Its My Life – Toleransi dalam MP?

Dibandingkan dengan jejaring sosial yang lain, mulai dari FB, twitter hingga yang berbasiskan blog seperti Blogspot, WordPress dan lainnya, Multiply banyak mempunyai keunggulan, salah satunya bisa menyetel posting hanya untuk yang dikehendaki, mulai untuk “semua”, “Jaringan”, kontak atau bahkan hanya untuk orang-orang tertentu saja yang tentu saja sudah mempunyai akun di Multiply.
 
Selain itu salah satu yang membedakan dengan blog macam kompasiana atau forum adalah dengan “tidak adanya admin” kecuali jika “dibutuhkan” maka admin bisa ‘ujug-ujug’ muncul macam suster ngesot atau nenek gayung, dan biasanya kemunculan itu yang berhubungan dengan keadaan yang diindikasikan akan menganggu jalannya “stabilitas” perusahaan maka “admin” akan bisa malih rupa menjadi apapun yang dikehendaki, namanya juga malih rupa, bisa aja masuk kemanapun sesuai kehendaknya.
Nah, tulisan ini bukan untuk membahas admin, tapi mau dimuncratkan tentang apa sih ketentuan yang harus dilakukan untuk posting di multiply.
 
Setahu saya, tidak ada ketentuan untuk mau mem-posting apapun, bebas-bebas saja, mau posting tentang review film, buku, kaset, tempat makan dst bisa di kolom review, mau posting tentang tulisan ga jelas hingga serius bisa di kolom Journal, mau menulis singkat bisa di notes. terus tema yang diangkat juga tidak ada ketentuan. tapi ada beberapa orang yang konsisten dengan tema dan diberi tanda dalam kurung […..] untuk menunjukan tentang tema postingannya.
 
Sepembacaan saya tentang para mpers ini, sudah cukup beragam dalam membuat tema postingan, mulai dari kejadian yang baru dialami, catatan perjalanan entah itu perjalanan yang berhubungan dengan pekerjaan atau perjalanan wisata, jurnal tentang keluarga atau bahkan tulisan yang hanya untuk mengundang percakapan melalui komentar.
 
Mungkin ada beberapa tema bagi orang lain dianggap terlalu terbuka sehingga membuat jengah, tapi bagi sebagian orang hal itu adalah hal biasa, mungkin saja ada yang menulis notes “mamah, papah sangat puas atas layanan mamah tadi malam, mamah udah bantu dorong mobil sejauh 1km hingga ke SPBU Shell, .. lop u pul deh” atau hal-hal yang berhubungan dengan keintiman dalam rumah tangga lainnya.
Hal ini saya pikir sah-sah saja, orang mau curhat, berdo’a, menyindir bahkan ngambek dalam bentuk postingan silakan saja, tapi… tujuannya perlu dilihat lagi, apakah ingin sekedar berbagi, ingin benar-benar murni untuk mencurahkan uneg-uneg atau mendapat perhatian dari orang lain? terus terang hanya penulis jurnal yang tahu, karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap persepsi orang lain yang membaca postingan si penulis.
 
Dengan contoh notes “mamah-papah” di atas yang kearah hubungan lebih personal, jika di-setting untuk everyone sepertinya akan timbul persepsi bermacam-macam, tapi jika diposting untuk “network” atau “contact”, bisa saja ada yang mengerti walau dapat dipastikan ada juga tanggapan yang berbeda, semua perbedaan tanggapan itu bisa di amini atau bahkan bisa juga kontra.
 
Kembali lagi ke tujuan, jika tujuannya hanya menulis tanpa menginginkan tanggapan, fitur di multiply sangat mendukung akan hal ini. misal penulis hanya ingin posting dan agar orang lain tahu, tapi kita tidak ingin tanggapan, maka kolom komentar dapat ditutup, dan jika ingin diposting agar orang lain bisa turut membaca tapi juga tidak mengganggu dengan kemunculannya di inbox, bisa tetap di-setting untuk everyone-network-contact dengan memilih agar tidak muncul di inbox.
Hanya untuk diingat, bahwa akan tetap ada bahwa sebagian orang suka dengan anda dan sebagian orang tidak suka dengan anda, jadi semua pilihan terdapat pada diri sendiri.
Selamat hari senin dan selamat beraktifitas kembali.
 
Tulisan ini dibuat karena membaca postingan Ihwan disini Mozaik Diri Ketika Niatan Berbagi Dimaknai Berbeda dan tulisan Dani disini tentang Toleransi
Advertisements