Belum Seribu Kontak apalagi Seribu Tahun

Hari ini kalau menurut tanggal di “Home, tepat 8 tahun account wib711.multiply.com
Perjalanan 8 tahun lumayan juga, banyak teman, ada musuh, rekan kerja dan gebetan tentu saja 😀
kalau ngomongin kelebihan dan kekurangannya, pastinya teman-teman lebih faseh dibanding saya yang jarang bersosialisasi ini.
Secara kasar hitung-hitungannya seperti ini
Advertisements

Trusted Kopdar

Ini udah lama sebenernya, waktu main ketempat cak Marto, tercetus pembicaraan tentang Trusted Blogger dari Cak Marto dan mas Ohtrie.
Jadi konsepnya sih meniru dari Trusted OS, tapi dulu kan kalo di OS kudu punya nominal transaksi tertentu baru bisa dapat kategori Trusted Seller, kalau di blogger sih ga wajib punya nominal tertentu atau bayar, tapi ada mekanisme tertentu, misalnya : Continue reading

Its My Life – Toleransi dalam MP?

Dibandingkan dengan jejaring sosial yang lain, mulai dari FB, twitter hingga yang berbasiskan blog seperti Blogspot, WordPress dan lainnya, Multiply banyak mempunyai keunggulan, salah satunya bisa menyetel posting hanya untuk yang dikehendaki, mulai untuk “semua”, “Jaringan”, kontak atau bahkan hanya untuk orang-orang tertentu saja yang tentu saja sudah mempunyai akun di Multiply.
 
Selain itu salah satu yang membedakan dengan blog macam kompasiana atau forum adalah dengan “tidak adanya admin” kecuali jika “dibutuhkan” maka admin bisa ‘ujug-ujug’ muncul macam suster ngesot atau nenek gayung, dan biasanya kemunculan itu yang berhubungan dengan keadaan yang diindikasikan akan menganggu jalannya “stabilitas” perusahaan maka “admin” akan bisa malih rupa menjadi apapun yang dikehendaki, namanya juga malih rupa, bisa aja masuk kemanapun sesuai kehendaknya.
Nah, tulisan ini bukan untuk membahas admin, tapi mau dimuncratkan tentang apa sih ketentuan yang harus dilakukan untuk posting di multiply.
 
Setahu saya, tidak ada ketentuan untuk mau mem-posting apapun, bebas-bebas saja, mau posting tentang review film, buku, kaset, tempat makan dst bisa di kolom review, mau posting tentang tulisan ga jelas hingga serius bisa di kolom Journal, mau menulis singkat bisa di notes. terus tema yang diangkat juga tidak ada ketentuan. tapi ada beberapa orang yang konsisten dengan tema dan diberi tanda dalam kurung […..] untuk menunjukan tentang tema postingannya.
 
Sepembacaan saya tentang para mpers ini, sudah cukup beragam dalam membuat tema postingan, mulai dari kejadian yang baru dialami, catatan perjalanan entah itu perjalanan yang berhubungan dengan pekerjaan atau perjalanan wisata, jurnal tentang keluarga atau bahkan tulisan yang hanya untuk mengundang percakapan melalui komentar.
 
Mungkin ada beberapa tema bagi orang lain dianggap terlalu terbuka sehingga membuat jengah, tapi bagi sebagian orang hal itu adalah hal biasa, mungkin saja ada yang menulis notes “mamah, papah sangat puas atas layanan mamah tadi malam, mamah udah bantu dorong mobil sejauh 1km hingga ke SPBU Shell, .. lop u pul deh” atau hal-hal yang berhubungan dengan keintiman dalam rumah tangga lainnya.
Hal ini saya pikir sah-sah saja, orang mau curhat, berdo’a, menyindir bahkan ngambek dalam bentuk postingan silakan saja, tapi… tujuannya perlu dilihat lagi, apakah ingin sekedar berbagi, ingin benar-benar murni untuk mencurahkan uneg-uneg atau mendapat perhatian dari orang lain? terus terang hanya penulis jurnal yang tahu, karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap persepsi orang lain yang membaca postingan si penulis.
 
Dengan contoh notes “mamah-papah” di atas yang kearah hubungan lebih personal, jika di-setting untuk everyone sepertinya akan timbul persepsi bermacam-macam, tapi jika diposting untuk “network” atau “contact”, bisa saja ada yang mengerti walau dapat dipastikan ada juga tanggapan yang berbeda, semua perbedaan tanggapan itu bisa di amini atau bahkan bisa juga kontra.
 
Kembali lagi ke tujuan, jika tujuannya hanya menulis tanpa menginginkan tanggapan, fitur di multiply sangat mendukung akan hal ini. misal penulis hanya ingin posting dan agar orang lain tahu, tapi kita tidak ingin tanggapan, maka kolom komentar dapat ditutup, dan jika ingin diposting agar orang lain bisa turut membaca tapi juga tidak mengganggu dengan kemunculannya di inbox, bisa tetap di-setting untuk everyone-network-contact dengan memilih agar tidak muncul di inbox.
Hanya untuk diingat, bahwa akan tetap ada bahwa sebagian orang suka dengan anda dan sebagian orang tidak suka dengan anda, jadi semua pilihan terdapat pada diri sendiri.
Selamat hari senin dan selamat beraktifitas kembali.
 
Tulisan ini dibuat karena membaca postingan Ihwan disini Mozaik Diri Ketika Niatan Berbagi Dimaknai Berbeda dan tulisan Dani disini tentang Toleransi

Anda Siapa?

Lupa dengan orang itu biasa terjadi, seperti saat Ultah MPID tahun lalu, saya terlupa dengan Ai yang pernah bertemu, lupa nama om Dedy padahal sering liat foto najisnya dimana-mana.
 
Dan ternyata ga butuh waktu lama saya mendapatkan balasan, saat acara pestawirausaha saya mengunjungi booth nya omali, saya sapa apa kabar, dan dijawab baik, dari sini omali kelihatan bingung, saya ini sebenarnya siapa?.
Perbincangan berlanjut, Omali menanyakan rambut saya kok tidak gondrong? saya bingung, karena saya bertemu omali hanya saat ultah MPID dan hanya sempat bertanya kabar, dan rambut saya sudah tidak gondrong lagi, saya menangkap omali masih meraba siapa ini lawan bicaranya, mau menanyakan nama langsung pasti malu lah 😀
 
Lalu saya menanyakan apakah ada MPers yang sudah datang, omali bilang belum ada, kecuali Ai yang katanya akan datang.
Saya sebenarnya hanya ingin memberikan clue kalau saya ini mpers juga, dari hal tersebut, omali sudah tidak terlalu kaku, mulai mencair tapi tetap saja masih bingung terlihat diwajahnya.
 
Setelah ngobrol kesana kemari, lalu saya bilang akan memotret omali untuk saya kirimkan ke group bb nya MP, dari sini omali tersenyum sumringah, karena sudah mendapat jawaban secara tidak langsung, dalam group itu hanya ada 3 pria, omali, om Dedy dan saya, lainnya emak-emak semua :p
baru deh omali berbicara yang menunjukan dia kenal siapa saya “ente masih seneng aja pakai hitam-hitam”
 
Disatu sisi saya mau memberitahu omali dari awal, tapi disisi lain saya tersenyum kecut bahwa ini sepertinya balasan karena saya juga pernah seperti omali, yang lupa dengan nama teman 🙂
 
Sudah jam satu.. saatnya kembali kerja…. Selamat bekerja buat semuanya, semoga teman-teman tidak lupa dengan kenalan atau teman yang sudah lama tidak berjumpa 🙂

Selamat Tahun Baru Yang Telat Buat Multiply ID & Perusuh

Sebenarnya berapa sih pengguna internet di Indonesia? Ternyata menurut riset yang dilakukan oleh MarkPlus Insight (dejavu) tentang pengguna internet di Indonesia yang disebutkan ada sekitar 55 juta pengguna * Daily Social
Angka yang sangat besar, karena itu tidaklah aneh jika para Netizen juga bermain-main di ranah jejaring sosial seperti facebook yang ternyata Indonesia menempati peringkat kedua untuk pengguna terbanyak *ibtimes
Sedangkan untuk Twitter sendiri, Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai pengguna terbanyak, bahkan saat weekend juga angka untuk nge-tweet termasuk tinggi dibandingkan negara lain. *salingsilang
 
Bahkan, karena begitu bangganya Pak Prihatin sampai menyampaikan hal tersebut* didepan para pengusaha Amerikah… Please deh pak, ga penting banget, kalau kuantaitas gitu mah ga usah dibanggain kali, apa mau menunjukan bahwa user twitter kebanyakan waktu luang kali ya :p
 
Berdasarkan data seperti itu, wajar aja jika para marketer ngiler melihat peluang besar didepan mata, inilah saatnya untuk berjualan, menggarap pasar didepan mata yang terlihat bagaikan kue yang siap diiris lalu dikunyah.
Para marketer ini selain perorangan tentu saja juga dari perusahaan, salah satunya adalah Multiply ID yang gencar mempergunakan kedua media tersebut untuk beriklan. Seperti yang telah diketahui Multiply yang pada awalnya suatu jejaring sosial berubah bentuk menjadi e-commerce platform, Kenapa Multiply berubah bentuk salah satunya adalah karena
“Multiply.com adalah pasar online terbesar di Indonesia. Multiply di Indonesia memiliki 52.000 penjual (dengan 2.000 penjual baru tiap bulannya), 2,3 juta akun terdaftar dan 7 juta kunjungan unik tiap bulannya” *Wiki
 
Balik lagi keatas, gencarnya iklan yang diterus menerus dilakukan Multiply ID termasuk Digital Strategy yaitu Multiply ID memberikan iklan dan pesan untuk menjual barang atau jasa.
Kalau digital strateginya dijalankan secara frontal yaitu dengan iklan terus menerus tanpa ada sesuatu yang membuat interaksi lebih unik, maka habislah Multiply ID, untuk menghindari hal tersebut salah satu cara yang dijalankan adalah dengan kuis yang dilakukan melalui Twitter dan Facebook, cara yang lazim dilakukan oleh perusahaan untuk menggaet para pelanggan.
 
Membaca jurnalnya Anaz* tentang “like” dahulu sebelum mengikuti kuis, itu adalah hal yang wajar, karena kelebihan dari Facebook adalah adanya Fans Page yang memang digunakan untuk menjaring para fans, Multiply ID menggunakan ini sih menurut saya salah satu alasannya agar bisa muncul di Search Engine yang mana di Multiply sendiri ga friendly dengan yang namanya SEO :p
 
Selain itu sasaran yang ingin dicapai Multiply ID dengan banyaknya fans, maka viral marketing (word of mouth marketing) akan berjalan, mungkin anda akan bilang bullshit, tapi itulah kenyataannya dalam dunia marketing di sosial media, hal ini pernah saya ikuti saat bantu jadi tim rusuh untuk Fans Page nya Om Kolonel Sanders.
 
Dari semuanya diatas masih ada satu lagi strategi yang harusnya bisa dijalankan tapi ga ditoleh sama sekali oleh Multiply ID yaitu Social Strategy, dimana salah satu caranya dengan mempergunakan Mpers atau bahkan jika mungkin Komunitas MPID sebagai salah satu bagian dari Viral Marketing, mungkin masih bisa dihitung berapa yang interaksi/transaksi para blogger dengan OS, tapi hal yang ga kalah penting Multiply ID bisa mendapatkan brand awareness melalui hal tersebut, toh jika blogger terlibat apalagi puas maka akan dengan senang hati akan menyebarkan kemana-mana, minimal melalui jurnal yang ditulisnya dan misalnya ada hal ga bagus kayak gini*
para mpers yang sudah merasa memiliki maka akan saling bantu, tapi yang terjadi tidak seperti itu, akhirnya bisa dilihat apa yang terjadi pada komentar-komentar yang ada.
 
Jika Multiply ID mau melihat komen-komen yang ada jangan langsung menjudge bahwa para Blogger itu perusuh, tapi seharusnya dilihat sebagai masukan untuk perbaikan, tapi terus terang aja setelah apa yang terjadi selama ini (ga usah disebutin kasusnya) sepertinya para Blogger yang komen “pedes” (sebenarnya ini adalah hal mengkritisi, bukan nyinyir atau mem-bully) akan tetap dianggap sebagai perusuh yang menjelek-jelekan Multiply ID, dan jika dibiarkan yang akan terjadi akan seperti hal diatas tersebut.
 
Balik lagi ke Jurnal ini terlihat komentar kekesalan para blogger, tapi jika melihat lebih jauh itu sebenarnya para blogger peduli akan keadaan di Multiply dan itu yang tidak dilihat oleh Multiply ID.
Dengan banyaknya blogger yang pindah ke jejaring lain dan meninggalkan Multiply mungkin merupakan berkah bagi Multiply karena hilangnya para perusuh, itu secara kasat mata, tapi apakah pernah terbayang jika ada blogger dari sebelah yg bertanya “kenapa ga di multiply lagi?” bisa jadi akan meluncur jawaban yang berkesan negatif dari A sampai Z.
 
Ah, terlalu panjang jurnal ini… saya pribadi lebih senang jika teman-teman saya ga meninggalkan multiply, jika punya beberapa blog yang disini tetap dijalankan, karena rasa kebersamaan itu sulit untuk dihilangkan, dan saya juga sangat senang dengan teman-teman yang tetap kritis (walau dibilang perusuh) daripada ngangguk-ngangguk dan saling menimbulkan kontra antara sesama Mpers untuk hal ini.
 
Selamat Tahun Baru (yang telat) buat semua.

Sahabat itu adalah………

Artikel ini ditulis salah satu sahabat baik saya, kami bersahabat sebelum kenal dengan multiply, saat di multiply, meninggalkan multiply dan tetap keep in touch saat saya di Jakarta dia di Tengah Laut, Saya di Medan dia di Jakarta, saya di Pedalaman Aceh dia di Karawang dan saya kembali ke Jakarta dia Pergi ke Medan.

Paragraf terakhir adalah perenungan paling mendalam atas tulisannya tersebut. Selamat membaca

Thanks tetap menjadi sobat saya hingga sekarang.

Sumber : http://iwan95.multiply.com/journal/item/148/Teman

==================================================================================================

 

Teman.

Satu kata yang multi intepretasi.

Masing-masing orang punya definisi yg berbeda tentang makna kata ’Teman’

Konsep ’teman’ di benak saya pada mulanya adalah seseorang yg selalu setia kemana pun saya pergi. Seseorang yang selalu sependapat dengan pendapat saya. Seseorang yang akan selalu membela dan menyelamatkan saya ketika dalam bahaya. Dan tentu saja tidak berkhianat.

Dan konsep itu juga berlaku sebaliknya pada saya. Saya merasa belum menjadi ’teman’ seseorang ketika saya tak mampu berlaku setia, selalu meng-amini pendapatnya, selalu membela dan menyelamatkannya ketika ia dalam bahaya (bahkan tak peduli apakah ia dalam posisi benar atau salah sekalipun)

Konsep tersebut bertahan cukup lama dalam alam pikiran saya. Kemudian seiring waktu mengalami sedikit pergeseran perlahan tanpa saya sadari. ’Teman’ bagi saya kemudian menjadi seseorang yang selalu siap dijadikan tempat berkeluh kesah, tempat berbagi dalam suka & duka, tempat menceritakan ide-ide gila, tempat melontarkan harapan-harapan masa depan, bahkan menjadi tempat kita menitipkan rahasia-rahasia pribadi saya.

Konsep ’Teman adalah Segalanya’ juga menghinggapi alam pikiran saya. Memiliki teman sebanyak-banyaknya adalah obsesi saya. Namun untuk mengejar obsesi tersebut juga memiliki konsekuensi logis, yaitu tidak sanggup berlaku adil dan jujur kepada hati nurani saya. Ketika ada seorang teman berbuat kesalahan kepada teman yang lain, saya tak sanggup untuk mengingatkan/menegur degan cara terbaik terhadap kesalahannya itu. Hal ini bisa terjadi karena saya terlalu takut kehilangan teman. Saya berpikir ”Jika saya menegurnya jangan-jangan nanti ia akan berbalik memusuhi saya, dan pada gilirannya saya akan memiliki musuh yang besar kemungkinan akan bertambah jumlahnya”.

Saya merasa amat sangat sedih dan teramat susah tidur ketika mengetahui ada satu saja orang yg memusuhi saya, terlebih dia sebelumnya adalah orang yang saya anggap ’teman’ saya. Alhasil, dalam dunia ’pertemanan’ saya tumbuh menjadi pribadi yang terlalu akomodatif dan serba maklum terhadap semua sikap/perilaku teman bahkan tak jarang menjadi orang yang tak berprinsip. (atau jangan-jangan prinsip saya waktu itu adalah ya itu tadi, teman adalah segalanya di atas kebenaran itu sendiri). Dan bisa jadi ada beberapa orang yang kemudian menganggap saya telah berkhianat kepadanya karena saya hanya bisa diam ketika ia disakiti oleh teman saya yang lain.

Pendeknya, rasa takut dimusuhi dan kehilangan teman menjadikan saya buta akan nilai-nilai kebenaran yang seharusnya diletakkan pada prioritas utama. Saya menjadi seorang pengecut untuk berkata benar sesuai fakta. Bahkan terlalu pengecut untuk menjadi saksi dari kezaliman yang terjadi di depan mata saya sendiri.

Sampai Akhirnya….

Berbagai peristiwa hidup membuat saya terus belajar dan berusaha mencari hikmah dibaliknya walau seringkali terlalu mahal harganya.

Teman & Musuh dalam Hidup adalah Keniscayaan. Bagi anda yang percaya konsep adanya mahluk Tuhan bernama Setan (kata ’Setan’ ini lebih tepat sebagai kata yang menunjukkan PERAN untuk membujuk manusia ke jalan keburukan, karena Setan bisa berujud jin maupun manusia) maka pasti akan meyakini pula bahwa orang yang dicintai Tuhan adalah orang yang sangat dimusuhi Setan dan sebaliknya. Dan selalu terbuka kemungkinan bahwa orang-orang yang selama ini kita anggap ’teman’ sesungguhnya telah menjalankan peran-peran ’setan’ dalam mempengaruhi kita. Juga sebaliknya, kita sendiri bisa jadi memainkan peran ’setan’ kepada teman-teman kita.

Kemudian saat ini, saya mendefinisikan teman adalah seseorang yang ketika berinteraksi dengannya (atau dalam beberapa kasus bahkan hanya cukup dengan mengingatnya) membuat kita kembali mengingat Tujuan Besar Hidup kita di dunia ini. Dan terbuka peluang bagi kita untuk berbuat sebaliknya kepadanya.

Bagi anda yg percaya Tuhan, percaya Kehidupan Setelah Mati, percaya Konsep Dosa & Pahala maka teman yg baik adalah orang yg ketika berinteraksi dengannya akan membawa anda kembali ke pertanyaan dasar tentang Hakikat Hidup dan Kehidupan anda. Pertanyaan-pertanyaan dasar seperti; “Untuk apa aku harus hidup?”, “Mengapa hidupku harus seperti ini?” mungkin akan menjadi trigger/pemicu untuk kembali menggali makna sejati tentang Hidup dan Kehidupan Diri.

Dengan definisi ‘Teman’ yang terakhir ini Insya Allah akan menjadi rangkuman dari definisi-definisi saya tentang ’Teman’ sebelumnya. Artinya, ketika saya memutuskan berteman dengan seseorang yang saya duga sebagai orang yang menularkan ‘virus’ ketaatan pada Tuhan yang saya yakini (beserta segala konsekuensi dari keyakinan tersebut) maka paling tidak orang tersebut minimal juga akan berlaku amanah terhadap ‘pertemanan’ kami. Insya Allah pertemanan atas dasar sebuah IDE yang lebih HAKIKI akan lebih immortal atau abadi. ‘Teman’ seperti ini Insya Allah juga akan ikut merasa sakit ketika kita disakiti, ikut bahagia ketika kita berbahagia, lebih setia dalam menjaga rahasia-rahasia kita, lebih berani membela ketika kita dalam bahaya. Dan setidaknya ia tak kan berkhianat.

Multiply : Masih Ada Hutang Yang Harus Diselesaikan

Banyak persoalan yang terjadi antara MIRO dengan User (blogger dan OS) mulai dari Sumitro Gate, Lovely Letters, hingga Secret of Thaliadelete :p.
Melihat kurun waktunya MIRO sudah berada di Indonesia kira-kira 10 bulan, paling tidak harus banyak belajar dari kasus yang pernah terjadi untuk peningkatan kinerja kedepannya.
Semenjak kasus surat cinta dan penghapusan salah satu komen di lapaknya Thalia, keadaan mereda walau tidak ada penyelesaian kongkrit dari pihak MIRO.
Tapi keadaan yang mulai kondusif itu ternodai kembali dengan munculnya kasus “minta password” bisa di cek di jurnal : Multiply : “sharing”?
Disitu akhirnya pihak MIRO dengan akun multiplyID memberikan penjelasan, yang jika dibaca dengan teliti dan dikompare oleh dekmaniezt dengan TOS dan dibandingan dengan pembicaraan sang admin di Gandaria City Lt 23, banyak sekali hal yang tidak konsisten.

Contoh kecil, untuk admin dari setiap bidang berbeda-beda, misalnya ada OS yang mengeluh tentang pembayaran yang belum diterima, maka akan ada balasan dari pihak multiply dan pada bagian bawah di akhir kalimat akan ada inisial yang menunjukan orang yang menjawab.
Misalnya NR atau NIR atau NRH, tapi saat menjawab di lapak mbak niez, tidak dicantumkan apakah itu memang sebuah unsur kesengajaan agar tidak ada yang bertanya? saya pun tidak tahu.

Sebenarnya para bloggernya Multiply itu banyak yang baik, walau ada juga sih yang jadi penipu kayak kolakpisang4500 brengsek itu, banyak yang cocok dan cinta dengan multiply tapi apa lacur pihak MIRO sepertinya enggan berhubungan dengan para blogger, yang mungkin dianggap merugikan dan bikin hati ga tenang diwaktu bersamaan harus mengejar target OS.
Kalau ini saya bilang aja terus terang salah, lha wong blogger itu banyak yang loyal yang bersedia menjadi evangelist, tapi kalo pendekatan yang dilakukan seperti ini, dapat dikatakan para blogger loyal tersebut akan berubah menjadi detractor bahkan ada juga yang menjelma sebagai evil advocate. Hal sekecil apapun akan sampai ke para detractor dan evil advocate, ini yang tidak disadari oleh MIRO.

Mereka lebih memilih menghindari para blogger, akibatnya sih sudah mulai ada banyak yang mulai tahu ketidakberesan kinerja MIRO, mungkin tinggal tunggu waktu hingga akan meledak semuanya.
Blogger juga customer yang harus dilayani oleh pihak Multiply, tanpa hubungan timbal balik akan sulit langkah MIRO kedepan hanya dengan mengandeng OS, ibaratnya jalannya akan pincang, kecuali memang pihak Multiply akan mematikan platform untuk para blogger dan memulai semuanya kembali dengan OS saja.

Selamat bekerja teman, ditulis disela-sela buka FB dan terdapat kalimat “people you may know” dan profic disitu adalah Almh. Nita salah seorang blogger yang mendapat surat cinta.

Episode Tentang Nita

Pukul 23.03 ada misscall, tapi saya tidak mendengar karena sudah terlelap, saat bangun satu jam setelahnya saya baru memperhatikan yang telp ada lah mbak Niez, saya sms bertanya ada apa, dan mendapat balasan jika Nita telah tiada, tidak percaya saya langsung telepon mbak Niez, dan diberitahu kembali bahwa Nita kita telah tiada, saya terdiam mencoba konsentrasi atas apakah saya mimpi atau salah dengar, lantas dilanjutkan bahwa mbak Niez melihat dari FB nya Nita, kakaknya yang menuliskan berita tersebut.
Tidak banyak percakapan dengan mbak Niez, saya sempat terdiam dan mengambil beberapa kemungkinan apakah berita ini bohong atau tidak, bisa saja ada yang membuka FB Nita dan menuliskan hal tidak benar, sambil mencoba membuka multiply, muncul sebuah pikiran yang tidak masuk akal, saya sms ke hp Nita, tidak ada balasan

Saat Multiply terbuka, terdapat beberapa QN mengabarkan berita duka tersebut, belum sempat saya buka satu persatu telpon saya bergetar, rupanya Nita menelpon saya, saya angkat yang muncul adalah keheningan, lalu terdengar suara lelaki yang memperkenalkan diri sebagai adiknya Nita, dan menanyakan apakah saya mas Wibi temannya Nita, saya jawab iya dan dijelaskan oleh Edwin bahwa berita tersebut benar adanya.

Lemas saya mendengarnya tidak menduga hal tersebut terjadi, lalu saya baca QN satu demi satu yang mengabarkan berita tersebut hingga saya tertidur dengan hp masih tergenggam ditangan.

Pagi hari berbarengan dengan mbak Arni menuju kediaman orangtua Nita, kami waswas tidak sempat melihat Nita untuk yang terakhir kali, untungnya saat melewati mesjid terdengar pengumuman yang memberitahu untuk men-shalat-kan almarhumah, setengah berlari saya meninggalkan mbak Arni untuk ikut serta dalam barisan jamaah shalat jenazah.
Dipemakaman saya menyalami ayahanda Nita dan memperkenalkan diri, tanpa saya duga saya dipeluk dan ayahanda Nita berlinang airmata sambil berkata “maafkan Nita nak Wib… maafkan” hal tersebut berulang kali terucap. Saya hanya mampu memapah, ditemani oleh salah seorang tetangganya.
Terus terang saat tangan saya digenggam erat saya terbayang itu adalah bapak saya sendiri sedang menyalami teman-teman saya…

Saat akan dikebumikan, teringat kembali episode-episode bagaimana bertemu dengan Nita, dimulai kopdar bagi panci di danau UI, dilanjutkan dengan menemani cak Nono berkeliling Jakarta naik busway hingga terakhir bertemu saat di Gandaria City menanyakan perihal surat cinta.

31 May adalah pertama kali saya di sms Nita, rupanya berlanjut dengan kulSms, yang kadang saya tanggapi atau kalau sedang ga mood tidak saya balas.
4 Juli, saya di sms tentang kegalauannya, dan dia merasa ambruk, tapi tetap berusaha agar orang lain tidak tahu. Saya sempat sedikit berdebat dengannya tentang masalah ini.
30 Agustus, Nita sms minta izin untuk posting tentang saya, saya izinkan karena pasti ada hal lucu didalamnya
4 September, Nita mengucapkan terimakasih dan mulai beraktifitas melupakan kegalauannya, saya cuma berpesan agar dilancarkan dan mendapat hal-hal seru.
29 September, sms terakhir dari Nita memberitahu sudah membalas twit saya, disini adalah titik balik bagi saya untuk belajar, saya berkenalan dengan Angkie Yudistia dan banyak ngobrol tentang disabilitas dan dari sini saya kagum dengan Nita yang berusaha mengedukasi orang-orang tentang masalah disabilitas.

Hingga akhirnya saya mendapat kabar diawal postingan jurnal ini, saya teringat kembali dengan tulisan ini bahwa kita terlahir sebagai seorang pemenang tapi apakah akan berakhir sebagai pemenang?
Nita telah membuktikannya, begitu banyak yang telah dilakukannya, dibalik kekurangannya Nita menunjukan hal luar biasa yang belum tentu bisa dilakukan orang normal tanpa diasbilitas.

Selamat jalan Nita, semoga engkau mendapat kebahagian disana, kami semua juga telah mempunyai kartu antrian tapi nomornya hanya menjadi rahasia Allah
Oh iya, jika bertemu dengan bidadari di Surga, tolong bisikan padanya agar menjelma ke dunia untuk menemani saya ya.

Diplomasi Mencla Mencle ala Premanisme vs Pesimisme

Prolog
Saya pernah nulis di jurnal ini tentang orang yang mendapatkan “surat cinta” dari MIRO, terus terang saja saya BUKAN salah satu penerima, saya mendapatkan kopis surat tersebut dari salah seorang kontak di multiply, saya yang meminta dan izin untuk kopas, setelah diizinkan saya baru posting.
Saya posting isi “surat cinta” tersebut dengan beberapa alasan :
1. Karena kisah lapak 23 yang sepengatahuan saya tidak ada penyelesaian.
2. Janji petinggi MIRO di Pacific Place yang tidak ada kelanjutan, oh iya untuk diketahui juga saya yang meminta ikut lebih tepatnya memaksa Ari (srisariningdiyah) untuk mengikutsertakan saya karena ada “wisik” untuk ikut kesana :p
3. Lomba Playbook yang ga jelas juntrungannya, maksudnya ga jelas karena mencla-merncle

Banyak yang mencela/ngenyek/ngece karena saya memposting surat cinta tersebut, tapi saya ga peduli, saya emang ndablek. Tujuan saya :
1. Agar siapapun yang membaca mengerti bahwa bisa saja itu terjadi pada saya ataupun anda. dan ternyata ada beberapa kontak yang membaca postingan saya, lalu memeriksa PM nya dan menemukan surat cinta tersebut.
2. Ada hal yang perlu diluruskan dan dijelaskan atas kejadian-kejadian sebelumnya oleh MIRO.

Dialog
singkat kata, akhirnya saya ke Gancit Lt 23 mewakili teman-teman yang mendapatkan surat cinta, jadi bukan atas kepentingan pribadi ataupun hal lain seperti jadi Iron Man 😀
Disana selain menanyakan hal surat cinta, saya juga menanyakan hal lain yang ingin sekali saya ungkapkan.. sampai jerawatan karena saya pendam terus, macam orang jatuh cinta ama kakak maniezt tapi ga kesampean gitu deh :p
Ternyata semua yang saya tanyakan tidak ada hasilnya, teman bisa ke jurnal ini untuk membaca bagaiana alotnya pembahasan di Gancit.
tapi, kami selain bertanya juga memberikan masukan apa saja yang bisa dilakukan oleh mereka -karena kami tidak barbar dan juga mempunyai etika- misal :
1. – Sebagai Admin MP paling tidak dituliskan di rumahnya yaitu indonesia.multiply.com, agar user tidak berprasangka ini pocongali atau pocongggpalsu.. eh maaf.. admin asli atau admin palsu.
2. – Jika ada kegiatan yang dilakukan oleh pihak MIRO paling tidak juga di publish disana, agar informasinya menyebar dan diketahui setiap user, misalnya ada lomba makan kelereng beralas bakiak sambil pakai karung atau lomba-lomba lain.
3. – Mengenal karakteristik Mpers dengan lebih “berbaur” maksudnya ga usah ujug-ujug kopdar pas lagi repot, paling enggak dengan multiplywalking kan bisa mewngetahui bagaimana tipe postingan dan bagaimana komen-komen yang ada.

Itu tiga contoh masukan yang saya sampaikan, jadi saya kesana bukan untuk “melabrak, menakut-nakuti, bertindak premanisme” tapi kami kesana untuk berdiplomasi dan meminta kejelasan, walau banyak yang bilang saya bertindak seperti preman, saya tidak peduli, karena ini adalah suatu prinsip untuk mencari hal yang benar, walau hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tapi saya menganggap hal ini suatu keberanian ketimbang hanya bicara keras kesana kemari tapi tanpa ada tindakan apapun.


Epilog
Mungkin dari saya hanya seperti ini, untuk lebih jelasnya bisa melihat ke jurnal-jurnal berikut.

# Gancit Love Story
# Diam tak Selalu Emas
# Cerita dibalik SP
# Tragedi Surat Cinta Berdarah
# Surat Ancaman Atas Nama Hak Prerogatif_
# Privacy Account masih ada di Multiply

Janganlah untuk sesuatu hal jika kita sudah putuskan untuk maju kearah hal yang benar, menjadi keraguan karena ketakutan akan sesuatu yang mencla-mencle.

Terimakasih untuk teman-teman semuanya dilapak sebelah yang saling terus memotivasi.

[Melatipelayu] Akhir dari sebuah konspirasi

Berdasarkan bukti surat yang ada akhirnya mulai ditelaah bagian mana saja yang menjadi sumbernya, jadi mau tidak mau, kulit luar konspirasi yang berduri tajam segera dibelah… untuk pertama kalinya belah duren dilakukan malam hari ternyata inilah hasil konspirasi yang tampak, ada yang memang wangi


dan ada yang cuma indah dipandang dan ada tidak wangi, tidak indah tapi enak rasanya.


Setelah dipilah berdasarkan telepati dengan mbak Kusminah dan mbak Suminten serta beberapa pendekar lulusan AMI, diputuskan untuk segera membawa isi dalam durian tadi ke Gubernuran di Kota Gandariang.. Semua bersemangat… tingal selangkah didepan mata hasil konspirasi akan ketahuan.
Hingga menunggu hari H.. tiba-tiba datanglah Gatotngece berkata “kon iku kawulo alit, aja sok-sok an dadi jago, aku iki ngandani kowe biar kowe ra keblinger dadi penguasa”
*sorry google translet bahasa jawa saya mati.. artikan saja sendiri*
Bagai durian runtuh… maaf salah, bagai tertimpa langit runtuh, wib langsung mingkem… clep…seperti tertancap bambu runcing di uluhatinya… cessss.
demi menghormati gatotngece, akhirnya wib berkata : “ampun ndorogusti gatotngece, kulo niki mahluk sing ra tau diri, mboten kepikiran arep dadi jago… semisalnipun ngelakahi ndoro gusti.. kulo nyuwun pangaksami, tapi sing kadung mlaku yo harus diteruske, iku tanggungjawab kulo sebagai kawulo alit”

Bumi gonjang ganjing langit kelap kelip saat hal itu terjadi… tapi yang harus berjalan harus diteruskan dan setelah menimbang sangat dalam sambil konsultasi, diputuskan bahwa wib tetap akan support, walau bambu runcing yang menancap dihatinya sudah bisa dicabut, tapi rasa sakitnya sangat luar biasa.

Dalam perjalanan pulang ke kampung melatipelayu, wib mampir ke tempat bang jampang meminta maaf karena ngebut hingga tidak mengenali bang jampang, untunglah bang jampang maklum, saat akan pamit, bang jampang berbisik kepada wib “mas wib, tolong saya ya, saya mau cari bini lagi nih… mas wib pasti ngerti lah.. syaikhan senang ama kupu-kupu mas…”
wib langsung mengerti apa yang dimaksud bang jampang, dan berjanji akan menghubungi sang kupu-kupu, untungnya saat buka puasa bersama di wilayah pinggiran kampung melatipelayu, wib berjumpa dengan kupu-kupu dan menyampaikan maksud bang jampang., sang kupu-kupu tersipu malu saat mendengarnya.



Saat hari H tiba, akhirnya wib yang berjanji untuk support menemani para charlie angels sambil membawa durian yang telah dibelah ke kantor gubernuran.


di kantor gubernuran ternyata sekali lagi wib mengakui ketajaman analisa awal kang tampah dengan filosofi isuk dele, sore tempe, mbengi ngelambe..
walau bagaimanapun, akhirnya didapat hal yang diinginkan walau tidak 1000%, karena memang selama ini ada perbedaan yang disampaikan pihak asisten gubernuran dengan informasi yang didapat dari pihak pemerintahan melatipelayu. tapi setidaknya itu menjadi catatan untuk diri pribadi.
Rasa lega ada, walau perjuangan belum berakhir, saatnya bergembira karena baru saja mendapat kabar dari bang jampang yang akan segera menbawa sang kupu-kupu pulang. Alhamduuuulillahh.

Memang benar bahwa setiap hal yang dilakukan jika belum dicoba akan kelihatan lebih berat dari apa yang dibayangkan, tapi jika dijalankan akan diketemukan hal-hal yang bisa menjadi penguat.
Pada nanti saatnya para Charlie Angels yang akan memaparkan semua hasil belah duren, sebagai kawulo alit wib hanya bisa support.

Saat ini, di kampung melatipelayu, wib sedang membereskan rumahnya tapi tidak akan meninggalkannya, jika kangen masih bisa datang dan bertemu dengan para tetangganya di kampung melatipelayu, wib berniat membangun rumah sendiri, saat ini baru saja membeli kavling.. tinggal menghubungi kembali Mas Ohtrie sebagai kontraktor yang sedang sibuk mempersiapkan lamarannya ke enif lugusekali.
jadi untuk sementara wib mengontrak di kota besar dengan alamat @wibonbee. cu frenz 🙂

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan agar tidak ada kata menyesal atas apa yang telah ditulis dan semoga ada m
anfaatnya untuk orang lain dan menjaga keguyuban di kampung Melatipelayu, Republik Multinesia maka postingan ini saya tutup kolom reply nya
.