Ga Selamanya Nyinyir itu Negatif

Berapa sih jumlah pengguna twitter di Indonesia ? link ini menjelaskan berapa jumlahnya, ada sekitar 50juta pengguna dari Indonesia ternyata.
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150327061134-185-42245/berapa-jumlah-pengguna-facebook-dan-twitter-di-indonesia/
Banyak kegunaan media sosial, salah satunya bisa ber-nyinyir- ria terhadap hal apapun, sebenarnya kata yang tepat bukan nyinyir, tapi sindir karena biasanya yang dilakukan itu suatu bentuk sinisme dengan maksud mencela.
Perusahaan swasta dan milik pemerintah menggunakan Sosial media juga sudah lumrah tujuanya bisa untuk mempromosikan product, naikin branding, promosiin kegiatan dan tentu saja ngarepin feedback dari followernya dan bisa juga sebagai sarana penerimaan pengaduan.

Belum lama ini gue nyinyir di Twitter ke @DKI_Dishub, gara-garanya muncul secara tiba-tiba polisi tidur/tanggul dijalur sepeda (yang kalau pagi difungsikan sebagai jalur motor) BKT diwilayah Cipinang Besar, sebelum Pasar Gembrong yang tersohor sebagai pasar mainan dengan harga mereng.
Nah, terus twitt gue dapat balasan dari Dishub DKI dan diterusin ke sudin perhubungan transportasi Jakarta Timur.
Slide1

Nah karena tanggapannya gitu2 aja, akhirnya gue twitt lagi pake foto, kayaknya yang jawab rada kesel..

Slide2

Eh ga taunya  sehari kemudian ada mention & fotonya dari @sudinhubtrans_jaktim kasih tahu kalo tanggulnya udah dibongkar.

Slide3

Gue berani twit gitu karena emang ada peraturan ga boleh bikin tanggul/polisi tidur sembarangan dijalan umum. yang penting tanggulnya udah ga ada, jadi bisa ngebut lagi #eeh :p

Selain dishub, gue juga pernah laporin masalah yang berhubungan dengan listrik ke @PLN_123, awalnya gue telp ke 123 kasih tahu kalo meter listrik udah nyaris dua bulan ga muter, dikasih nomor pengaduan dan dibilang akan ada petugas yg akan ngecek, jalan satu minggu ga ada yang datang kerumah, gue telp lagi, dikasih tau suruh nunggu, 3 hari kemudian karena ga sabar gue email, eh 1X24 tamu harap lapor ga ada balasan, akhirnya gue twit ke @PLN-123 pln dan juga gue inbox ke FB nya https://www.facebook.com/cc123pln , ternyata ampuh, langsung dapat tanggapan, setelah cerita dari awal lagi tentunya dibilang akan ditindak lanjuti, pas gue sampe rumah ternyata meter listrik yang rusak udah dibenerin dan ga pake biaya.
Jadi inget waktu masih ngantor Panglima Polim, waktu itu mau naikin daya, pas mau dikasih tip ama anak admin ga mau, mereka nolak lho. Beneran deh, baru kali ini nemuin institusi yg kayak gitu, katanya sih sejak jaman Pakde Dahlan Iskan jadi Menteri hal ini dijalanin, kalo yang ketahuan terima langsung dikepret.

Terus insitusi lain yang pernah gue nyinyirin @TMCPoldaMetro, jadi didepan gedung ada tabrakan antara Avanza ama (preman naik) motor, gue liat dari atas, langsung foto & twit, ga lama ada polisi datang dari Polsek Tenabang, ga pakai lama Premannya dibawa pake mobil.
Kalo ini sih asumsi gue karena deket ama HI dan pasti banyak serse & calak didaerah situ jadi polisinya cepet datang.
Terus gue juga pernah twit ada balap liar dideket rumah, samping tol JORR, gue tungguin tuh Polisi bakal muncul atau enggak, ternyata muncul juga pakai mobil patroli, walau cuma menghalau tapi seenggaknya responnya cepet dan ga bahayain pengendara lain. Tapi ada juga twit gue yang percuma misalnya banyak pemotor yang ngelawan arah dikolong flyover Stasiun Tebet, ga ada respon sama sekali, ga ada yang nongol sampe satu jam untung aja satu jam itu gue nungguin bu istri dari kampus, bukan nungguin Polisi jadi ga sia-sia lah nunggunya.

Satu lagi saat masih jadi roker gue juga pernah twit ke @CommuterLine & @Iskan_dahlan tentang musola yang kotor dan suara TV yang terlalu kenceng diruang tunggu Stasiun Sudirman yang difungsikan sebagai tempat shalat saat maghrib, responnya cepet juga, pas besoknya gue mau shalat, musolanya udah bersih dan suara tv ga sekencang biasanya, jadi suara imam kedengeran walau emang masih tenggelam ama suara pengumuman kedatangan dan keberangkatan kereta sih.

Seandainya semua layanan publik bisa kayak gitu, ngasih respon yang cepet pasti orang akan tahu akan adanya perbaikan layanan, syaratnya sih abis lapor terus dipantau, jangan main tinggal aja.

Selamat siang… selamat bernyinyir ria…

Nyinyir : /nyi·nyir/ a mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet: nenekku kadang-kadang — , bosan aku mendengarkannya;

Sinisme : /si·nis·me/ n 1 pandangan atau pernyataan sikap yg mengejek atau memandang rendah; 2 pandangan atau gagasan yg tidak melihat suatu kebaikan apa pun dan meragukan sifat baik yg ada pd manusia

[Publik] Rumah Masa Depan

Buat yang masih hidup, sebagian besar tujuannya adalah bagaimana mempunyai tempat tinggal yang nyaman, tapi terkadang lupa memikirkan rumah masa depan untuk tempat tinggal bernama TPU setelah meninggal dunia. Urusan ini hal remeh, hal kecil tapi acap terlupakan. Buat yang mempunyai uang, mudah saja, pilihannya bisa memesan pemakaman seperti di San Diego Hills atau pemakaman yang dikelola swasta. Mengurus makam untuk yang meninggal ternyata bukan hal sepele, dibutuhkan kesabaran ekstra. Pihak-pihak pengurus RT/RW adalah salah satu pihak yang berperan penting, dari merekalah mendapat surat keterangan untuk dibawa ke Kelurahan hingga keluar surat kematian. Pengalaman mengurus pemakaman ayah saya empat minggu lalu alur yang terjadi adalah seperti ini. 1. Surat Keterangan dari RT dan RW bahwa benar warga yang meninggal adalah warga yang berada dalam wilayah tersebut, lalu surat tersebut dibawa ke Kelurahan untuk dibuatkan…. 2. Surat Keterangan Kematian dari Kelurahan yang akan digunakan untuk mengurus ke dinas pemakaman, pembuatan surat keterangan kematian ini paralel dengan pembuatan surat keterangan pemeriksaan jenazah dari puskesmas atau dinas kesehatan setempat untuk yang meninggal dirumah, tapi jika meninggal di Rumah Sakit, secara otomatis pihak Rumah Sakit yang akan mengeluarkan surat tersebut. 3. Retribusi sewa tanah makam Simpel ya, tidak ribet seperti yang ditulis pada awal postingan ini. Memang hal tersebut simpel jika dimakamkan pada TPU dimana bertempat tinggal, nah saya bertempat tinggal di Bekasi, untuk TPU harusnya di TPU Perwira tapi lokasinya jauh, dan yang paling dekat justru TPU Pondok Kelapa, TPU Tanah Merah dan TPU Malaka, sekitar 3km dari rumah. Akhirnya datang ke TPU yang dibuatkan surat pengantar untuk mengurus Surat Izin Penggunaan Tanah Makam ke kelurahan Pondok Kelapa ke bagian PTSP. 4. Dari kelurahan Pondok Kelapa diminta mengisi data tentang mendiang lalu setelah selesai diberikan surat untuk melakukan pembayaran, setelah melakukan pembayaran lalu menyerahkan bukti pembayaran tersebut ke Kelurahan 1 lembar, 1 lembar untuk TPU dan 1 lembar untuk ahli waris. Sepengetahuan saya PTSP itu tujuannya baik, semua pelayanan dilakukan dalam satu pintu, jadi ga perlu muter-muter kesana kemari, tapi satu hal yang nengganjal yaitu saat melakukan pembayaran harus dilakukan di kantor walikota Jakarta Timur jadi bukan di kelurahan, yang jaraknya sekitar 5-6km. lebih baik dibuka saja kantor kas di kelurahan jadi saat mengurus tidak perlu pindah ketempat yang lumayan jauh. Jumlah retribusi sewa tanah makam selama 3 tahun antara Rp 60.000 – Rp 100.000, masih kalah murah dengan Surabaya yang dalam kisaran 200.000 – 270.000. Biaya Resmi menyangkut administrasi sebagai berikut : 1. Surat Keterangan RT – Gratis 2. Surat Keterangan RW – Gratis 3. Surat Keterangan Kematian Kelurahan * 4. Surat Keterangan Pemeriksaan Jenazah di Puskesmas * 5. TPU ** * Pengurusan di Bekasi biaya mulai dari Rp 0 hingga Rp seikhlasnya * Pengurusan di Kelurahan Wilayah Jakarta memang benar-benar Rp 0 Kalau pengurusan dari Kelurahan hingga Pembayaran retibusi memang tidak ada biaya aneh-aneh, tapi di TPU lain lagi ceritanya, dengan adanya PTSP hal-hal menyulitkan dan kemungkinan untuk berbuat ga benar bisa diminimalisir, kenyataannnya? jauh panggang(an) dari api. Beritanya bisa dilihat disini : – Urus makam lewat PTSP dinilai persulit warga ; –  keluhan mengurus izin pemakaman  Selain itu hal kurang benar bisa dimanfaatkan dari celah yang ada, misalnya dengan penuhnya tanah makam diwilayah Jakarta Timur, tapi tetap bisa dimakamkan dengan cara tumpang pada anggota keluarga yang telah dimakamkan terlebih dahulu atau pada lokasi makam yang sudah tidak bertuan yaitu lokasi makam yang tidak diurus ahli warisnya. Untuk kedua pilihan cara pemakaman diatas, alur yang terjadi sama dengan makam baru, hanya statusnya saja yang berbeda antara baru dan bekas (makam).

Slide1

Sudah perhatikan foto yang menggambarkan alur pemakaman diatas? tanda panah biru menunjukan jika keadaan normal berlaku, keadaan normal maksudnya saat meninggal itu pada hari kerja dimana birokrasi yang berhubungan dengan pihak institusi pemerintah membuka pelayanan, sedangkan situasi tidak normal saat meninggal itu pada hari libur, baik hari minggu atau libur nasional. Jika situasi tidak normal tersebut terjadi, maka alur yang paling umum terjadi adalah tanda panah merah, karena tidak mungkin jenazah menunggu birokrasi lalu dikuburkan. Nah, pada titik inilah celah tersebut membuka terjadinya hal tidak benar. Apakah setelah membayar retribusi melalui PTSP dan menyerahkan bukti pembayaran ke TPU lantas akan ada jaminan tidak ada biaya yang lain? Ya pastilah ga ada, yang ada jaminan akan terkena biaya lain lagi. ga percaya? ini hitungan kasarnya. Biasanya di TPU akan ada biaya sewa tenda dan kursi serta biaya gali makam besarannya berkisar Rp 500.000 – Rp 2.000.000 , kalau logikanya sih tenda dan kursi itu sudah tersedia dan merupakan inventaris Dinas pemakaman, dan untuk tukang gali makam (resmi) juga mendapat gaji bulanan dari pemda. Diluar itu ada biaya yang memang menjadi tanggungjawab ahli waris yaitu biaya pembelian rumput hingga pembuatan batu nisan. dan besarannya relatif mulai Rp 1,5 juta – Rp ~ tergantung nisan yang dipilih. Nah, ada juga sistem paket, keuntungan sistem paket ini : – Lokasi makam sudah pasti ada (entah baru atau bekas) – Sewa tenda, gali makam, rumput dan batu nisan sudah tersedia, jadi keluarga ahli waris tinggal datang ke PTSP dan membayar retribusi pemakaman saja. Tetangga yang kebetulan bertemu saat melakukan pembayaran retribusi untuk pemakaman kakaknya bercerita, awalnya diberitahu jika TPU sudah penuh, hingga tiga kali bertanya jawabannya tetap yaitu penuh, akhirnya beliau bilang ” Ya sudah berapa biayanya saya minta bersih dari gali makam sampai nisan, saya bayar cash” akhirnya keluar juga jawaban biayanya Rp 5.000.000 Hal ini memang sudah jadi rahasia bersama, kalau pemakaman di TPU itu harganya bisa jutaan rupiah.  bahkan hal tersebut sudah seperti permainan para preman. Memang salah satu kendala adalah informasi yang tidak jelas dan transparan tentang ketersediaan lahan makam yang dapat dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk mencari penghasilan. Jadi tidak salah apa yang dilakukan oleh Pemda DKI untuk membuat sistem pemakaman online, mulai dari pemesanan hingga pembayaran retribusi. Jika hal ini terjadi, akan meminimalisir biaya-biaya yang tidak perlu walau tidak bisa dihilangkan seluruhnya.

Nissan vs Konsumen

Membaca berita tentang Nissan vs Ibu Ludmilla, saya jadi teringat dengan komen saya untuk mbak Katerina di jurnal perusuh ini
 
Balik lagi ke berita tentang Nissan, awalnya Pak Aryo komplain karena tidak puas terhadap konsumsi bahan bakar pada Nissan March-nya dengan membuat stiker dan ditempelkan dipintu mobilnya.
 
Pict : Sumber
 
Intinya Pak Aryo protes dengan konsumsi BBM mobilnya yang dirasa jauh dari yang di iklankan Nissan yaitu 21,8km/liter.*detik
Bahkan akhirnya ada seorang konsumen lainnya yaitu Ibu Ludmila melakukan gugatan kepada Nissan agar kembali membeli mobilnya karena dianggap tidak jujur dalam beriklan **Detik
tapi pihak Nissan menuntut balik ibu Ludmilla ***detikoto
 
Ada yang aneh? tidak, itu adalah proses yang biasa dilakukan jika salah satu pihak yang dirugikan akan balik menuntut. Tapi jika dilihat dari sudut Word Of Mouth Marketing, sudah jelas Nissan mendapat black campaign.
1. Stiker yang dibuat dan ditempel Pak Aryo itu sangat efektif mengkampanyekan tentang hal ga bagus buat Nissan March, secara ga langsung pak Aryo telah bertindak sebagai detractor terhadap produk Nissan March yang dimilikinya.
2. Ada pengaruh terhadap user lain, yaitu ibu Ludmilla yang akhirnya mengajukan gugatan terhadap Nissan melalui BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, dan dimenangkan oleh ibu Ludmilla, saat ini jika melihat berita yang ada, sedang menunggu apakah pihak Nissan akan melakukan kasasi atau tidak.
3. Para pemilik Nissan March yang tergabung dalam “peduli Nissan March Irit” akan melakukan gugatan Class Action, tinggal ditunggu bagaimana kelanjutannya.
 
Ada baiknya memang pihak Nissan harus “belajar” dari hal ini.
Jika pihak Nissan mengklaim berita tentang “keiritan” bukan dari pihaknya tapi dari Media yang melakukan test drive, tapi bukti yang dipunyai ibu Ludmilla dengan brosur yang dimilikinya berkata lain. Toh jika memang Nissan menganggap itu adalah berita jurnalistik, dan itu tidak sesuai dengan fakta bisa saja Nissan memberikan pengumuman, tapi mana lah mau hal tersebut dilakukan, karena hal tersebut adalah “pencitraan” terhadap brand Nissan March.
 
Seandainya Nissan melakukan seperti yang dilakukan Apple terhadap Casey Neistat yang kecewa karena baterai Ipodnya tidak sesuai dengan fakta, dan membuat black campaign ttg Ipod tapi karena penanganan yang tepat, akhirnya Casey Neistat menjadi Evangelist…

Transportasi Alternatif

Hampir dua bulan saya menikmati perjalanan menuju tempat kerja dengan memakai kendaraan umum dari pinggiran Kalimalang seberang Jatibening menuju Senayan.
Perjalanan pulang pergi lumayan nyaman, naik bis bisa dipastikan selalu dapat duduk, kecuali mengalah untuk wanita yang sudah tua, wanita hamil dan dedek maniez.
Tapi dibalik naik angkutan umum itu, harga yang dikeluarkan termasuk lumayan juga.
Saya dari rumah naik ojek Rp 5.000, dilanjutkan naik mikrolet Rp 4.000 hingga pintu tol Jatibening, lalu naik bis Feeder Harapan Indah jurusan Blok M, Rp 11.000 atau Mayasari 05 Rp 6.500
Kalau pulangnya, naik Mayasari 05 Rp 6500 hingga pintu tol Jatibening , lalu disambung dengan ojek Rp 15.000 hingga rumah.
Dihitung rata-rata setiap hari untuk transportasi kurang lebih Rp. 37.000 – Rp 41.500, dikalikan hari kerja untuk transportasi sudah habis sekitar Rp 800.000.

Saya pernah juga naik kereta, biayanya lebih murah, perhitungannya
Naik ojek Rp 5000, dilanjutkan naik angkot/koasi Rp 3000, lalu Kereta Api hingga Sudirman Rp 6000, Kopaja Rp 2000. PP sekitar Rp 32.000, lebih murah memang, tapi di kereta jangankan dapat duduk, untuk bergerak saja lumayan sulit.

Lumayan besar untuk transportasi bagi warga pinggiran Jakarta untuk ketempat kerja, tapi memang kalau naik kendaraan umum banyak yang bisa dilihat, banyak yang bisa didengar dan akhirnya bisa menjadi cerita.
Jika melihat perhitungan tersebut diatas, ga salah memang kalau banyak warga pinggiran Jakarta memilih naik sepeda motor.
Perhitungannya 1 hari 1 liter bensin anggap saja Rp 5000, lalu biaya servis selama satu bulan Rp 60.000, dibagi hari kerja biaya servis/hari Rp 3000 jadi untuk sehari biaya transportasi Rp 8000,

Tidak heran akhirnya banyak orang mengambil kredit sepeda motor, toh pada akhirnya daripada mengeluarkan biaya transportasi lebih baik mencicil motor sehingga dalam jangka waktu 2 atau 3 tahun bisa ada barang yang dimiliki.
Akibatnya tentu saja ada, kemacetan makin menggila, 5-6 tahun lalu waktu yang saya butuhkan untuk ketempat kerja dengan sepeda motor sekitar 45 menit, tapi sekarang bisa 80 menit.

Seandainya jika di kalimalang ada angkutan alternatif seperti gambar diatas, seru juga nampaknya.

Selamat bekerja dan selamat menikmati kemacetan serta “kegilaan” angkutan umum di Jakarta.

Itu jalanan atau kubangan

Bagi warga bekasi atau yang beraktitas di kota bekasi atau yang sering melewati Jl Kalimalang sebagai jalan penghubung antara Jakarta Timur dengan Bekasi khususnya Jl. KH Noer Ali, pada ruas jalan antara Caman – Galaxy (Superindo) selama 2 tahun ini harus siap fisik dan mental.
Siap fisik karena melalui jalan sepanjang jalan 3km itu penuh perjuangan, harus hati-hati agar tidak terperook kedalam lubang, tepatnya sih kubangan.
Sedangkan kalau persiapan mental karena setiap hari melewati jalan itu yang terlontar adalah sumpah serapah, belum lagi kalau telat mau kekantor, janjian ama gebetan atau kebelet minum kopi di gloria jeans di Bekasi Cyber Park.

Kalau musim kemarau ini masih mending lah, tapi ketika musim hujan tiba, sudah harus bersiap berenang.
Bagi pengendara sepeda motor, cara yang dilakukan agar tidak terjebak dalam lubang adalah dengan melawan arus, pada jalur lawan, dan tentu saja itu membuat bahaya bagi dirinya sendiri serta orang lain.
Kerugian lainnya adalah usia spare part kendaraan akan lebih cepat masa gunanya. Terutama bagian kaki-kaki. itu kaki kendaraan,
Selain kaki kendaraan, kaki pengemudi pun juga harus cepat diganti, maksudnya butuh perawatan, karena sering2 injek rem atau kopling.
Kalau bagi pengendara roda dua, kaki nya juga harus sigap untuk turun. kalau pegal kan harus ketukang pijat atau urut, dan berarti menambah biaya bagi perawatan kaki :p

Entah sudah berapa banyak surat pembaca yang dimasukan kedalam suratkabar, tapi realisasinya tidak ada.
Sebelum pemilihan walikota bekasi, orang banyak berharap dengan perubahan terhadap infrastruktur jalan ini, tapi nyatanya hingga saat ini belum ada perubahan.
Begitu pula setelah pemilihan gubernur jawabarat yang baru, mungkin akan ada perubahan, tapi ya sama saja.

Siapapun pejabatnya, -minumannya teh botol sosro- jalanan itu tetap rusak.

Ada baiknya para pejabat pemerintahan yang berada di wilayah bekasi mengajukan proposal kepada walikota dan dibuat tembusan kepada Gubernur Jawa Barat untuk mengalihfungsikan ruas jalan tersebut menjadi Kolan/tambak ikan lele.
Sesuai dengan lambang kota bekasi.
Kan sekarang lagi seru-serunya alih fungsi… kalau dilaksanakan secara terbuka, ya jauhlah di utak atik KPK.


Dan kalau untuk ruas jalan, bisa saja dibuat jalur -buka tutup- dijalur sebelahnya seperti di puncak. kan lumayan tuh, bisa nambah angkatan kerja bagi pedagang disekitar jalur itu dan menjadi peternak ikan lele.
Siapatahu nanti akan berkembang wisata kuliner di wilayah jalan KH Noer Ali.

Siapapun yang ingin tantangan dan merasa mempunyai kendaraan yang mumpuni untuk off road, ga usah jauh-jauh caro lokasi hingga luar kota, main saja ke arah bekasi melalui Kalimalang.. dijamin bukan tertantang, tapi malah nantangin siapa yg mau benerin jalan

Warga gelap n Bank Ciloko Abis

Selasa malam, ketika sampai rumah, seperti biasa, cek tas dan segala isinya buat besok, 2 atm sama sim ga ketemu kupikir paling ketinggalan dikantor.
Rabu pagi cek lagi dirumah, ga ktemu… dikantor juga ga ktemu… berarti ya ilang.

Yang aneh kok ya ilang nya berjamaah gitu. udah gitu SIM pakai acara ngikut2 segala. KTP juga n fotokopinya juga ga ada pula.
Pas lah sekarang ini jadi warga gelap. Kalau gelap dalam arti sebenarnya emang udah.. sekarang gelap nya komplit.
Dan karena ga pegang uang plus ga punya identitas akhirnya ga jadi jalan ke jogja lagi n ga ketemu ama dedek manis deh :p

Abis tau kalo ATM ilang, langkah pertama blokir atm yang satu dulu, pas telp CS nya, minta blokir, konfirmasi beberapa transkasi terahkir lalu tanya persyaratannya untuk bikin atm lagi (sebelumnya aku juga pernah kehilangan atm, tp waktu itu ktpnya ga ikutan ilang jadinya ok-ok aja… trus juga inget jurnal kang bayu yang ini )
dan ternyata mas-mas CS nya bilang, kalau mau bikin atm nya lagi, syarat yg harus dibawa surat keterangan hilang dari kepolisian (iyalah.. masa surat keterangan numpang nikah) buku tabungan serta ktp atau identitas pertama kali membuka rekening.
Pas aku bilang saya ga punya ktp, kan ikutan ilang..
dibilang ya kalau gitu bapak bikin dulu ktp nya..
Gendeng, udah ketahuan ktp ilang, pakai resi atau identitas lain ternyata ga bisa,
dan sekarang ini dibekasi ada progam bikin ktp baru dengan masa waktu 5 tahun, latar foto untuk kelahiran tahun genap biru, tahun ganjil merah.. dan lama bikin ktp 1bulan, karena bukan camat lagi yang ttd, tapi walikota…

Aku tanya apakah dengan tanda pengenal lain bisa, dia bilang ga bisa. duh duh, harus nunggu satu bulan lagi.
Repot banget, apalagi ini rekening buat lalulintas keuangan kerjaan dari kantor dan tempat lain..
Bener2 Bank Ciloko Abis.
kalau ga buat kepentingan kerjaan, aku bakal nutup nih rekening…

Kalau yang satunya di Bang Olipp, ketika mau blokir, n aku bilang atm ilang, dengan simpatik CS nya bilang, turut prihatin dengan kejadian yang menimpa bapak, ada yang bisa kami bantu pak.
mungkin itu sebenernya basa-basi, tapi dalam keadaan seperti itu, mungkin hal-hal kecil kayak itu yang dibutuhkan nasabah.

Dan ketika aku tanyakan persyratan buat bikin atm lagi, jawabannya ga jauh beda, surat keterangan hilanng, buku tabungan dan ktp,

ketika aku bilang ktp juga hilang, si mas-mas nya bilang, bisa pakai identitas lain yang satu alamat misalnya sim, aku bilang, sim nya juga ikutan ngilang, dia bilang bisa pakai pasport kok pak.

Ternyata Bank Olipp ngasih kemudahan, pas tadi tanya lagi ke bank nya juga dibilang gitu, syukur2 ada kopi identitas yang hilang.
Dan pas aku serahin surat keterangan hilang, aku bilang, masa harus bikin lagi mbak, kan saya buat ngurus yang lain juga, eh mbak nya bilnag, surat keterangan hilang ini bisa difotokopi kok pak..
Yah, beda Bank, beda peraturan…


Pesan moralnya sih, semua dokumen yang berhubungan dengan identitas atau keperluan untuk institusi paling enggak harus di kopi atau discan. kalau ga ada kopinya, aduh, jika terjadi hal-hal yang ga diinginkan, bakal repot.

Kalau mau scan tapi ga punya scaner, silakan kontak dek Eriq…. gratis kok, apalagi kalo cewek n single pula :p

Kurang Sajen

Lagi ngegarap kerjaan dari teman lama ke salah satu BUMN, ada aja ceritanya.
Banyak anggapan bahwa pegawai BUMN tersebut sarat dengan korupsi adalah salah.. Mereka itu orang-orang yang jujur lho..

Kita pro aktif tanya, apakah ada masalah dengan proyek yang kita kerjakan Mereka dengan jujur bilang : sementara ini ga ada… Eh ga lama kemudian, satu persatu masalah bermunculan, kayak jerawat abg yang lg puber susul menyusul.

Sebagai orang yang baik hati dan ga mau ada masalah, aku tanya ke link yang berhubungan dengan project tersebut. Dengan terus terang dan jujur dia bilang…”Kalian itu ngasih sajen nya kurang”

Trus, aku sampaikan aja ke yang punya project, biar dikasih solusinya, kalau lepel kuli kayak aku mah bisanya cuma ngotot doang.. 😀

Abis itu dikasih deh sajen, ternyata abis dikasih sajen.. tuh sajen cuma ditengok, lalu dia manggil anak buahnya sambil bilang.. ini ada rezeki nih.. bagi-ya.. trus dengan jujur dia bilang, kalau segitu sih mendingan buat supir saya aja, kalau saya ada sisanya baru kalau mau kasih saya ya gpp..

Aku liat yang megang projek mukanya pucet.. aku bilang, saya juga mau jadi supirnya.. lumayan kecipratan sajen sekali bisa beli N73 😀 selama projek berlangsung bisa 6 atau 8 kali ngasih sajen…

Ternyata sesajen itu emang bisa bikin orang bersikap jujur, sekaligus bisa bikin kesurupan..

Habis Gelap, muncul lah lilin

Biasanya suka dijadiin tebak-tebakan iseng,  habis gelap terbitlah terang.. itu PLN.
Kalau di Jawa, mungkin tidak terlalu bermasalah dengan masalah byar petnya PLN karena durasinya termasuk jarang. tapi kalau luar Jawa, hal itu jengkel karena terlalu seringnya byar pet. contohnya aja di Medan, ML disana bikin bete.

Didaerahku kemarin hari minggu yang menjadi hot topikya tentang PLN,  bukan karena byar pet nya tapi karena ada razia dari rumah kerumah. Razia diadakan oleh PLN bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Banyak juga yang terkena razia ini, kasusnya juga beragam mulai dari memperlambat lari meteran, melepas kwh? sehingga aliran listrik yang masuk lossss. Ternyata yang kena denda juga bervariasi, mulai dari 200 ribu hingga puluhan juta.  Dan ga nyangka aja orang yang kelihatannya berkecukupan dan berkelebihan  maksudnya lebih tahu tentang peraturan, lebih tahu tentang hukum dan agama termasuk yang kena denda.

Ini terjadi didaerahku yang masih kampung, bagaimana dengan industri-industru atau tempat lain yang katanya ada kerjasama dengan orang dalam juga.

Mungkin masyarakat benar-benar meresapi bahwa PLN itu adalah Pencurian Listrik Negara.

Betul gitu teh Nie? 😀

High Legal Cost For Married

i’m not talking about the cost for the party a.k.a resepsi, but what I meant is the administration fee in order to have yourself a marriage certificate!!!!

*Ngurus surat di kelurahan (pake pengantar dari RT/RW) = 100 ribu
dari kelurahan ke KUA Asal = 150 ribu

Since I’ll be holding my wedding akad in X Building, which is located in J town,

I have to have permission from the local KUA (KUA J)…
this is what they so-called “Surat Numpang Nikah, or Numpang Akad”,
and it’ll cost = 700 ribu….
“Seven hundred thousand rupiah sajah!!!!!”

And this is not included “amplop” for Penghulu, which is optional, of course….
I wonder what made this fee soooooo high that I could almost reach the sky???

Practically, you have to have at least 1 miliion rupiah in order to have a legal marriage (maksudnya legal di sini maksudnya diakui negara yah)

Giling… dan “tarif” ini sama dengan di kota lain, jadi mungkin sudah ada standardnya dan bukan sekedar pungli untuk “bagi2 rejeki” ke aparat negara tsb…
(aku termasuk aparat negara nggak yaaaa??? )

Pantesan aja banyak orang yang ngirim surat buat ikut reality show “Nikah Gratis”.
Karena mereka memang ngga punya uang untuk hanya sekedar to have a proper marriage. Dan nggak heran juga kalo kalo ada yang nekat nikah bawah tangan
(maksudnya di sini nikah bawah tangan untuk orang2 yang bener2 niat nikah untuk tujuan kebaikan ya, bukan yang menikahi selingkuhannya untuk dijadikan istri kedua ketiga ato keempat :p)

Karena males ngurus2 tetek bengek Administrasi, dan juga untuk menghindari biaya yang nggak sedikit itu.. well, minimal ngasih amplop lah buat yang nikahin…

Sharing dikit boleh kan yah…

*sempet shock waktu dikasih tau perincian biayanya… I thought I wouldn’t cost over 500 ribu :p*

** Email dari seorang teman

[Ga Penting] Keluarga kecoa dalam Coke

Bulan lalu, makan siang dengan teman dari hrd. baiasanya sih makan siang di warung teteh tepat didepan kantor.  berhubung lagi kpengen jalan, maka jalan juga ke ambasador.  Tujuan utama Food Court nya.

Karena FC penuh, maka pilihan berbelok ke tempat makanan cepat saji. Setelah antri, pilihan jatuh pada paket & tambahan puding coklat tanpa fla. untuk minumnya aku milih Softdrink (coke) dan es coklat.

Trus, akhirnya bergerilya dengan makanan, dah selesai makan, ketika mau minum, baru naruh sedotan, aku perhatiin isi gelasnya..
ternyata ada Bonus, anak kecoa atau kecoa aku ga ngerti, karena definisi ukuran kecoa serta habitat tinggalnya aku kurang jelas. Kalau dibilang itu kecoa, ya emang kecoa tapi masih kecil, kira-kira besarnya seperti kelingking aku.  Tapi ga terlalu besar seperti pada umumnya kecoa.

Wah, padahal aku ga ngarepin bonus.. tengok kiri kanan sama atas, kali-kali aja ada sarangnya kecoa
(karena tepat diatasku ada lampu bentuk lampion) siapa tahu kecoa nya belajar terjun bebas dari situ ke gelas.

Ternyata bersih… setelah semua TKP disisir, akhirnya butuh bantuan paranormal juga, Kebetulan ada yang lewat dan langsung aku panggil.
Aku bilang sama pramuniaganya (bukan paranormal ternyata walau orang tersebut memakai slayer dikepalanya)


Setelah kutanya, dia juga ga bisa menjelaskan darimana asal kecoa tersebut,  dan terkesan takut serta langsung meminta gelasku untuk ditukar. 
Aku, akhirnya mengizinkan ditukar serta mengikuti si mas masuk dapur,  aku penasaran aja, dituker beneran atau cuma diambil tuh kecoanya trus gelasnya dibalikin aku lagi.
Ternyata ditukar.. yo wes, dan aku pesan ama mas nya. atasannya suruh ketemu ama aku sebelum tempatnya aku acak-acak :p

Walau udah ditukar yang baru, aku ga mau langsung percaya gitu aja..  si mas nya aku suruh tunggu, aku periksa lagi..  Pas aku periksa, eh ternyata masih ada bonusnya juga, lebih kecil sih.
Wah.. kalau gini beneran ngajak perang ama wib.
Tuh mas nya pas aku kasih tahu udah pucet, tapi diam aja n minta maaf terus nawarin buat dituker lagi. 
Tapi aku ga mau, aku bilang tadi yang pertama dikasih kecoa,  sekarang anak kecoa, kalau dituker nanti cucu-cucu nya pada ikut.

Mas nya minta maaf terus, orang-orang udah mulai pada ngeliatin,  padahal kan aku bukan artis, tapi cuma minta penjelasan. Akhirnya aku minta si mas buat manggil Managernya, karena dari kecoa pertama, ga datang. Mas nya rada takut, sampai bilang, disini ga ada managernya mas..

Wuah… makin mangkel aku.
Yang betul aja, masa ga ada managernya? dia bilang iya.. yang ada supervisor saya..
Haduh, ini orang jujur atau takut ya.. 😀

Akhirnya Supervisornya datang, sambil senyum-senyum gitu… huuuh ga sudi,
diberi senyum semanis apapun udah ilfil.. abis Spv nya Co sih.. heehehehehehe

Dia minta maaf, trus ngajak ke tempat yang rada terlindung, akhirnya dapat di pojok, wah… pas dilihat, dia langsung jalan duluan n mau ambil posisi dipojok, aku ga mau keduluan… aku ambil bangku yang bisa menghadap kesemua arah… jadi dia hanya membelakangi penonton lain dan aku yang bermaksud mengendalikan

Siingkat kata, Mas SPV itu minta maaf, ok lah permintan mafnya aku terima,
tapi aku kurang puas. Pertanyaanku cuma satu,
kenapa ada kecoa di gelas coke yg aku pesan, bingung dia mau bilang apa..
muter-muter ga jelas. akhirnya aku bilang,
aku udah liat sekeliling meja, lampu n tembok serta lantai.. ga ada kecoa n family disitu.

kemungkinan besar ada didalam, aku minta masnya ngajak aku kedapur,  dia berkeberatan, aku keukeuh. akhirnya dia janji mau antar aku kedapur,  padahal aku udah liat dapurnya n aku bilang, dapur anda no problem…  berarti ada sumber lain, dan saya terima ada didua gelas, berarti sumber yang sama. Akhirnya mas SPV itu bilang, kemungkinan terbesar adalah dari dispenser..  wahhh pantesan tetep ada aja tuh kecoa n the gank.

Nah, udah dapat poin nya, akhirnya aku bilang,  kalau sebenernya divisi aku sering pesan makanan disini, dan aku sebut nama atasannya yang biasa temanku suka kontak, trus aku bilang kalau begini kejadiannya kayaknya aku bakal bilang ama yang suka mesan, lebih baik cari tempat lain.

Mas SPV nya minta aku jangan mutusin hubungan dan dia janji ga bakal terulang lagi… trus dia juga minta alamat aku, minta alamat rumah untuk memberikan bingkisan
(gilaa, terus terang gitu atau mungkin dia udah desperate ngadepin orang yang ngeyelan) ama aku aku ndak kasih, aku kasih alamat kantor, dia
minta no hp juga ga aku kasih.
ya ga seru aja kalau tiba2 ada sms aneh gitu dari co pula (paranoid banget ya.. hehehe)

Pas mau pulang, aku masuk dapurnya lagi (entah sebenernya diizinkan atau enggak, aku bakalan maksa) dan aku bikin perjanjian dengan dia, kalau penjualan soft drink khususnya Coke, hari itu harus dihentikan, dan harus dilihat lagi kebersihannya dispensernya.
terus yang kedua, kalau aku dengar dan ada buktinya dari temanku, atau temannya temanku atau orang lain dan aku tahu, maka dengan ama sangat terpaksa, aku bakal masukin media beritanya.
Mas Spv nya akhirnya setuju…
dan sampai keluar dia terus minta maaf, aku jadi ga enak….. 😀


Pas kemarinan makan disana lagi, (sengaja, mau liat lagi dan mau bandingin dengan masalah yang ada) tempatnya penuh,  eh ga lama mas SPV itu muncul lagi sambil senyam senyum..  dan bilang kalau dua hari setelah itu mereka telp aku kekantor, tapi aku lagi cuti..
jadi ga berani ngasih bingkisan kalau aku ga ada. Aku cuma ketawa aja, n bilang ga usah, yang penting ga ada kejadian kayak aku lagi. 
Eh, langsung mas nya ngeh, nanya untuk berapa orang n aku ama teman-teman dianterin ke tempat yg ada tulisan reservednya..
Padahal ada orang yang udah duluan masih bingung cari tempat, tapi malah aku yang ditawari duluan.. 😀
Entahlah, membayar perasaan bersalah atau takut aku bakal komplain lagi.

*Jurnal ini diposting setelah mendapat penjelasan yang udah pasti dari pihak mereka dan mereka mengakui kalau kesalahan dipihak mereka, jadi aku rasa aku juga ga nulis tanpa ada bukti dan klarifikasi dulu dari mereka, sebagai konsumen walau kita punya hak, tetapi juga harus jelas dulu permasalahannya dan ga langsung men-judge.*
** Gambar 2 : anak kecoa
** Gambar 1 : emak kecoa