Jadul Belum Tentu Langka dan Mahal

Berhubung ada benda filateli jaman sekolah dulu alias prangko, yang pernah gw posting tentang surat cinta pertama  gw nyasar ikutan https://www.facebook.com/groups/PostcrossingID/
ini gara-gara Fathia  dan Mas Yayan aka Om Ndut  yang bergabung dalam komunitas Kartu Pos Indonesia.
Pas ikutan grupnya, eh malah ketemu orang-orang yang hobi filateli khususnya Prangko.
Akhirnya join di group https://www.facebook.com/groups/IndonesiaStampsCollectorsCommunity/
Di group tersebut diperbolehkan untuk jualbeli, banyak juga yang posting koleksinya dan bikin ngiler.

Dari group, dan tanya-tanya dapat juga member termasuk dalam kategori nyata dan dapat dipercaya dalam hal transaksi jual beli prangko, tapi akhir-akhir ini ada member, dan menawarkan prangko koleksinya dengan harga bikin kening berkerut.
salah satu contohnya prangko dibawah ini pada baris pertama dengan nominal Rp 30

IMG_5524

ditawarkan dengan harga 20juta boleh nego sampai harga 15 juta.

Banyak member senior yang udah puluhan tahun memberitahu secara halus, tapi yang menjual keukeuh bahwa ini barang langka, hingga diberikan link katalog prangko oleh salah satu member senior, tapi tetap ga ngaruh.

Memang, seharusnya bagi orang yang ingin bermain dengan benda filateli harus mempunyai pengetahuan terlebih dahulu, admin di group ini  yang sudah sangat senior bahkan membuat file tentang mengenal filateli indonesia yang dapat diunduh secara gratis disini http://officepromosi.com/1/Mengenal-Filateli-di-Indonesia.pdf
tapi tetap saja, yang jual ngeyel.

Iseng gw telusuri profil yang menjual, ternyata masih kuliah, sekitar 19-21, kalo gw ambil kesimpulan sih dapat koleksi prangko bisa dari kakaknya, kerabat atau orangtuanya seperti mendapat harta karun melihat nila yang tertera di prangko Rp 20 – Rp 30 keluaran sebelum tahun 1980 yang gw yakin dirinya belum lahir dan menganggap harta karun tersebut sangat berharga sekali.
Lha, gw aja beli prangko dengan nominal tertera 1 – 5 Sen aja cuma 50 ribu perak, ini yang nilai nominal lebih besar dan jumlah beredar lebih banyak minta dengan harga seperti itu.

Ada juga yang menawarkan prangko satu set lengkap (biasanya prangko untuk edisi tertentu seperti PON atau Sea Games dengan tiap jenis cabang olahraga yang dipertandingkan dibuat satu prangko) dijual seharga 10 juta. woowww….
Saat diberitahu tahu acuan katalog dan ternyata barang yang ditawarkan tidak senilai tersebut, tetap saja jurus ngeyel dipakai.
Bahkan setelah itu ada keanehan, ada akun facebook baru dibuat, bergabung dengan grup dan langsung melakukan penawaran dengan harga 7juta.
Mungkin dipikirnya seperti jualan obat, untuk menarik calon pembeli di-setting terlebih dahulu pasien dadakan yang notabene adalah temannya sendiri.

Untungnya para collector senior selalu mengingatkan akan hal tersebut, dan dari salah satu poin diskusi, banyak orang yang ga tahu (belum teredukasi) dan tertarik dengan benda filateli bisa jadi melihat taksiran harga dari tokobagus, yang dibilang langka langsung percaya, padahal jika mau cari tahu secara ekstra bisa jadi harganya ga sebombastis yang ditawarkan.

Advertisements