Peluang

Seperti biasa, kalau lagi butuh waktu rada cepet buat kontrol kerjaan ke lapangan atau lagi mau ketemu klien, cara tercepat adalah dengan naik ojek.

waktu itu, ketika akan mencari ojek, ternyata ojek langganan tidak ada akhirnya menunggu yang lewat.
Ga perlu nunggu lama, ada yang lewat, tawar menawar .. akhirnya sepakat iseng2 nanya, biasanya mangkal dimana, si bapak bilang seringnya di kp melayu atau dikolong jembatan Sudirman (halte busway Karet)

Setelah sampai tujuan, karena ndak ada kembalian, aku ke warung untuk tukar uang secara halus yaitu dengan membeli teh botol. Ketika mau membayar, si bapak ojek tidak ada di motornya, ternyata dia sedang mengambil botol plastik yang dibuang  didekat warung tersebut, lalu memasukan kedalam tas kresek yang berada dimotornya.

Karena penasaran aku bertanya, untuk apa bapak itu mengambil botol plastik, dia bilang untuk dijual. Jadi selama mengojek si bapak mengumpulkan botol plastik, setelah sampai rumah disortir kembali yang masih bagus dan yang jelek, kalau terkumpul banyak, baru dijual ke tempat penampungan barang-barang bekas hasil pulungan.

Dan dia bercerita, anaknya juga kalau pulang sekolah sekaligus memungut botol-botol plastik yang ditemui dijalan, padahal si bapak tidak menyuruh, anaknya yang berinisiatif untuk menambah uang pada saat membeli buku.

Terus terang aku kagum dengan si Bapak ojek, dia bisa melihat kesempatan, dia bisa melihat peluang yang dia bisa lakukan sambil melakukan pekerjaan utamanya.

Mungkin tanpa kita sadari, banyak peluang yang ada disekitar kita, tetapi kita kurang menangkap hal tersebut.

Advertisements