[Ga Penting] Ngajak berdo’a ala Supir AKDP

Dalam perjalanan untuk Riset minggu kemarin, dari Jogja aku menuju Purwodadi.
Ditunggu Team Purwodadi jam 12 siang. Dari Malioboro jalan kaki ke Mangkubumi ke tempat
dimana travel banyak berjajar, pas ditelusuri satu demi satu… ternyata tidak ada jalur menuju Purwodadi..
wahh… masalah mulai muncul,

Telepon travel di Dagen yang menyediakan jasa travel perorangan (pemiliknya cuma punya satu unit kijang)
ternyata minta harga yang hanya bisa dibalas dengan ucapan terimakasih..
(masa cuma perjalanan kurang lebih tiga jam mintanya sama dengan biaya sewa satu hari dengan tarif di Jakarta)

Aku akan cari lainnya aja (tau aja kalo lagi kepepet buat jalan) Telp, adek ku nyari info lagi. malah ditawari naik motornya. Terimakasih kembali kembali,…karena selain ga begitu tahu jalan juga ga siap buat naik motor jarak jauh

Akhirnya dari Tugu dengan setengah lari menuju stasiun, dan ternyata lagi,.. jadwal Prameks udah berubah….
jadi ga bakal ketinggalan, sedikit lega…. dengan perhitungan akan telat dikiiiitt 😀

Dari Solo ke Terminal dulu, nyari bis jurusan Purwodadi ternyata lagi oh ternyata…. Bisnya masih kosong…
ambil duduk paling depan dekat pintu tapi… tanpa nunggu penuh tuh bis udah jalan.. Alhamdulillah….

Sepanjang perjalanan ternyata (lagi) bikin jantung bekerja lebih cepat, Gimana enggak, setiap kali mau nyalip mobil didepan, Klakson terompet yang bunyinya diambang batas tingkat kebisingan dipencet terus-terusan…

Kalau bertemu lawan lebih kecil ga mau ngalah sampai lawannya minggir turun dari aspal..
Kalau mau menyalip sepeda motor, Keneknya sambil bergelantungan dipintu mengebrak-gebrak body mobil sambil berteriak-teriak ditambah suara klakson terompet
Sungguh suatu harmoni yang membuat pengendara lain ciut dan terpaksa mengalah sambil sumpah serapah tentunya…. Sebeneranya harmoni itu makin indah jika kondekturnya bergelantungan sambil makan pisang, dan mengeluarkan irama Nguks.. nguks dengan keras 😀

Mungkin Pengemudi sadar akan hal ini, Jika diambil suatu Premis “dari sekian orang yang menyumpah serapahi
bisa saja salah satu akan manjur” Karena itu pengemudi sudah antisipasi sekaligus memperingatkan penumpangnya dengan tulisan :

Ingat
“Tuhan”
Beserta Kita


Yup…. Peringatan yang cukup manis sekaligus mengingatkan para penumpang akan Tuhannya masing-masing…

Dan mungkin juga salah satu alasan menempel di kaca depan agar penumpang  yang naik dari depan siap siaga, dan jika penumpang yang was-was bisa pindah kebelakang dan memberitahu penumpang lainnya ……Sungguh pesan yang cerdas jika dijalankan…

* Foto diambil dari Bis AKDP Solo-Purwodadi*

Advertisements