Loyalitas

Hubungan Relationship & Transactional bukan hanya antara produsen dengan pelanggan, tapi hubungan antar kontak atau non kontak dalam dunia maya juga bisa dilihat dari dua segi tersebut.
Kalau Transactional gampang aja, misal saya lagi kepengen Durian Ucok Jl Iskandar Muda dan Bolu Meranti dari Medan, kebetulan pula kontak saya ga ada yang tinggal di Medan, saya tinggal tulis QN, mita tolong siapa tau ada kontaknya kontak saya berdomosili disana, munculah nama yang direferensikan dari salah satu kontak, lalu saya minta tolong dan dikirimkan apa yang saya minta -setelah saya bayar tentunya- Ya sudah, hubungan selesai sampai di situ, contoh lain kalau membeli barang ke OS, setelah selesai ya sudah.

Tapi jika hubungan itu bersifat Relationship, ceritanya akan beda.
Misal setelah saya dikirimkan barang yang saya pesan, lalu saya add sebagai teman (walau ga pernah ketemu) saling bertegur sapa (walau OT) bahkan jika bisa mengirimkan sesuatu walau hanya sekedar ucapan selamat ulang tahun hubungannya meningkat dari yang awalnya transaksional menjadi Relationship.

Sudah jsampai disini habis perkara? eh habis cerita? belum…. Cerita ini akan berlanjut.
Lihat lagi dari poin pertama hubungan yang berdasarkan Transactional, setelah barang saya terima lalu saya dan pas dilihat Bolu Meranti ada yang rusak karena jasa pengiriman lalu saya mengucapkan terimakasih sekedar basa-basi dan bilang hal tersebut, tentu saja orang tersebut merasa kecewa, udah ditolong kok malah komplen, kan seharusnya dari awal memberitahu inginnya dipacking dengan apa, melalui jasa pengiriman apa, jadi tidak ada kekecewaan yang timbul.
Akibat hal tersebut, Temannya kontak saya di Medan bisa berubah menjadi Satria Baja Hitam… sorry, maksudnya berubah menjadi detractor, dia akan memberitahukan ke kontak saya yang mengenalkan pertama kali dan bahkan bisa aja orang tersebut juga akan menceritakan keresahannya dengan kontak-kontaknya, Saya dikenal orang yang bukan kontak tapi dengan cara ga bagus, sisi yang ga baik lebih banyak lagi salah satunya temannya kontak merekomendasiin agar saya tidak dijadikan teman, kalau di add, jangan diterima, abaikan saja dan bisa juga salah satu kontaknya yang sudah menjadi kontak saya akhirnya meremove pertemanan.

Kalau poin kedua hubungan yang bersifat relationship, setelah di add, terjalin komunikasi dan bahkan bisa saja saat Temannya kontak (yang sekarang sudah menjadi kontak) membutuhkan bantuan dan saya bisa menolong, hubungannya menjadi bagus dan akhirnya teman yang di Medan tersebut menjadi seorang Promoter bagi saya, sehingga bermunculan invitation untuk menjadi kontak atau bisa saja hubungan berlanjut kearah hubungan bisnis.

Kalau orang-orang yang nge-add tapi ga di kasih tahu (dipromosiin) oleh kontaknya kontak itu posisinya dimana
diantara Detractor atau Promoter?
kalo orang yang baru add itu masuk kedalam kategori passive, bisa aja mereka add karena merasa penasaran dengan berita Negatif dari Detractor sehingga ingin tahu lebih jauh, kedua karena memang sedang mencari sesuatu hal dan nyangkut dalam ID yang saya miliki.
Biasanya sih yang passive ini cuma sesekali say hello dan jarang atau bahkan ga pernah interaksi, tapi bertindak sebagai silent reader hanya sekedar ingin tahu.. setelah itu ya cukup saja.

Melihat dua hal diatas, bisa dikatakan disitulah hebatnya Word Of (Mouth) Keyboard, semuanya bisa meracau kemana-mana dengan tombol qwerty dan jaringan tentu saja.

Pertanyaannya dimanakah posisi saya atau anda sekarang ini?
Bagi sebagian orang saya bisa menjadi Detractor, sebagian yang lain saya adalah passive tapi bisa juga saya menjadi Promoter, itu tergantung bagaimana cara dan sikap kita berinteraksi dengan orang lain.
Yang perlu diingat biar ga sakit hati adalah -Link- sebagian orang suka dengan anda, dan sebagian orang benci dengan anda 🙂

Selamat menikmati hari minggu, selamat berisirahat untuk melanjutkan pekerjaan esok hari Senin
#Semoga hari Senin semuanya berjalan dengan lancar…. aamiin

Advertisements