Nissan vs Konsumen

Membaca berita tentang Nissan vs Ibu Ludmilla, saya jadi teringat dengan komen saya untuk mbak Katerina di jurnal perusuh ini
 
Balik lagi ke berita tentang Nissan, awalnya Pak Aryo komplain karena tidak puas terhadap konsumsi bahan bakar pada Nissan March-nya dengan membuat stiker dan ditempelkan dipintu mobilnya.
 
Pict : Sumber
 
Intinya Pak Aryo protes dengan konsumsi BBM mobilnya yang dirasa jauh dari yang di iklankan Nissan yaitu 21,8km/liter.*detik
Bahkan akhirnya ada seorang konsumen lainnya yaitu Ibu Ludmila melakukan gugatan kepada Nissan agar kembali membeli mobilnya karena dianggap tidak jujur dalam beriklan **Detik
tapi pihak Nissan menuntut balik ibu Ludmilla ***detikoto
 
Ada yang aneh? tidak, itu adalah proses yang biasa dilakukan jika salah satu pihak yang dirugikan akan balik menuntut. Tapi jika dilihat dari sudut Word Of Mouth Marketing, sudah jelas Nissan mendapat black campaign.
1. Stiker yang dibuat dan ditempel Pak Aryo itu sangat efektif mengkampanyekan tentang hal ga bagus buat Nissan March, secara ga langsung pak Aryo telah bertindak sebagai detractor terhadap produk Nissan March yang dimilikinya.
2. Ada pengaruh terhadap user lain, yaitu ibu Ludmilla yang akhirnya mengajukan gugatan terhadap Nissan melalui BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, dan dimenangkan oleh ibu Ludmilla, saat ini jika melihat berita yang ada, sedang menunggu apakah pihak Nissan akan melakukan kasasi atau tidak.
3. Para pemilik Nissan March yang tergabung dalam “peduli Nissan March Irit” akan melakukan gugatan Class Action, tinggal ditunggu bagaimana kelanjutannya.
 
Ada baiknya memang pihak Nissan harus “belajar” dari hal ini.
Jika pihak Nissan mengklaim berita tentang “keiritan” bukan dari pihaknya tapi dari Media yang melakukan test drive, tapi bukti yang dipunyai ibu Ludmilla dengan brosur yang dimilikinya berkata lain. Toh jika memang Nissan menganggap itu adalah berita jurnalistik, dan itu tidak sesuai dengan fakta bisa saja Nissan memberikan pengumuman, tapi mana lah mau hal tersebut dilakukan, karena hal tersebut adalah “pencitraan” terhadap brand Nissan March.
 
Seandainya Nissan melakukan seperti yang dilakukan Apple terhadap Casey Neistat yang kecewa karena baterai Ipodnya tidak sesuai dengan fakta, dan membuat black campaign ttg Ipod tapi karena penanganan yang tepat, akhirnya Casey Neistat menjadi Evangelist…
Advertisements