini dilihat oleh salah satu Brand yaitu PT Tarakusuma Indah selaku Produsen beberapa merek Helm, dan menjadikan komunitas pecinta kalajengking sebagai Brand Ambassador untuk merek INK. Mereka memberikan 100 buah helm untuk komunitas dengan logo komunitas, nah para pecinta kalajengking saja yang mempunyai nomor teregistrasi sudah lebih dari 700 member, belum lagi yang hanya simpatisan tampa mempunyai no. anggota.
Jadi 100 member yang mendapatkan helm diharapkan akan menjadi corong word of mouth, dan itu terbukti dengan pesanan dari anggota komunitas.
Bagaimana dengan pihak Yamaha sendiri, apakah mereka merasa dirugikan? tentu tidak karena mereka juga mempunyai wadah sendiri dan diterangkan dengan jelas merek-merek apa saja yang termasuk dalam wadah YRC tersebut, justru mereka secara tidak langsung juga mendapat promosi gratis bahwa ada komunitas diluar wadah yang bisa melakukan kegiatan dan menggunakan produk mereka, bahkan ada beberapa orang dari pihak Yamaha yang merupakan anggota komunitas, jadi segala aspirasi mengenai keinginan pencinta kalajengkin, saran masukan mereka dengarkan, tampung dan dilakukan perbaikan, kerap jika ada hajatan undangan juga dikirimkan ke komunitas tersebut, mereka turut merangkul walau komunitas pencinta kalajengking adalah orang-orang yang lebih bebas tapi secara ga langsung juga merupakan bagian dari Rider Yamaha.
Saya sendiri ikut komunitas ini karena awalnya berkenalan dengan black doel salah satu dengan no member 012, saat itu saya masih asyik masyuk dengan Thunder 250, tapi setelah diskusi dan diajak melihat secara langsung komparasinya akhirnya saya terkena racun kalajengking dan turut ikut serta dalam komunitas bahkan bisa menjadi racun bagi 3 orang teman yang menjual tunggangan mereka untuk beralih. secara tidak sadar saya juga menjadi corong bagi pihak Yamaha terhadap merek kalajengking 🙂
 
Contoh lain adalah komunitas para pembaca majalah Cosmopolitan, komunitas ini terbentuk dari Tiara Gunawan (@gwsukaoranye) yang membuat mailing list dan meminta izin terlebih dahulu kepada pihak Majalah, setelah diizinkan lalu dibuatlah milis tersebut.
Milis tersebut biasa disebut dengan nama Milco, awalnya masih dihandel oleh Tiara, untuk kegiatan online dan offline. Untuk kegiatan online tentu saja terdapat diskusi mengenai topik yang sedang in atau berbagai macam topik lainnya, untuk offline uniknya Tiara mengajak member berpartisipasi sebagai EO, jadi semuanya dikerjakan bersama, tapi setelah makin membesar akhirnya pihak Majalah mengambil alih. Mengambil alih bukan secara paksa, tapi mereka juga melihat milco ini sebagai komunitas yang mempunyai value, selain sebagai pembaca yang pastinya membeli juga sebagai asset yang bisa dijual keluar.
Jika membaca majalah Cosmopolitan sudah tentu berbicara tentang gaya hidup dan ini tidak lepas dari Brand yang ada didalamnya. Hal ini yang dilakukan oleh pihak Cosmopolitan bekerjasama dengan komunitas dan brand untuk membuat event.
Contoh terakhir adalah kerjasama antara Cosmopolitan-Milco-Starbuck untuk membuat kelas memasak.
Sayangnya saya tidak bisa ikut padahal udah diajak oleh Tiara, Teringat waktu pertamakali gabung tahun 2004, mengadakan event ke Jogja sekaligus charity sudah ada Brand besar yang turut bekerjasama salah satunya yang saya ingat adalah Blue Bird dan dari organisasi lain yaitu Rotaract.
 
Dari dua hal diatas, bisa dilihat bagaimana pemilik Brand dari komunitas secara tidak langsung mendapatkan iklan gratis kalau bahasa yang dikenal sekarang adalah pencitraan terhadap brand nya, dan untuk Brand lain juga bisa merangkul komunitas sebagai brand ambassador. tapi bisa dilihat, semua itu terjadi dengan adanya komunikasi antara pihak pemilik Brand dan Komunitas yang berlangsung dengan baik, bukan hanya komunikasi searah antara pihak komunitas dengan tembok eh jembatan eh pihak pemilik brand maksud saya 🙂
 
Jadi kangen sama black doel n Tiara.. dan ternyata keduanya saling mengenal tanpa saya tahu… bisa dibayangkan jika misalnya salah satu diantaranya tidak puas dengan brand komunitasnya, lalu saling bercerita, bisa dilihat efek yang ditimbulkan karena kedua orang tersebut adalah pentolan dimasing-masing komunitasnya.
Yang saya salut dengan keduanya mereka juga membangun komunitas (dibantu teman-teman lainnya tentu saja) tanpa ada keinginan rebutan kursi untuk masuk dalam lingkaran perusahaan pemilik brand atau bertindak dengan anggota komunitas lainnya sebagai geng yang mengacau, justru mereka bekerjasama dengan baik.
 
Terakhir, komunitas yang saya ikuti adalah komunitas (blogger) di mul
tiply, saya rasa mau membandingakn dengan dua komunitas lainnya kok ga ada ide. 😀
Mungkin teman-teman punya cerita tentang komunitas (blogger) multiply (MPID)? silakan dibuat postingannya, siapa tahu ada yang tertarik membaca dan malah dijadikan lomba menulis “antara aku dan komunitas MPID” lalu memberikan hadiah kan lumayan 🙂
 
Selamat hari jum’at, selamat menikmati libur sabtu-minggu 🙂

Selamat Tahun Baru Yang Telat Buat Multiply ID & Perusuh

Sebenarnya berapa sih pengguna internet di Indonesia? Ternyata menurut riset yang dilakukan oleh MarkPlus Insight (dejavu) tentang pengguna internet di Indonesia yang disebutkan ada sekitar 55 juta pengguna * Daily Social
Angka yang sangat besar, karena itu tidaklah aneh jika para Netizen juga bermain-main di ranah jejaring sosial seperti facebook yang ternyata Indonesia menempati peringkat kedua untuk pengguna terbanyak *ibtimes
Sedangkan untuk Twitter sendiri, Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai pengguna terbanyak, bahkan saat weekend juga angka untuk nge-tweet termasuk tinggi dibandingkan negara lain. *salingsilang
 
Bahkan, karena begitu bangganya Pak Prihatin sampai menyampaikan hal tersebut* didepan para pengusaha Amerikah… Please deh pak, ga penting banget, kalau kuantaitas gitu mah ga usah dibanggain kali, apa mau menunjukan bahwa user twitter kebanyakan waktu luang kali ya :p
 
Berdasarkan data seperti itu, wajar aja jika para marketer ngiler melihat peluang besar didepan mata, inilah saatnya untuk berjualan, menggarap pasar didepan mata yang terlihat bagaikan kue yang siap diiris lalu dikunyah.
Para marketer ini selain perorangan tentu saja juga dari perusahaan, salah satunya adalah Multiply ID yang gencar mempergunakan kedua media tersebut untuk beriklan. Seperti yang telah diketahui Multiply yang pada awalnya suatu jejaring sosial berubah bentuk menjadi e-commerce platform, Kenapa Multiply berubah bentuk salah satunya adalah karena
“Multiply.com adalah pasar online terbesar di Indonesia. Multiply di Indonesia memiliki 52.000 penjual (dengan 2.000 penjual baru tiap bulannya), 2,3 juta akun terdaftar dan 7 juta kunjungan unik tiap bulannya” *Wiki
 
Balik lagi keatas, gencarnya iklan yang diterus menerus dilakukan Multiply ID termasuk Digital Strategy yaitu Multiply ID memberikan iklan dan pesan untuk menjual barang atau jasa.
Kalau digital strateginya dijalankan secara frontal yaitu dengan iklan terus menerus tanpa ada sesuatu yang membuat interaksi lebih unik, maka habislah Multiply ID, untuk menghindari hal tersebut salah satu cara yang dijalankan adalah dengan kuis yang dilakukan melalui Twitter dan Facebook, cara yang lazim dilakukan oleh perusahaan untuk menggaet para pelanggan.
 
Membaca jurnalnya Anaz* tentang “like” dahulu sebelum mengikuti kuis, itu adalah hal yang wajar, karena kelebihan dari Facebook adalah adanya Fans Page yang memang digunakan untuk menjaring para fans, Multiply ID menggunakan ini sih menurut saya salah satu alasannya agar bisa muncul di Search Engine yang mana di Multiply sendiri ga friendly dengan yang namanya SEO :p
 
Selain itu sasaran yang ingin dicapai Multiply ID dengan banyaknya fans, maka viral marketing (word of mouth marketing) akan berjalan, mungkin anda akan bilang bullshit, tapi itulah kenyataannya dalam dunia marketing di sosial media, hal ini pernah saya ikuti saat bantu jadi tim rusuh untuk Fans Page nya Om Kolonel Sanders.
 
Dari semuanya diatas masih ada satu lagi strategi yang harusnya bisa dijalankan tapi ga ditoleh sama sekali oleh Multiply ID yaitu Social Strategy, dimana salah satu caranya dengan mempergunakan Mpers atau bahkan jika mungkin Komunitas MPID sebagai salah satu bagian dari Viral Marketing, mungkin masih bisa dihitung berapa yang interaksi/transaksi para blogger dengan OS, tapi hal yang ga kalah penting Multiply ID bisa mendapatkan brand awareness melalui hal tersebut, toh jika blogger terlibat apalagi puas maka akan dengan senang hati akan menyebarkan kemana-mana, minimal melalui jurnal yang ditulisnya dan misalnya ada hal ga bagus kayak gini*
para mpers yang sudah merasa memiliki maka akan saling bantu, tapi yang terjadi tidak seperti itu, akhirnya bisa dilihat apa yang terjadi pada komentar-komentar yang ada.
 
Jika Multiply ID mau melihat komen-komen yang ada jangan langsung menjudge bahwa para Blogger itu perusuh, tapi seharusnya dilihat sebagai masukan untuk perbaikan, tapi terus terang aja setelah apa yang terjadi selama ini (ga usah disebutin kasusnya) sepertinya para Blogger yang komen “pedes” (sebenarnya ini adalah hal mengkritisi, bukan nyinyir atau mem-bully) akan tetap dianggap sebagai perusuh yang menjelek-jelekan Multiply ID, dan jika dibiarkan yang akan terjadi akan seperti hal diatas tersebut.
 
Balik lagi ke Jurnal ini terlihat komentar kekesalan para blogger, tapi jika melihat lebih jauh itu sebenarnya para blogger peduli akan keadaan di Multiply dan itu yang tidak dilihat oleh Multiply ID.
Dengan banyaknya blogger yang pindah ke jejaring lain dan meninggalkan Multiply mungkin merupakan berkah bagi Multiply karena hilangnya para perusuh, itu secara kasat mata, tapi apakah pernah terbayang jika ada blogger dari sebelah yg bertanya “kenapa ga di multiply lagi?” bisa jadi akan meluncur jawaban yang berkesan negatif dari A sampai Z.
 
Ah, terlalu panjang jurnal ini… saya pribadi lebih senang jika teman-teman saya ga meninggalkan multiply, jika punya beberapa blog yang disini tetap dijalankan, karena rasa kebersamaan itu sulit untuk dihilangkan, dan saya juga sangat senang dengan teman-teman yang tetap kritis (walau dibilang perusuh) daripada ngangguk-ngangguk dan saling menimbulkan kontra antara sesama Mpers untuk hal ini.
 
Selamat Tahun Baru (yang telat) buat semua.

Asumsi dan Praduga


Disuatu jejaring sosial pada saat berbalas komen dengan berbagai macam kontak :


Wanita 1 : Si abang kemana ya, tumben belum nongol, biasanya kalau ada postingan heboh pasti muncul ikut rusuh.
Wanita 2 : iya nih, kemana ya
Wanita 3 : baru jalan tuh, kan hari ini masuknya rada siangan.

#Wanita 2 : *dalam hati* kok wanita 3 tahu banget jadwalnya ya, jangan-jangan ada hubungan khusus diantara mereka.

Sebelumnya melalui pesan di hp :
Wanita 3 : abang, nanti berangkat lewat MT Haryono kan?
Laki-laki : iya, ada apa kakak?
Wanita 3 : Saya minta tolong nanti mampir ke kantor suamiku di Gedung Pearl Jam ya, ada titipan buat abang dari suamiku.
laki-laki : ok kakak, nanti saya kontak mas’e

=======================================================================

Wanita A : “Lagi sama Mas X di sate Klatak” #Status di group online nya jejaring sosial
Wanita B : *Membaca status tersebut dan bergumam dalam hati”
“ya ampun, dia kan udah punya suami kok malah makan sate berdua ama cowok lain, pasti ada apa-apanya tuh, jangan2 selingkuh”

Sebelumnya :
Dalam sebuah forum terbatas
Wanita C : Ibu-ibu, bapak-bapak, untuk mengucapkan rasa syukur saya dan suami, kami mau ngajak ibu-ibu dan bapak-bapak disini makan sate klatak di Sarinah
Wanita A, D, E, F, Pria X, G, H : setujuuuu
Wanita A : duh, kalau diliat waktunya saya pasti sampai duluan, maklum saya kan rumahnya deket, ada yang datang duluan?
Pria X : saya kakak, kebetulan saya ada acara deket sarinah, ntar kita ngobrol dulu aja sambil nunggu yang lain
Wanita D : aku bisa beda 10 menit, tunggu aku ya, sekalian dijemput misua dikantor.

==============================================================================

Disuatu jejaring sosial, seorang Perempuan Q posting foto saat makan bersama dengan teman-teman lainnya, di akhir postingan terucap “makasih banyak ya buat abang Z… pokoknya ga ada duanya deh…”

Perempuan Y sms ke Perempuan S : buka postingan ini deh :link gilaaaa… ucapin terimakasih sampai segitunya, foto di set buat kontak, jangan-jangan biar suaminya ga baca tuh.. emang ada aja kalo mau selingkuh pake alasan makan malam rame-rame


Sebelumnya dalam email terbatas
Perempuan Q : Temanz, aku mau minta tolong, Suamiku kan baru pulang dari papua n suka banget makan mie aceh, nah aku mau ngajak dia makan makan mie aceh, sekaligus mau ngenalin kita-kita semua di group konyol ini, jadi kita kan bisa saling kenal secara langsung, ada yang bisa mesenin tempat ga ya, kan tewmpatnya ga ada no telp nya, dan sekarang ini kan bulan puasa, jadi pasti kalo ga pesan takut ga kedapetan tempat.

laki-laki Z : “awak kebetulan punya no telp salah satu pelayannya, biasalah, kan sering makan disana, nanti awak pesankan tempat.”

Perempuan Y : makasih ya abang… ditunggu kabarnya

Kalau kita hanya melihat kulitnya saja, tentu bisa saja berasumsi seperti itu…
Jadi,.. Selamat selingkuh… eh selamat ber asumsi.. upss.. Selamat hari Jumat, have a nice weekend, asumsi tanpa disertai fakta adalah hoax :p :p :p

Not Being Talked About

There is only one thing in the world worse than being talked about and…. that is not being talked about *The Power of WOMM*

Bagaimana jika anggota suatu jejaring sosial bercerita tentang hal tidak bagus tentang jejaring sosial yang diikutinya? kalau hanya satu atau dua orang hanya menulis dengan cara misuh-misuh mungkin hanya segelintir orang yang akan bertanya, Tapi bagaimana jika ada beberapa orang anggota komunitas jejaring sosial seperti bloggernya Super Garing berbicara tentang hal tidak bagus?

Mari kembali ke awal, sejak tahun Juli 2004 Super Garing mulai hadir di Indonesia, dan digunakan oleh para user yang sebagian besar saat itu untuk mencari lagu gratisan, tapi sejak ada kebijakan menutup hal tersebut, lambat laun user pemburu lagu mulai bertumbangan, dan akhirnya yang tetap eksis adalah para blogger nya yang lebih dikenal dengan sebutan Mpers dan akhirnya menjadi komunitas Blogger MPID, hingga sekarang, berarti usia komunitas blogger MPID sudah 7 tahun.
Ini tentu hal yang positif bagi Super Garing, bahkan menjadi Positive Word Of Mouth Marketing, karena banyak user yang mengenal Super Garing ternyata dari user yang
telah bergabung sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, para blogger itu semakin akrab satu sama lain, hal yang tidak serius bisa menjadi serius, hal yang serius bisa juga menjadi candaan, satu hal yang pasti walau terlihat saling canda dengan fitur komen yang tersedia, para blogger komunitas MPID banyak yang kritis dalam hal menyikapi sesuatu, sehingga orang luar atau dari komunitas lain bisa menilai bahwa itu adalah arogan atau bahkan kasar, tapi sebenarnya tidaklah demikian, karena hal itu merupakan sikap keterbukaan dan tanpa tedeng aling-aling yang dimiliki sebagian besar blogger.

Saat ada blogger yang mengadakan acara, misalnya lomba menulis *banyak sekali lomba menulis yang dilakukan oleh para blogger MPID* mulai dari yang serius hingga yang bersifat hanya untuk kesenangan bergulir, dan pasti akan ada pertanyaan mengenai kejelasan dan persyaratan tentang hal tersebut, hal itu terjadi karena memang pada dasarnya para blogger ingin keterbukaan.
Jadi, jika ada katakanlah usernewbie mengadakan lomba mengarang bebas, tentu saja para blogger akan bertanya tentang semua hal, dan celakanya usernewbie menganggap hal tersebut sebagai kerusuhan, berkomentar secara negatif.
Padahal jika usernewbie mau meluangkan sedikit waktu untuk melihat karakteristik para blooger komunitas MPID yang memang sedikit unik, maka justru akan terjadi interaksi dan kerjasama yang bagus.

Alih-alih mau melakukan pendekatan, yang ada mencari tahu latar belakang para pemberi komen lalu melaporkan ke pihak berwenang bahwa banyak yang membuat rusuh.
Lalu apakah yang dilakukan oleh pihak berwenang?
Apakah pihak berwenang mengadakan pendekatan kepada pembuat komen di tempat usernewbie? ternyata tidak, yang ada malah membuat surat cinta.
Sungguh efektif, surat cinta yang akhirnya menyelusup kemana-mana, apalagi dalam sebuah komunitas blogger yang solid dan sangat akrab untuk berbagi.
Dan berhasilah dengan sukses NEGATIVE WORD OF MOUTH MARKETING yang dijalankan terhadap para user yaitu Blogger Komunitas MPID.

Di era sosial media yang sedang “in” saat ini, segala sesuatunya bisa berubah dengan dinamis, banyak sudah yang menjadi contoh salah satunya seperti kisah Prita Vs Rs. Omni, word of mouth nya berjalan begitu cepat dan tidak bisa dihentikan.

if people talk negative about you, it shows that they still care & they still love you, because they want you to improve!! not to suspend account!!

Jadi ??? itu pertanyaan retoris, hanya anda dan Tuhan yang bisa menjawabnya.


WIB
Blogger & Researcher Pecinta Hitam

#Tulisan ini bukan bertujuan untuk memprovokasi, hanya sebuah bentuk keprihatinan terhadap kondisi saat ini

Mau kalian apa sih??????

Saya pernah baca tentang bahagiannya mbak Niez mendapat surat cinta dari Pez
dan begitu juga cak Nono yang bikin QN disini karena dibalas PM nya.

Nah bagaimana jika tiba-tiba tanpa ada angin, hujan, halilintar tiba-tiba mendapat surat cinta dari salah satu pengelola jejaring pertemanan dan berjualan disini

Hi,

Kami menerima keluhan dari salah satu user kami, karena dia merasa terganggu dengan comment-comment yang tidak ada hubungannya dengan user tersebut.

Dengan ini kami memberikan peringatan kepada anda agar tidak memberikan komentar-komentar yang negatif dan tidak perlu di halaman orang lain.

Kami berhak dan akan melakukan suspend atau tindakan apapun yang kami rasa perlu jika anda masih melakukan hal tersebut.

Terimakasih,

on behalf of SUPERGARING


Tapi anehnya yang mengirim adalah ID personal.. jika ini dala jejaring seperti itu, tentu yang mengirim adalah langsung dari ID/ADMIN SUPERGARING…..

Jadi gampang aja kalo kita ga suka ama ID orang lain, misalnya dia komen ditempat kita, kita aduin aja ke SUPERGARING dengan alasan komen nya NEGATIF…. biar di suspend tuh ID yang komen di tempat kita.

Persoalan lain belum diselesaikan, udah bikin hal kayak gini.
Ga lucu aja nih jadinya……. jadi perlu diselesaikan secara beradab, secara adat, secara jantan atau jalan belakang?